Analisa Emas Mingguan: Notulen FOMC, CPI AS, Pidato Powell

Harga emas menguat minggu lalu akibat gejolak di pasar saham dan sikap The Fed yang cenderung dovish. Minggu ini, emas akan dipengaruhi notulen FOMC, CPI AS, dan pidato Powell.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (4 Januari 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Sepanjang pekan lalu, harga emas merangkak naik hingga nyaris menyentuh level psikologis USD 1300 per troy ounce, sebelum dihentikan oleh data Non Farm Payrolls AS Desember yang di luar dugaan naik hingga ke level tertinggi 10 bulan. Sempat menyentuh level terendah mingguan pada 1276.50, logam mulia kembali menguat menyusul pidato Powell yang dianggap dovish. Emas akhirnya ditutup pada level 1284.56, atau menguat tipis 0.3% dibandingkan penutupan minggu sebelumnya.

Melonjaknya harga emas selama 3 minggu terakhir tak lepas dari ekspektasi perlambatan ekonomi global yang semakin tampak dengan adanya gejolak di pasar saham, juga sikap The Fed yang berbalik arah dari hawkish ke cenderung dovish. Aktivitas manufaktur di dua negara ekonomi terbesar dunia, AS dan China, diperkirakan akan melambat pada kuartal pertama tahun ini. Hal itu terlihat dari indeks PMI Manufaktur kedua negara tersebut yang turun drastis. PMI Manufaktur China bulan Desember bahkan merosot hingga di bawah level 50.

Sementara The Fed yang memproyeksikan kenaikan suku bunga 2 kali dalam tahun ini, masih akan wait and see, dan akan memantau perkembangan data fundamental terakhir sebelum membuat keputusan. Seperti dikatakan Powell dalam pidatonya di Atlanta akhir pekan lalu, data inflasi akan menjadi pertimbangan penting bagi kenaikan suku bunga berikutnya.

Dari AS, minggu ini akan dirilis notulen meeting FOMC 19-20 Desember lalu, data inflasi bulan Desember, dan pidato Jerome Powell pada acara Economic Club di Washington DC. Notulen FOMC diperkirakan akan kurang berdampak. Pasar akan lebih fokus pada pidato Powell dan data inflasi Desember y/y yang diperkirakan turun hingga +1.9%.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com, untuk minggu ini, 55% pemain Wall Street memprediksi harga emas akan bullish, 30% bearish, dan 15% netral (cenderung bergerak sideways). Sementara 77% pemain Main Street memprediksi bullish, 14% bearish, dan 9% netral.

Secara teknikal, resistance kuat XAU/USD masih pada level psikologis 1300, sementara support kuat pada 1266 hingga 1260.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Emas 7-11 Januari 2018: Notulen

 

Chart Daily:

Dalam 3 minggu terakhir, XAU/USD menunjukkan pergerakan uptrend yang solid. Dari hari ke hari, terbentuk level-level higher high dan higher low, sehingga harga bergerak di dalam channel uptrend yang jelas. Pada hari terakhir pekan lalu, terbentuk bearish engulfing candle yang mengisyaratkan pergerakan bearish. Tetapi Price Action tersebut tidak dikonfirmasi oleh indikator trend.

Jika bar berikutnya menembus level terendah engulfing candle (1276.50), kemungkinan koreksi bearish akan berlanjut, dengan support kuat pada level 1266 hingga 1260 (61.8% hingga 50% Fibo Expansion).

Dari penunjukan indikator trend saat ini, pergerakan harga masih cenderung bullish, dengan resistance kuat masih pada level psikologis 1300. Kecenderungan ini didukung oleh semua indikator trend:

  1. Harga berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR masih berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 1286.49

Resistance : 1286.60 (level 100% Fibo Expansion) ; 1300.00 (123.6% Fibo Expansion) ; 1306.90 (138.2% Fibo Expansion) ; 1313.40 (150% Fibo Expansion) ; 1319.73 (161.8% Fibo Expansion) ; 1327.50 (176.4% Fibo Expansion) ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1276.50 ; 1265.94 (61.8% Fibo Expansion) ; 1259.94 (50% Fibo Expansion) ; 1250.00 ; 1242.50 ; 1232.80 ; 1225.70 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1205.00 ; 1196.18 ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 144 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :

  • Titik 1: 1196.18 (harga terendah 13 November 2018).
  • Titik 2: 1250.00 (harga tertinggi 7 Desember 2018).
  • Titik 3: 1232.81 (harga terendah 14 Desember 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.