Analisa Emas 5-9 November 2018: FOMC Dan Pemilu Kongres AS

Naiknya harga emas minggu lalu disebabkan oleh turunnya indeks USD dan kemungkinan meredanya perang dagang. Minggu ini, emas akan dipengaruhi hasil pemilu kongres AS dan FOMC meeting.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (2 November 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Secara keseluruhan, minggu lalu harga emas bergerak sideways di kisaran level support 1212 hingga 50% Fibo Retracement. Lonjakan emas di akhir pekan disebabkan oleh anjloknya indeks USD hingga di bawah level 96.00. Di samping itu, peluang akan berakhirnya perang dagang antara AS dan China juga mendukung kenaikan harga emas, menyusul rencana pertemuan presiden AS Donald Trump dengan presiden China Xi Jinping pada KTT G20 di Buenos Aires akhir bulan ini.

Analis Wall Street memperkirakan harga emas masih akan bullish minggu ini, tapi secara fundamental, pergerakan harga emas akan dipengaruhi oleh hasil pemilu kongres AS 6 November nanti, dan FOMC meeting 8-9 November. Pada pemilu kongres AS, belum bisa diperkirakan mana yang akan unggul, partai Republik atau Demokrat. Jika terjadi deadlock, akan ada ketidakpastian politik di AS, dan emas akan diuntungkan dari situasi tersebut.

FOMC diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level +2.25%. Pasar akan fokus pada statement, terutama mengenai merosotnya indeks harga saham bulan lalu dan dampaknya pada kemungkinan kenaikan suku bunga Desember nanti.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 5-9 November 2018: FOMC

Chart Daily:

Konsolidasi (terbentuknya inside bar), dengan kecenderungan masih bullish, menyusul terbentuknya bullish engulfing candle. Resistance kuat pada kurva EMA 144 hingga level 1243, dan support kuat pada kurva EMA 34 hingga level 1212:

  1. Harga berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator RSI gagal menembus center line (level 50.0) dan masih berada di atasnya.

Jika ingin konfirmasi, buy jika kurva indikator MACD telah berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.

Level Pvot mingguan : 1227.26

Resistance : 1243.00 ; 1252.20 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1265.80 ; 1273.78 (76.4% Fibonacci Retracement) ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1228.00 ; 1220.00 ; 1212.00 ; 1203.50 ; 1195.23 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 144 dan EMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :

  • Titik Swing High : 1309.19 (harga tertinggi 14 Juni 2018).
  • Titik Swing Low  : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.