Melihat Kekuatan January Effect Bagi IHSG

  By: Aditya Putra   view: 1648
Analisa Saham Mingguan

IHSG mengakhiri kinerjanya selama tahun lalu dengan kenaikan di atas 15%, dan berada pada level 5,296. Saat ini kita telah tiba di tahun baru 2017. Nah bagaimana perjalanan IHSG memasuki tahun 2017 ini? dimana perdagangan telah dibuka dalam 2(hari), dan perjalanan IHSG sejauh ini mengalami penurunan.

Lalu, mencermati outlook di bulan Januari ini mari kita bahas.

January Effect Bagi IHSG

Dalam 15 tahun terakhir kecenderungan IHSG positif cukup besar, meski tidak sebesar bulan-bulan lain. Tercatat kinerja positif IHSG terbesar ada di tahun 2004 dan 2006 lalu, yang selama Januari mampu menguat masing-masing sebesar 8.82% dan 5.93%. Sedangkan kejatuhan IHSG terbesar pada tahun 2003, dan 2011 yang melemah masing-masing sebesar 8.71% dan 7.96%.

Bagaimana dengan Januari tahun ini? pertama kita harus melihat katalis penggerak market baik yang positif dan negatif. Sejauh ini arah pasar masih dalam keadaan menunggu, mencermati poin-poin penting kebijakan ekonomi AS di bawah Trump. Concern masih seputar clue kenaikan suku bunga The Fed, dan harga minyak dunia setelah pembatasan produksi disepakati tahun lalu.

 

Kinerja IHSG Selama 15 tahun terakhir di bulan Januari

Melihat Kekuatan January Effect Bagi

Di pekan ini ada FOMC minutes dan rilis data keadaan pasar tenaga kerja di AS. Pidato Janet Yellen sepekan kemudian akan menjadi fokus pasar, di samping pertumbuhan ekonomi AS dan China yang akan rilis di bulan ini. Beberapa agenda pasar tersebut akan mempengaruhi pasar saham domestik terkait faktor eksternal, di samping pelaku pasar akan fokus pada kinerja keuangan emiten selama tahun lalu serta potensi politik terkait pilkada DKI bulan depan.

Goldman Sachs, salah satu perusahaan keuangan terkemuka di dunia, bahkan berani bertaruh Indonesia akan cukup kuat menghadapi tekanan ketidakpastian global, terutama kenaikan suku bunga AS dan volatilitas nilai tukar rupiah. Meski investor asing terlihat membawa pulang dana sekitar $2.8 milyar di kuartal IV lalu dari pasar saham dan uang, namun kestabilan rupiah tetap terjaga dengan cadangan devisa yang stabil di angka $111 milyar, dibanding tahun 2013 lalu yang ‘hanya’ $93 milyar.

Investor global saat ini sedang mempersiapkan destinasi utama selama tahun 2017, dimana mereka akan melihat kondisi makro suatu negara (aspek rupiah dan suku bunga menjadi acuan penting). Dalam tulisan saya sebelumnya disebutkan Indonesia sangat berprospek menjadi negara tujuan utama investor global.

 

Growth Drivers

Ekonomi Indonesia tahun ini masih akan banyak di-drive oleh konsumsi masyarakat baik private dan public, dan investasi publik. Target pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi ada di angka 5.1%-5.2%, dengan kisaran inflasi di 3.5%, serta defisit APBN 2.5%. Angka-angka tesebut cukup baik dan akan menjadi concern investor.

Sementara realisasi penerimaan negara dari sisi pajak hanya mampu terealisasi sekitar 87% saja, dengan defisit sekitar 2.5% selama tahun lalu, pendapatan pajak sendiri hanya mencapai Rp 1,546 triliun dari target sebelumnya di angka Rp 1,539 triliun. Target pajak saat ini dianggap sangat krusial karena pemerintah telah mengagendakan pembangunan prioritas selama 5 tahun kedepan dan keberhasilan ini akan sangat dilihat langsung oleh lembaga rating internasional seperti S&P dan Fitch, dimana sangat terbuka kemungkinan Indonesia masuk dalam rating investment grade dan mengalami kenaikan rating dari sebelumnya yang tentu akan meningkatkan persepsi positif di mata investor global.

Kesimpulan:

Bulan Januari ini IHSG cukup berpeluang melaju positif meskipun rally masih akan terbatas mengingat pelaku pasar masih membaca situasi dan data-data ekonomi yang rilis kedepannya. Kepercayaan pasar pada pemerintah terkait target-target dan realisasi jangka pendek sangat menguntungkan bagi terbangunnya optimisme pasar. Hal ini yang dibutuhkan selama bulan ini, meskipun kita mengetahui data PDB AS dan China yang akan rilis di pekan ketiga bulan Januari sangat berpotensi mempengaruhi kinerja IHSG. IHSG range support: 5,240 resistance: 5,380.


Melihat Kekuatan January Effect Bagi


Komentar: 2
  • aaamiinn...semoga bener positif bulan ini. sudah minus banyak sejak november nih...
    Cathy
    4 JAN 2017
  • Amin.....
    Z M Flo
    5 JAN 2017


  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.

Analisa Scalping Gold 27 Februari 2017

Analisa Scalping Gold 27 Februari 2017

Buyer masih terlihat mendominasi pergerakan market Gold. Namun, pilihan untuk strategi saat ini adalah sell.
Analisa Scalping USD/JPY 27 Februari 2017

Analisa Scalping USD/JPY 27 Februari 2017

Kubu seller terlihat mendominasi keadaan market USD/JPY. Dengan data tersebut, maka pilihan strategi yang akan dipergunakan saat ini adalah sell.
Analisa Scalping EUR/USD 27 Februari 2017

Analisa Scalping EUR/USD 27 Februari 2017

Persaingan buyer maupun seller cukup kuat dari sudut pandang indikator zigzag. Berikut analisa dan strategi eksekusi untuk awal pekan ini.
27-28 Pebruari 2017 : Durable Goods Orders AS Dan Perdagangan Selandia Baru

27-28 Pebruari 2017 : Durable Goods Orders AS Dan Perdagangan Selandia Baru

Di samping itu, hari ini akan dirilis juga data Corporate Profits di Australia, M3 Money Supply Eurozone, Pending Home Sales AS dan pidato anggota FOMC Kaplan.
Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan Berlipat

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan Berlipat

Dari ketiga emiten telekomunikasi terbesar di Indonesia, pergerakan harga saham EXCL cukup menarik, dimana YTD telah menguat +27.2%. Apa yang mendasari kenaikan harga saham EXCL yang cukup masif ini?
Saham-Saham Ini Melesat Sejak Awal Januari 2017

Saham-Saham Ini Melesat Sejak Awal Januari 2017

IHSG baru saja memulai perjalanan-nya, namun ada saja saham-saham yang telah melesat melampaui kinerja IHSG yang dihitung secara year-to-date (ytd). Secara ytd IHSG justru minus 0.06%, namun saham-saham ini melesat di atas 50%.

IHSG BEI

Last 27 FEB 11:07 -5,370 (-0.28%)
High 5,393
Low 5,369
Volume 58,067,757
Value(Juta) 1,982,872
Saham Naik 117
Saham Turun 125