Advertisement

iklan

3 Skenario Pasca Corona Dan Kiat Tradingnya

Mulai dari skenario terbaik hingga terburuk, situasi pasca Corona membutuhkan langkah terukur agar trading tetap profitable. Seperti apakah itu?

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Tak dapat dipungkiri, penyebaran virus Corona telah menghadirkan kepanikan fenomenal yang tidak hanya berpengaruh pada sektor kesehatan, tapi juga aktivitas perekonomian. Para trader yang sudah biasa kerja dari rumah menyimpulkan bahwa ada 3 cara untuk bisa menjadi "pemenang" dalam pertarungan menghadapi Corona: cuci tangan minimal selama 20 detik, hindari tempat umum, dan trading di pasar forex. Mengapa?

Skenario Pasca Corona(Baca juga: Menggali Dampak Virus Corona Terhadap Ekonomi Dan Mata Uang)

Ketika pasar lain mengalami gejolak ekstrem yang seringkali menghebohkan, pasar forex justru menampilkan peluang-peluang mengejutkan. Percaya atau tidak, mayoritas kepanikan masif yang menyebar di seluruh dunia adalah hasil blow up dari spekulasi atau bahkan misinformasi. Inilah yang menggerakkan pasar dan bisa menjadi peluang untuk dimanfaatkan.

Dolar AS contohnya, tampak paling bertenaga dibanding Euro, GBP, dan JPY selama pandemi, sehingga membuka peluang optimal bagi trader untuk memanfaatkannya sebagai acuan safe haven. Ditambah lagi, volatilitas tinggi di hampir semua pair menyediakan peluang menarik bagi scalper ataupun swing trader (Baca juga: Menguak Volatilitas Pair Forex Di Tengah Corona).

Para pakar finansial mengungkapkan bahwa pemulihan market pasar Corona bisa terjadi dalam 3 skenario. Apa sajakah itu? Dan Bagaimana memanfaatkannya sebagai peluang trading?

 

1. Best Case Scenario: V-shaped Recovery

V-shaped recovery merupakan skenaro terbaik di mana ekonomi terjun bebas ke area resesi lalu kembali bangkit dalam akselerasi yang cepat. Para trader profesional akan mencari posisi Long ketika volatilitas meningkat saat harga bergerak bearish, dan melakukan profit-taking saat situasi menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Skenario pasca Corona ini diyakini bisa terjadi apabila langkah karantina yang diterapkan di berbagai negara menunjukkan dampak cepat dan mampu memperlambat penyebaran virus secara signifikan. Idealnya, pengumuman vaksin Corona dalam waktu dekat adalah katalis utama yang mendukung terwujudnya skenario ini.

V-shaped recovery(Baca juga: Cara Trading Dengan V-shape Reversal)

Menurut John Hardy, Kepala Strategi FX dari Saxobank, skenario terbaik ini bukannya tanpa cela sama sekali. Gangguan pertumbuhan akan berlanjut di Q2 dan Q3 2020, sehingga pemulihan masih akan menemui jalan terjal. Meskipun begitu, kebijakan rate cut dan stimulus fiskal berskala besar yang sebelumnya diterapkan akan mulai menampakkan efek dan menopang sentimen pasar untuk menciptakan pemulihan berbentuk V.

Menariknya, sebagian besar pemulihan ekonomi yang pernah terjadi menunjukkan V-shaped recovery, terutama apabila faktor pendorongnya bersifat eksternal seperti krisis Corona. Hal ini sesuai dengan anggapan "semakin keras jatuhnya, maka semakin kuat pemulihannya". Situasi pasca bubble dot com adalah contoh nyata V-shaped recovery. Sayangnya, pemulihan itu hanya berlangsung sesaat karena kemudian diikuti oleh insiden 9/11. International Monetary Fund (IMF) adalah salah satu pihak yang meyakini jika V-shaped recovery akan menjadi skenario pasca Corona.

Jika sependapat dengan outlook ini, Anda bisa short USD versus mata uang mayor atau bahkan emerging currencies begitu sentimen pasar berubah positif. Sebelum tanda pemulihan terkonfirmasi, memilih logam mulia sebagai aset safe haven bisa menjadi solusi ideal.

 

2. Base Case Scenario: U-Shaped Recovery

U-shaped recovery pada dasarnya sama seperti skenario pasca Corona di atas, hanya saja membutuhkan waktu yang lebih lama karena terdapat pergerakan mendatar yang berkepanjangan ketika kondisi mencapai bottom di sesi pertengahan.

Ketika penanganan virus Corona membutuhkan waktu yang lebih lama dari perkiraan dan market bertahan dalam kondisi saat ini secara terus-menerus, maka kita akan memasuki resesi yang tak jauh berbeda dari krisis 2007-2009 (atau bahkan lebih parah). John Hardy dari Saxobank berpendapat jika upaya pemberian stimulus dari pemerintah berbagai negara bisa jadi tak berpengaruh banyak terhadap pemulihan aktivitas ekonomi. Pasalnya, risiko penyebaran infeksi virus Corona gelombang dua masih menjadi kekhawatiran berbagai pihak. Namun begitu pemulihan mulai berayun ke arah atas, maka kenaikan yang terjadi bisa lebih signifikan dari V-shaped recovery.

U-shaped recovery

Beberapa pengamat mencermati jika U-shaped recovery merupakan skenario pemulihan yang paling sehat. Meski butuh waktu hingga berbulan-bulan atau bahkan satu tahun penuh, pemulihan ekonomi akan terjadi secara bertahap. Masa pemulihan pasca krisis finansial 2007-2009 menjadi salah satu contoh U-shaped recovery di era modern. JP Morgan, ING, CNBC, dan 50 ekonom yang disurvei Reuters adalah kelompok pakar yang meyakini jika U-shaped recovery akan terbentuk pasca Corona.

Dalam kondisi ini, beberapa ekonom menyarankan long logam mulia saat pasar masih dalam kondisi bearish, dan long Yen Jepang melalui pair USD/JPY. Bagi Anda yang suka "berpetualang", short mata uang negara berkembang versus Yen Jepang juga bisa menjadi pilihan alternatif. Ketika kondisi global mulai pulih, Anda bisa berganti memilih aset berprofil risiko lebih tinggi begitu bank-bank sentral menyudahi kebijakan moneter longgar mereka.

 

3. Worst Case Scenario: L-Shaped Recovery

Dalam skenario terburuk yang bisa terjadi pasca Corona, L-shaped recovery akan terbentuk. Dilihat dari formasinya, skenario ini sebenarnya tak bisa dikatakan sebagai "recovery" karena tak mengindikasikan pemulihan.

L-shaped recovery bisa terjadi apabila dunia tak sanggup mengatasi penyebaran virus Corona. Begitu parahnya pertumbuhan kasus yang terjadi, berbagai negara tak akan sanggup mengangkat kebijakan lockdown sehingga kita akan menghadapi kehancuran ekonomi seperti yang terjadi pada era Great Depression. Kebijakan longgar bank sentral dan stimulus pemerintah tak sanggup mencapai usaha-usaha kecil menengah, pengangguran terus melonjak, dan sinyal pemulihan tak akan muncul hingga akhir 2021.

L-shaped recovery

Di Amerika Serikat, skenario pemulihan jenis ini belum pernah terjadi. Namun, Jepang telah menjalani L-shaped recovery sejak terperosok ke jurang resesi di akhir 1980-an. Faktanya, perekonomian negara itu butuh waktu hampir 20 tahun untuk pulih dan tak pernah bisa mencapai tingkat pertumbuhan sebelum resesi. Barclays meyakini jika L-shaped recovery bisa menjadi salah satu skenario pasca Corona.

Satu-satunya langkah rasional yang bisa diambil dalam situasi ini adalah long JPY dan emas sambil berdoa yang terbaik. Eksposur long sebaiknya ditingkatkan pada sektor-sektor dan instrumen yang diuntungkan oleh penerapan stimulus ekstrem.

 

Menurut Anda, skenario pasca Corona manakah yang akan terealisasi? Dalam menyusun suatu outlook pergerakan harga, Anda tentu tak boleh ketinggalan berita-berita terbaru untuk mengetahui sentimen yang sedang mendominasi pasar saat ini. Oleh karenanya, Anda bisa melihat update berita seputar dampak virus Corona di sini.

292910

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.