10 Negara Penghasil Perak Terbesar Di Dunia

Laju produksi 10 negara penghasil perak terbesar di dunia cenderung lesu lantaran harga merosot terus. Mana saja ke-10 negara produsen perak itu?

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Di era modern, perak sudah tak lagi digunakan sebagai mata uang; tetapi masih banyak orang membutuhkannya sebagai bahan baku industri, perhiasan, serta aset investasi. Oleh karenanya, harga logam bernama latin Argentum (Ag) ini dianggap berpotensi untuk terus meningkat.

Negara-negara penghasil perak terbesar di dunia memegang peran penting dalam pemenuhan semua kebutuhan tersebut, serta turut andil dalam mempengaruhi harga melalui besaran output per tahun. Namun, negara mana saja itu?

Karena duo emas-perak sering disebut bersama-sama, maka banyak orang menganggap bahwa negara penghasil emas tentu juga menambang perak dalam jumlah besar. Padahal, itu salah kaprah. Buktinya, Indonesia yang termasuk salah satu negara penghasil emas terbesar di dunia, justru tidak masuk dalam jajaran 10 negara penghasil perak terbesar di dunia.

 

Daftar 10 Negara Penghasil Perak Terbesar

10 Negara Penghasil Perak Terbesar di Dunia

 

1. Meksiko

Sejarah pertambangan perak di Meksiko telah berlangsung selama lebih dari 500 tahun, bahkan jauh sebelum Spanyol datang dan menjajah negeri ini. Hingga kini pun, Meksiko masih berstatus sebagai negara penghasil perak terbesar di dunia. Pada tahun 2017, produksinya mencapai 5600 metrik ton (mt); naik dari 5360 mt pada tahun sebelumnya. Ke depan, Meksiko diekspektasikan akan menggenjot produksi perak lebih lanjut, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar.

 

2. Peru

Pada tahun 2016, produksi perak Peru mendadak melonjak hingga mengambil alih posisi sebagai negara penghasil perak terbesar kedua dari tangan China. Tahun 2017, produksinya naik lagi sebesar 3 persen ke angka total 4,500 mt. Kelak, Peru bisa menjadi rival ketat Meksiko, karena diperkirakan memiliki deposit perak yang terbesar di dunia saat ini, senilai minimal 93,000 mt.

 

3. China

Berbeda dengan negara penghasil perak terbesar lainnya, China tidak benar-benar memiliki tambang khusus perak. Menurut Investopedia, sekitar 95 persen produksi perak China merupakan byproduct dari penambangan komoditas lain. Meski demikian, pada tahun 2017, China berhasil memproduksi perak sebanyak 2,500 mt.

 

4. Rusia

Rusia merupakan negara yang kaya berbagai sumber daya alam dan paling terkenal sebagai produsen minyak terbesar di dunia. Namun, sebenarnya negeri yang beribukota di Moskow ini juga memiliki deposit perak sebesar 55,000 mt di dalam buminya. Walaupun demikian, upaya eksplorasi masih terbatas, sehingga Rusia hanya menghasilkan 1,600 mt pada 2017, sebagian besar diperoleh dari Tambang Dukat yang berlokasi di kawasan Magadan.

Tambang Perak Dukat, Rusia

 

5. Polandia

Tak banyak yang tahu kalau negeri mungil di Eropa Timur ini menyimpan deposit perak terbesar kedua di dunia setelah Peru. Jumlah depositnya sama dengan Australia. Namun demikian, produksi perak Polandia pada tahun 2017 hanya mencapai 1,400 mt.

 

6-9. Australia, Chili, Bolivia, dan Kazakhstan

Deposit perak Australia sama besarnya dengan Polandia, tetapi produksinya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Per 2017, Australia hanya menghasilkan 1,200 mt perak; padahal pada tahun 2007 sempat mencapai 1,880 mt. Beberapa penyebabnya, antara lain penurunan grade bijih perak dan peningkatan biaya produksi.

Deposit perak terbesar ketiga dikantongi Bolivia. Akan tetapi, eksplorasi di salah satu negara Amerika Latin ini juga belum optimal. Pada tahun 2017, Australia, Chili, Bolivia, dan Kazakhstan sama-sama memproduksi perak sebesar 1,200 mt.

 

10. Amerika Serikat

Produksi perak AS cenderung stagnan dari tahun ke tahun. Pada 2017, total output mencapai 1,020 mt; tak jauh berbeda dari total outputnya pada tahun 2007 yang sebesar 1,260 mt. Namun, karena negara-negara lain cenderung menggenjot produksi perak mereka, maka peringkatnya dalam jajaran negara penghasil perak terbesar terus menerus merosot.

 

Produksi Perak vs Penurunan Harga

Penurunan harga perak sejak pertengahan tahun 2016 telah membuat upaya produksi menjadi kurang menarik bagi banyak pihak. Negara-negara yang memiliki banyak sumber daya lain boleh jadi memilih mengalihkan fokus mereka pada komoditas dengan reward yang lebih baik.

Harga Perak Tahun 2016-2018

Meski demikian, banyak pakar yang optimis kalau harga perak akan meningkat di masa depan, dikarenakan meningkatnya kebutuhan perak dalam pembuatan panel surya dan perhiasan.

"Penggunaan perak pada panel surya telah tumbuh pesat. Permintaan solid karena kebutuhan semi-konduktor, didongkrak oleh ekonomi global yang kuat, telah meningkatkan penerapan perak pada komponen listrik dan barang elektronik. (Di sisi lain) pasokan terus menurun dikarenakan suplai tambang yang lebih rendah dan berkurangnya suplai...akan mendorong harga naik," ungkap analis dari lembaga riset FocusEconomics.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.