Analisa Emas 8-12 Oktober 2018: CPI Dan PPI AS

Harga emas tidak menguat signifikan meski NFP AS di bawah estimasi, karena dibayangi oleh Fed Rate Hike. Minggu ini, pergerakan emas akan dipengaruhi oleh data inflasi AS.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (5 Oktober 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga emas tidak menguat signifikan, meski data Non Farm Payrolls AS September di bawah estimasi dan turun ke level terendah setahun. Pertambahan tenaga kerja bulan Agustus, Juni dan Mei direvisi naik, sementara tingkat pengangguran kembali turun ke 3.7% (terendah sejak bulan Desember 1969). Upah rata-rata per jam m/m stabil di +0.3% dan y/y +2.8%.

Data tenaga kerja bulan September tersebut tentu akan mendukung rencana The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada Desember mendatang, sejalan dengan pidato Jerome Powell. Meski demikian, kenaikan suku bunga ini telah diantisipasi pasar.

Minggu ini, akan dirilis data inflasi AS bulan September, baik di tingkat produsen (PPI) maupun konsumen (CPI). CPI y/y diperkirakan akan turun ke +2.4%, lebih rendah dari CPI Agustus yang +2.7% (terendah dalam 4 bulan).

Selama masih bergerak di bawah resistance 1208, XAU/USD masih cenderung bearish. Tetapi jika menembus resistance 1208-1214, emas kemungkinan akan bergerak bullish dengan resistance kuat berikutnya pada level 1235.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 8-12 Oktober 2018: CPI Dan
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily: Harga emas konsolidasi (terbentuk inside bar) dengan kecenderungan masih bullish. Resistance kuat pada level 1208 hingga 1214.

  1. Harga berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD memotong kurva sinyal (warna merah) dan bergerak di atasnya, diiringi dengan garis histogram OSMA yang berada di atas level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI berada di atas center line (level 50.0).

Level Pivot mingguan : 1198.53

Resistance : 1208.00 ; 1214.04 (level 61.8% Fibonacci Retracement) ; 1226.97 (76.4% Fibonacci Retracement) ; 1235.10 ; 1245.00 ; 1255.50 ; 1265.80 ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1193.50 (38.2% Fibonacci Retracement) ; 1180.69 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14).

Fibonacci Retracement :

  • Titik Swing High : 1247.96 (harga tertinggi 13 Juli 2018).
  • Titik Swing Low  : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.