Advertisement

iklan

Kurs Rupiah Di Kisaran 15200, Masih Ditekan Faktor Eksternal

Berbagai sentimen fundamental dan politik global saat ini lebih menguntungkan untuk Dolar AS, sehingga menekan nilai tukar Rupiah.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Nilai tukar Rupiah belum beranjak dari level 15,200-an per USD, di sesi perdagangan Rabu (31/Okt) pagi ini. Menurut kurs Rupiah spot di Bloomberg, Rupiah berada pada posisi Rp15,225 per USD, melemah 2 poin dari posisi penutupan. Sedangkan menurut kurs referensi JISDOR BI, nilai tukar Rupiah menguat dari Rp15,237 ke Rp15,227.

jidor

 

Pelemahan Rupiah Diakibatkan Penguatan Dolar AS

Nilai tukar Rupiah hari ini diperkirakan akan dinamis, tetapi cenderung melemah karena menguatnya Dolar AS. Sentimen pasar saat ini lebih mendukung penguatan Dolar, karena ekspektasi kenaikan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih kencang. Indeks Dolar AS diprediksi akan mencapai level 97.00-97.20 hari ini. Artinya, Dolar AS memiliki peluang besar untuk menguat terhadap mata uang-mata uang negara lain.

rupiah

Menurut Ahmad Mikail, ekonom Samuel Sekuritas Indonesia yang dikutip dari Kontan, angka pertumbuhan AS di kuartal keempat nanti diperkirakan akan kembali menguat, setelah sempat turun di kuartal ketiga. Selain itu, data ekonomi AS yang lain juga menunjukkan kenaikan. Salah satunya adalah Indeks Kepercayaan Konsumen AS versi CB yang tercatat naik di bulan Oktober ini.

 

Faktor Politik Jerman Dan Konflik Dagang AS

Faktor geopolitik juga menentukan performa nilai tukar Rupiah hari ini. Menurut Analis CSA Research Institute Reza Priyambada, mundurnya Angela Merkel dari kancah pencalonan Kanselir Jerman memberikan pengaruh tak langsung ke pasar finansial. Pasalnya, Merkel dianggap sebagai figur yang berpengaruh besar terhadap keutuhan Uni Eropa.

Ada pula faktor perseteruan dagang antara AS-China yang kembali memanas. Presiden Trump kemarin menegaskan bahwa jika kesepakatan perdagangan yang adil (menurut versinya) tak tercapai, maka China harus bersiap menerima tambahan tarif untuk barang-barang ekspornya. Presiden kedua negara tersebut dijadwalkan akan bertemu di Buenos Aires akhir November mendatang dalam acara G-20 Summit. Reza menyimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menguatkan Dolar AS, sehingga membuat Rupiah melemah.

285972

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.