OctaFx

iklan

Luncurkan Bitcoin Futures, Situs CBOE Crash

Masalah Server Down (crash) pada situs CBOE tersebut memberikan sentimen negatif pada pergerakan harga Bitcoin selama tiga hari terakhir.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kemarin (10/Desember) CBOE secara resmi meluncurkan produk perdagangan berjangka Bitcoin pada platform mereka, dan juga merilis secara resmi pada website mereka. Produk tersebut diluncurkan pada pukul 17.00 waktu setempat, dan langsung mendapatkan request yang sangat besar dalam beberapa menit saja. Hal ini kemudian berdampak pada kelambatan respon situs (Error 404) karena lalu lintas yang terjadi jauh di atas kata normal. Situs tersebut langsung down untuk beberapa waktu, tetapi saat ini sudah bisa diakses lagi meskipun terjadi pelambatan reply pada situs tersebut.

CBOE Bitcoin Berjangka

 

Resmi Luncurkan Produk Bitcoin Futures  

CBOE merupakan perusahaan pertama yang berani membuka platform perdagangan berjangka untuk mata uang kripto Bitcoin. CBOE diluncurkan beberapa hari setelah harga Bitcoin menembus angka $20,000 di market Korea, namun saat ini pihak berwenang Korea Selatan memutuskan untuk melarang sementara perdagangan berjangka untuk beberapa waktu sampai harga stabil. Karena dikhawatirkan pada saat-saat awal sesuatu yang baru masuk pada pasar Bitcoin, spike (pergerakan harga yang cepat) dikhawatirkan terjadi dan akan membuat para investor merugi.

Sebagaimana dikutip Reuters, Wakil Presiden Trading and Derivatif untuk Charles Schwab di Austin, Texas berkomentar bahwa, "Kenaikan tajam yang dialami Bitcoin selama beberapa minggu terakhir mungkin telah didorong oleh optimisme menjelang peluncuran futures, namun hal berbeda akan terjadi setelah futures benar-benar muncul di pasar Bitcoin."

Karena volatilitas yang terjadi pada Bitcoin sangat tinggi, penyelesaian kontrak futures (perdagangan berjangka) akan membutuhkan margin yang lebih tinggi, yaitu sebesar 44%. Margin tersebut digunakan untuk mengimbangi potensi pergerakan harga yang tajam.

Sistem kerja perdagangan berjangka Bitcoin adalah tanpa kepemilikan dompet dan juga tanpa pengiriman koin secara fisik. Yang dimiliki oleh para pedagang saat ini adalah "pasar spot" yang disediakan oleh bursa dengan status hukum yang bervariasi. Jadi, para pedagang tidak akan lagi bertindak sebagai seorang Investor yang membeli koin dan menyimpannya di dompet, kemudian menjualnya jika harganya sudah mahal. Para pedagang hanya perlu mendepositkan dananya pada perusahaan CBOE, kemudian langsung melakukan transaksi berjangka dari platform yang disediakan secara instan tanpa proses yang berbelit.

 

Fluktuasi Drastis Pasca Crash

Sejak awal tahun 2017, adopsi mata uang kripto terutama Bitcoin sangat besar, menyebabkan hampir keseluruhan bursa utama menghadapi penurunan. Bahkan ada beberapa yang berspekulasi bahwa menurunnya bursa-bursa utama tersebut karena pihak Wall Street terlibat. 

Lalu CBOE muncul pada akhir tahun ini sebagai pendukung Bitcoin. Mereka telah mengadopsi Bitcoin dan sudah meluncurkan Produk Perdagangan Berjangka Bitcoin (Bitcoin Futures) secara resmi pada tanggal 10 Desember 2017 kemarin. Dengan server yang kuat dan mampu untuk menangani trafik dalam jumlah besar, pihak CBOE optimis dapat menangani seluruh permintaan dari para kliennya untuk melakukan perdagangan berjangka Bitcoin. Namun kenyataannya, permintaan yang datang lebih besar dari ekspektasi dan server situs CBOE pun mengalami crash.

Masalah Server Down (crash) pada situs CBOE tersebut memberikan sentimen negatif pada pergerakan Bitcoin selama tiga hari terakhir. Pada saat crash terjadi, harga Bitcoin sedang berada di puncaknya, yaitu $16,666; namun kemudian turun secara drastis dalam dua hari saja hingga mencapai level terendah 12,701. Penurunan hampir mencapai $4,000 dalam kurun waktu satu hari saja.

BTCUSD D1

 

Akhirnya, pergerakan Bitcoin saat ini sudah mulai stabil dan terlihat naik lagi, bergerak dari $12,701 hingga Running Price saat ini di level $16,126, hampir menutupi keseluruhan penurunan yang terjadi sebelumnya.

Sulit untuk memproyeksikan apa yang terjadi ke depan pada pasar Bitcoin dengan munculnya perusahaan-perusahaan lain yang akan merilis produk perdagangan berjangka Bitcoin dalam waktu dekat, seperti CME Group yang dijadwalkan secara resmi membuka perdagangan berjangka Bitcoin pada tanggal 18 Desember mendatang. Banyak yang berspekulasi bahwa tren naik secara mayoritas yang dialami Bitcoin akan sirna, akibat dari peran institusi-institusi besar yang terjun di pasar Bitcoin. Apalagi proses perdagangan berjangka disinyalir berbeda dengan Investasi, yaitu pada pasar perdagangan berjangka akan selalu ada Equilibrum (keseimbangan) antara Supply dan Demand, yang akan menyebabkan kenaikan harga Bitcoin terhambat.

281455

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.