Advertisement

iklan

EUR/USD 1.084   |   USD/JPY 150.150   |   GBP/USD 1.266   |   AUD/USD 0.653   |   Gold 2,082.50/oz   |   Silver 22.89/oz   |   Wall Street 38,975.46   |   Nasdaq 16,199.59   |   IDX 7,311.91   |   Bitcoin 62,440.63   |   Ethereum 3,435.05   |   Litecoin 85.08   |   Pola Bullish Falling Wedge XAU/USD terkonfirmasi di grafik 1 Jam, 1 hari, #Forex Teknikal   |   EUR/JPY naik mendekati level 162.70 diikuti oleh penghalang psikologis, 1 hari, #Forex Teknikal   |   USD/CAD melemah mendekati level 1.3560 karena kenaikan harga minyak mentah dan IMP manufaktur AS, 1 hari, #Forex Teknikal   |   Harga emas bertahan stabil di bawah level tertinggi satu bulan yang berhasil disentuh pada hari Kamis, 1 hari, #Emas Teknikal   |   PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) bidik ekspansi hingga 45 cabang, siapkan capex Rp30 miliar, 1 hari, #Saham Indonesia   |   Pertamina Geothermal Energy (PGEO) membukukan laba bersih Rp2.53 Triliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik 28.47% secara year-on-year (YoY), 1 hari, #Saham Indonesia   |   PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menilai laba atau bottom line yang dihasilkan dari bisnis infrastruktur lebih stabil dibandingkan petrokimia, 1 hari, #Saham Indonesia   |   Laba bersih Japfa Comfeed (JPFA) turun 34.52% YoY menjadi Rp929.71 miliar sepanjang 2023, 1 hari, #Saham Indonesia
Selengkapnya

Emas Konsolidasi, Nantikan Data Inflasi AS Pekan Ini

Penulis

Harga emas sedang konsolidasi dengan kecenderungan koreksi bearish. Minggu ini, data inflasi dan penjualan ritel AS akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan tanggal 9 Februari 2024, dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Pekan lalu, harga emas ditutup pada USD2024.30 per troy ounce, atau melemah 0.65% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Harga bergerak dalam range sempit di tengah keraguan pasar akan arah kebijakan The Fed ke depan.

Harga emas tertekan karena menguatnya US Dollar dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun. Indeks US Dolar menguat ke level 104.05 atau tertinggi dalam 2 bulan, sementara yield obligasi US Treasury 10 tahun naik ke 4.18% — tertinggi dalam 2 minggu.

Melemahnya harga emas juga disebabkan oleh pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed. Dalam hal ini, The Fed berpeluang mempertahankan suku bunga acuan pada level tinggi untuk waktu yang lama. Pasalnya, mayoritas pejabat The Fed menegaskan belum akan memangkas suku bunga sampai inflasi benar-benar bergerak turun ke kisaran target 2.0%.

Dalam suatu wawancara pada pekan lalu, ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan pemangkasan suku bunga belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Dikatakan bahwa The Fed akan berhati-hati dalam memangkas suku bunga tahun ini. Harus ada bukti yang meyakinkan jika inflasi melaju ke kisaran 2.0%.

Minggu ini, pasar menantikan data inflasi konsumen (CPI) AS untuk bulan Januari. CPI total y/y diperkirakan turun dari 3.4% menjadi 2.9%, sementara CPI inti y/y diekspektasikan turun dari 3.9% menjadi 3.8%. Selain inflasi, data penting dari AS lainnya pekan ini adalah penjualan ritel untuk bulan Januari.

Survei yang dihimpun Kitco.com menunjukkan sentimen beragam. Sekitar 42% pemain Wall Street memperkirakan harga emas minggu ini akan bullish, 8% bearish, dan 50% lainnya netral atau sideways. Sementara itu, 47% pemain Main Street atau ritel memperkirakan bullish, 22% bearish, dan 31% lainnya netral.

 

Tinjauan Teknikal

Chart Daily

Dari penunjukan indikator trend dan momentum berikut, pergerakan harga sedang mengalami koreksi bearish.

  1. Harga berada di bawah kurva middle band indikator Bollinger Bands.
  2. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OsMA di bawah level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI berada di bawah center line (level 50.0).

Harga akan terus berkonsolidasi hingga menembus salah satu garis pola segitiga. Penembusan dari garis resistance mengindikasikan bullish lanjutan, sedangkan breakout dari support menandakan bearish.

Support kuat ada pada kurva EMA 55 hingga level 2001.69, sedangkan resistance kuat pada level 2067.85 (sekitar 23.6% Fibo Retracement).

Level pivot mingguan: 2027.85

Resistance: 2039.00; 2067.85 (23.6% Fibo Retracement); 2088.31; 2100.00; 2147.98.

Support: 2018.82 (38.2% Fibo Retracement); 2001.69; 1978.44 (50% Fibo Retracement); 1964.07; 1938.78 (61.8% Fibo Retracement); 1911.35; 1889.74 (76.4% Fibo Retracement); 1859.17; 1834.70; 1810.32; 1774.85; 1739.74; 1715.53; 1671.50; 1640.25; 1615.16.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 55; Bollinger Bands (20,2); MACD (12,26,9); OsMA; RSI (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1810.32 (harga terendah 6 Oktober 2023)
  • Titik Swing High: 2147.98 (harga tertinggi 4 Desember 2023)

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
300221
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.