Advertisement

Apakah Powell The Fed Itu Hawkish Atau Dovish?

   By: A Muttaqiena    view: 1014   Berita Forex

Seputarforex.com - Jerome Powell telah dipilih oleh Presiden Donald Trump untuk menjadi pimpinan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) mulai awal tahun 2018 ini, menggantikan Janet Yellen yang usai masa jabatannya. Sehubungan dengan itu, banyak pihak bertanya-tanya mengenai bagaimana pandangannya mengenai kebijakan moneter, dan bagaimana kira-kira pengaruhnya untuk Dolar AS?

Jerome Powell dan Donald Trump

 

Sosok Centrist 

Bagi pelaku pasar finansial yang memerhatikan berita-berita fundamental, tentu sudah tidak asing dengan nama Jerome Powell. Sebelum menjadi Ketua The Fed, ia telah menjabat sebagai salah satu anggota Dewan Gubernur Federal Reserve sejak 25 Mei 2012 berkat nominasi Presiden AS saat itu, Barack Obama. Ia juga termasuk salah satu pengambil kebijakan yang ikut meng-ACC penghentian stimulus moneter masif bersama Janet Yellen, serta menyetujui kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun 2017 lalu.

Sebuah survey atas 30 ekonom yang diadakan setahun lampau, disimpulkan bahwa lulusan Princeton University dan Georgetown University ini lebih condong untuk tidak menaikkan suku bunga (dovish) ketimbang para pejabat The Fed lainnya. Akan tetapi, setelah mengevaluasi opini-opini Jerome Powell sebelumnya, analisa Bloomberg Intelligence menganggapnya sebagai sosok centrist, tidak jauh berbeda dari mayoritas anggota The Fed. Maksudnya, ia bisa mendukung maupun menolak kenaikan suku bunga.

Sebagaimana Yellen, ia diekspektasikan memutuskan kebijakan secara objektif berdasarkan data-data ekonomi. Meski begitu, bukan berarti Powell tidak mungkin membuat kejutan. Oleh karena itu, pelaku pasar akan memantau dengan cermat sesi tanya-jawab dalam testimoni hari keduanya di hadapan Kongres pada hari Rabu besok, 28 Februari, sekitar pukul 22:00 WIB.

 

Kemungkinan Kejutan

Pandangan konsensus analis memperkirakan Jerome Powell akan kembali menekankan perubahan kebijakan bertahap yang dahulu berulang kali ditegaskan oleh Janet Yellen, serta hanya memberi sedikit petunjuk bagi pasar. Selain itu, ia juga kemungkinan menyebut soal pertumbuhan ekonomi dan defisit anggaran AS, serta pendapatnya mengenai laju inflasi AS saat ini.

Berdasarkan draft pernyataan yang sudah beredar, agaknya ada kekhawatiran mengenai laju inflasi yang terus menerus berada jauh di bawah target 2 persen. Namun, ada pula kemungkinan kejutan lainnya.

Kathy Lien, pakar analisa fundamental dari BK Asset Management, menuturkan bahwa Jerome Powell bisa menghebohkan pasar apabila ia mendadak merujuk jumlah kenaikan suku bunga tertentu tahun ini, misalnya tiga atau empat kali. Bilamana hal itu terjadi, maka ada peluang bagi Dolar AS untuk rebound. Namun, jika ia tak memberikan kejelasan tertentu, maka investor boleh jadi menganggapnya sebagai "lampu hijau" bagi ekuitas dan mata uang berisiko.

282592

Retail Sales Kanada Bulan Februari Naik, CPI Justru Melambat Retail Sales Kanada Bulan Februari Naik, CPI Justru Melambat
By Pandawa, 20 Apr 2018, In Berita Forex, View 60
Penjualan kendaraan bermotor seperti mobil dan toko toko barang umum menjadi faktor utama yang mendorong nilai Retail Sales Kanada dimana penjualan mengalami kenaikan pada 4 dari 11 sektor.
Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen Inflasi Inggris Jeblok, Pounds Merosot Nyaris 1 Persen
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 591
Data inflasi Inggris merosot ke terendah dalam setahun, sehingga memangkas kemungkinan suku bunga dan mendorong Poundsterling Merosot.
Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea Dolar AS Menguat Versus Yen Didukung Perundingan Damai Korea
By A Muttaqiena, 18 Apr 2018, In Berita Forex, View 563
Pergerakan harga dipengaruhi Dolar AS yang menguat, antisipasi pasar di tengah upaya perundingan damai Korea, serta masih lesunya data ekonomi Jepang.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1076
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex