Advertisement

iklan

Minim Permintaan, Ekspor Jepang Jatuh Tiga Bulan Beruntun

Ekspor Jepang bulan Februari melanjutkan trend penurunan yang sudah terjadi selama tiga bulan berturut-turut, karena dipicu oleh lemahnya permintaan dari kawasan Asia.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada hari Senin (18/3), Departemen Statistik Jepang merilis data ekspor yang turun ke -1.2 persen dalam basis tahunan (Year over Year) di bulan Februari. Pelemahan ini dipicu oleh lemahnya permintaan eksternal akibat perlambatan ekonomi global. Rilis data ekspor tersebut lebih buruk dibandingkan forecast yang memperkirakan penurunan ke -0.9 persen, tapi lebih baik dari angka -8.6 persen YoY di bulan Januari. Dalam grafik di bawah ini, terlihat bahwa ekspor Jepang sudah berkubang di level minus sejak 3 bulan ke belakang.

Ekspor Jepang

Jika dirinci lebih jauh, ekspor Jepang ke China naik 5.5 persen YoY di bulan Februari, rebound dari penurunan tajam yang terjadi pada bulan Januari. Meski berhasil pulih, perdagangan dengan China tetap lemah pada periode Januari-Februari 2019 jika mengacu pada data keseluruhannya.

Ekspor Jepang ke berbagai negara Asia yang menyumbang lebih dari setengah total ekspor Negeri Sakura, tercatat mengalami penurunan sebesar 1.8 persen pada Februari, menorehkan rekor penurunan selama 4 bulan berturut-turut. Hal tersebut mengindikasikan lemahnya permintaan dari negara Asia di tengah perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, ekspor Jepang ke AS mengalami peningkatan 2 persen, sedangkan impor dari AS naik sebesar 4.9 persen di bulan Februari. Kondisi ini menyebabkan surplus perdagangan Jepang dengan Negeri Paman Sam menyusut 0.9 persen menjadi 624.9 miliar Yen YoY.

Sektor Impor Jepang secara keseluruhan mencatatkan penurunan cukup signifikan sebesar -6.7 persen YoY, lebih rendah dibandingkan forecast penurunan ke -5.8 persen, juga penurunan bulan sebelumnya yang hanya mencapai -0.8 persen.

 

Melengkapi Rilis Buruk Fundamental Jepang

Data perdagangan Jepang yang mengecewakan di atas seolah menjadi pelengkap dari rentetan rilis laporan fundamental yang melemah baru-baru ini. Bahkan, beberapa analis mengatakan bahwa risiko resesi tidak dapat dikesampingkan, bila mengacu pada serangkaian rilis suram data ekonomi Jepang beberapa bulan terakhir.

Bank Sentral Jepang (BoJ) pada minggu lalu sudah menurunkan pandangannya terhadap ekspor Jepang tahun ini, sembari mempertahankan kebijakan moneternya. Pelemahan ekspor yang berlanjut akan memberi tekanan pada BoJ untuk melakukan lebih banyak pelonggaran, terutama karena tingkat inflasi belum juga mencapai target 2 persen.

 

USD/JPY Berpotensi Naik Lagi

Rilis data perdagangan Jepang yang berada di bawah ekspektasi langsung menekan pergerakan Yen. Hal tersebut tercermin dari pair USD/JPY yang saat ini berada di kisaran 111.58, menguat 0.10 persen dari harga Open harian.

Minim Permintaan, Ekspor Jepang Jatuh

287784

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


18 Jul 2019

15 Jul 2019