Kenaikan CPI Zona Euro Belum Capai Target ECB

Meski laju CPI Zona Euro bulan Juni lebih tinggi ketimbang estimasi awal, tetapi masih jauh dari target inflasi ECB. Akibatnya, Euro tetap tertekan.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Menyusul publikasi data Consumer Price Index (CPI) Zona Euro pada sesi Eropa hari ini (17/Juli), EUR/USD hanya naik tipis sekitar 0.1 persen ke kisaran 1.1220. Posisinya masih dalam kisaran level terendah tempatnya terpuruk pasca rilis data ZEW kemarin. Pasalnya, meski laju inflasi konsumen lebih tinggi ketimbang estimasi awal, tetapi masih jauh dari target yang ditentukan oleh bank sentral Eropa (ECB). Sehubungan dengan konteks ini, laporan tersebut tak menggoyahkan prospek pemangkasan suku bunga ECB dalam waktu dekat.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via TradingView

Eurostat melaporkan bahwa pertumbuhan CPI bulanan untuk periode Juni direvisi naik dari 0.1 persen menjadi 0.2 persen (Month-over-Month), berkat kenaikan harga energi dan produk industri non-energi. Inflasi tahunan di 19 negara anggota Zona Euro juga meningkat 1.3 persen (Year-on-Year) pada bulan Juni 2019, sedikit lebih tinggi dari capaian 1.2 persen yang dirilis dalam flash estimate.

Target inflasi ECB telah ditentukan pada level 2 persen. Namun, Eurostat mengabarkan bahwa inflasi inti yang menjadi referensi utama dalam pengambilan keputusan ECB, hanya meningkat 1.1 persen pada bulan Juni. Mendekati jadwal rapat ECB tanggal 24-25 Juli mendatang, data CPI kali ini justru memperkuat prospek pemangkasan suku bunga deposit sebesar 10 basis poin.

Benoit Coeure, salah satu anggota Dewan Gubernur ECB, mengiaskan hal serupa dalam pidatonya di Prancis hari ini sembari mengonfirmasi nada dovish yang tertuang dalam notulen rapat ECB sebelumnya. Katanya, "Ke depan, Dewan Gubernur (ECB) bertekad untuk bertindak menanggulangi masalah apapun dan selalu siap untuk menyesuaikan semua instrumen (kebijakan), selayaknya, untuk memastikan bahwa inflasi terus bergerak menuju target inflasi Dewan Gubernur secara berkelanjutan."

289277

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.