Aktivitas Manufaktur China Turun Drastis Gegara Perang Dagang

Dampak perang dagang antara China dengan AS mulai mengikis sektor manufaktur China. Indeks PMI Manufaktur bulan Oktober jeblok, Yuan pun melemah terhadap Dolar AS.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - PMI Manufaktur China turun dari 50.8 ke angka 50.2 di bulan Oktober 2018 . Hasil tersebut lebih rendah daripada ekspektasi penurunan ke 50.6. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur China tumbuh dalam level terendah sejak terkontraksi pada bulan Juli 2016 lalu. Pertumbuhan Pesanan Baru (New Order) melambat ke 50.8, lebih rendah dari ekspektasi di level 52. Sedangkan aktivitas pembelian turun tipis ke level 51, juga lebih rendah dibanding ekspektasi di 51.5.

china-pmi-manufaktur

 

Yuan Melemah

Menurut para ekonom, dampak langsung perang dagang terhadap sektor produksi China kemungkinan hanya terbatas. Namun, pengaruh perang dagang terhadap sentimen ekonomi China secara keseluruhan, dapat menimbulkan penurunan yang cukup signifikan. Hal ini mulai tampak dari data-data ekonomi China yang dirilis dalam beberapa waktu terakhir. Merespon laporan tersebut, Yuan China melemah terhadap Dolar AS. Di sesi perdagangan Rabu (31/Okt) siang ini, USD/CNY naik ke 6.967, dari sebelumnya di 6.943.

usdcny

 


Purchasing Managers' Index atau PMI Manufaktur adalah indikator ekonomi yang dibuat dengan melakukan survei terhadap sejumlah Purchasing Manager di berbagai sektor bisnis. Angka indeks PMI tinggi menunjukkan optimisme pelaku sektor bisnis tersebut terhadap prospek perekonomian ke depan.

Pengaruh:

Medium adalah level kedua tertinggi setelah High Impact dalam tingkatan pengaruh suatu rilis data terhadap pergerakan harga. Status Medium artinya data tersebut bisa berpengaruh jika tidak ada rilis data High Impact.

 

Jadwal rilis:
Bulanan, akhir bulan.

Sumber:
CFLP

Data Resmi Selengkapnya Bisa Dilihat Di Sini

285976

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.