Melihat Kekuatan January Effect Bagi IHSG

  By: Aditya Putra   view: 1684
Analisa Saham Mingguan

IHSG mengakhiri kinerjanya selama tahun lalu dengan kenaikan di atas 15%, dan berada pada level 5,296. Saat ini kita telah tiba di tahun baru 2017. Nah bagaimana perjalanan IHSG memasuki tahun 2017 ini? dimana perdagangan telah dibuka dalam 2(hari), dan perjalanan IHSG sejauh ini mengalami penurunan.

Lalu, mencermati outlook di bulan Januari ini mari kita bahas.

January Effect Bagi IHSG

Dalam 15 tahun terakhir kecenderungan IHSG positif cukup besar, meski tidak sebesar bulan-bulan lain. Tercatat kinerja positif IHSG terbesar ada di tahun 2004 dan 2006 lalu, yang selama Januari mampu menguat masing-masing sebesar 8.82% dan 5.93%. Sedangkan kejatuhan IHSG terbesar pada tahun 2003, dan 2011 yang melemah masing-masing sebesar 8.71% dan 7.96%.

Bagaimana dengan Januari tahun ini? pertama kita harus melihat katalis penggerak market baik yang positif dan negatif. Sejauh ini arah pasar masih dalam keadaan menunggu, mencermati poin-poin penting kebijakan ekonomi AS di bawah Trump. Concern masih seputar clue kenaikan suku bunga The Fed, dan harga minyak dunia setelah pembatasan produksi disepakati tahun lalu.

 

Kinerja IHSG Selama 15 tahun terakhir di bulan Januari

Melihat Kekuatan January Effect Bagi

Di pekan ini ada FOMC minutes dan rilis data keadaan pasar tenaga kerja di AS. Pidato Janet Yellen sepekan kemudian akan menjadi fokus pasar, di samping pertumbuhan ekonomi AS dan China yang akan rilis di bulan ini. Beberapa agenda pasar tersebut akan mempengaruhi pasar saham domestik terkait faktor eksternal, di samping pelaku pasar akan fokus pada kinerja keuangan emiten selama tahun lalu serta potensi politik terkait pilkada DKI bulan depan.

Goldman Sachs, salah satu perusahaan keuangan terkemuka di dunia, bahkan berani bertaruh Indonesia akan cukup kuat menghadapi tekanan ketidakpastian global, terutama kenaikan suku bunga AS dan volatilitas nilai tukar rupiah. Meski investor asing terlihat membawa pulang dana sekitar $2.8 milyar di kuartal IV lalu dari pasar saham dan uang, namun kestabilan rupiah tetap terjaga dengan cadangan devisa yang stabil di angka $111 milyar, dibanding tahun 2013 lalu yang ‘hanya’ $93 milyar.

Investor global saat ini sedang mempersiapkan destinasi utama selama tahun 2017, dimana mereka akan melihat kondisi makro suatu negara (aspek rupiah dan suku bunga menjadi acuan penting). Dalam tulisan saya sebelumnya disebutkan Indonesia sangat berprospek menjadi negara tujuan utama investor global.

 

Growth Drivers

Ekonomi Indonesia tahun ini masih akan banyak di-drive oleh konsumsi masyarakat baik private dan public, dan investasi publik. Target pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi ada di angka 5.1%-5.2%, dengan kisaran inflasi di 3.5%, serta defisit APBN 2.5%. Angka-angka tesebut cukup baik dan akan menjadi concern investor.

Sementara realisasi penerimaan negara dari sisi pajak hanya mampu terealisasi sekitar 87% saja, dengan defisit sekitar 2.5% selama tahun lalu, pendapatan pajak sendiri hanya mencapai Rp 1,546 triliun dari target sebelumnya di angka Rp 1,539 triliun. Target pajak saat ini dianggap sangat krusial karena pemerintah telah mengagendakan pembangunan prioritas selama 5 tahun kedepan dan keberhasilan ini akan sangat dilihat langsung oleh lembaga rating internasional seperti S&P dan Fitch, dimana sangat terbuka kemungkinan Indonesia masuk dalam rating investment grade dan mengalami kenaikan rating dari sebelumnya yang tentu akan meningkatkan persepsi positif di mata investor global.

Kesimpulan:

Bulan Januari ini IHSG cukup berpeluang melaju positif meskipun rally masih akan terbatas mengingat pelaku pasar masih membaca situasi dan data-data ekonomi yang rilis kedepannya. Kepercayaan pasar pada pemerintah terkait target-target dan realisasi jangka pendek sangat menguntungkan bagi terbangunnya optimisme pasar. Hal ini yang dibutuhkan selama bulan ini, meskipun kita mengetahui data PDB AS dan China yang akan rilis di pekan ketiga bulan Januari sangat berpotensi mempengaruhi kinerja IHSG. IHSG range support: 5,240 resistance: 5,380.


Melihat Kekuatan January Effect Bagi


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih
Komentar: 2
  • aaamiinn...semoga bener positif bulan ini. sudah minus banyak sejak november nih...
    Cathy
    4 JAN 2017
  • Amin.....
    Z M Flo
    5 JAN 2017


  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.

Rekap 24-28 April 2017: Pemilu Perancis, GDP AS, ECB Dan BoJ Meeting

Rekap 24-28 April 2017: Pemilu Perancis, GDP AS, ECB Dan BoJ Meeting

Data dan peristiwa penting minggu ini adalah pemilu Perancis, GDP AS, Inggris, ECB dan BoJ meeting, CPI Eurozone, Jepang, Australia, indeks CB AS, IFO Jerman, New Home Sales AS, Jobless Claims AS.
EUR/USD & USD/JPY 23 April: Review Teknikal Mingguan

EUR/USD & USD/JPY 23 April: Review Teknikal Mingguan

Tensi geopolitik sedikit melunak pekan lalu setelah China tampaknya berusaha keras membujuk Korea Utara untuk tidak menguji coba rudal balistiknya.
Outlook Teknikal Intraday EUR/USD 21 April Jelang Putaran Pertama Pilpres Perancis

Outlook Teknikal Intraday EUR/USD 21 April Jelang Putaran Pertama Pilpres Perancis

Euro sempat menanjak terhadap Dolar kemarin (Kamis 20 April) dan menyentuh level tertinggi 3 pekan, menyusul hasil polling terbaru yang menunjukkan bahwa kandidat berhaluan moderat, Emmanuel Macron, akan memenangkan pemilu presiden di Perancis.
GBP/USD, EUR/USD : Jum'at, 21 April 2017

GBP/USD, EUR/USD : Jum'at, 21 April 2017

Analisa GBP/USD Analisa GBP/USD ini disusun dengan pola range pada timeframe d1. Analisa teknikal mendeteksi kisaran range pergerakan pair mata uang GBP/USD.Range daily : 1.2735 - 1.2859Sinyal :BUY STOP  di  1.2839  -  TP 1.2859SELL STOP di  1.2755 ...
Intip Peluang Sektor Properti Di Kuartal-II 2017

Intip Peluang Sektor Properti Di Kuartal-II 2017

Pertumbuhan Ekonomi China menggeliat di kuartal-I, didorong oleh sektor baja dan properti, sementara di domestik Indonesia, titik balik sektor properti mulai terlihat baik secara fundamental maupun teknikal.
Sektor Konstruksi Meredup, IHSG Uji Level 5,600

Sektor Konstruksi Meredup, IHSG Uji Level 5,600

IHSG akan melalui fase downtrend dengan indikasi MACD Deathcross yang mendekat. Di sisi lain, sektor konstruksi minim sentimen positif dengan hasil realisasi belanja pemerintah pusat yang turun secara YoY.

IHSG BEI

Last 21 APR 17:07 5,664 (1.23%)
High 5,664
Low 5,599
Volume 102,811,361
Value(Juta) 8,762,146
Saham Naik 189
Saham Turun 137