OctaFx

iklan

Apa Itu Spekulator Pasar?

124059

Apa itu spekulator pasar? Apa perbedaannya dengan investor dan gambler? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Banyak orang yang tidak menyadari kalau dirinya seorang spekulator. Setiap transaksi yang dilakukan trader akan memiliki kemungkinan apakah permainannya berbentuk spekulasi atau tidak. Di artikel ini, kita akan membahas ciri khusus yang dilakukan oleh seorang spekulator, dan apa itu spekulator pasar.

Dalam pemahaman sederhananya, spekulator adalah seorang trader yang tak ragu menggunakan risiko besar untuk mendapatkan hasil besar. Spekulator pasar berani mengambil risiko besar untuk mengantisipasi pergerakan pasar, dengan harapan meraih hasil besar dengan cepat.

 apa itu spekulator

 

 

Membedah Spekulator Pasar Lebih Dalam

Secara harfiah, spekulasi berasal dari kata specula dalam bahasa Latin, yang berarti sebuah menara pengamatan. Munculnya istilah spekulator didasarkan pada keinginan seorang trader untuk mengamati dan memprediksi harga di masa depan, saat volatilitas pasar sedang tinggi. Aktivitas itu juga berangkat dari keyakinan jika sebuah transaksi dapat menghasilkan profit tinggi, meskipun indikator bisa jadi berkata lain.

Banyak pihak percaya bahwa semua bentuk investasi itu dapat dikatakan sebagai spekulasi, mengingat tidak ada yang benar-benar tahu kemana dan sampai mana market akan bergerak. Namun pada kenyataannya, istilah spekulasi biasanya lebih digunakan pada transaksi yang melibatkan risiko besar. Hal ini tentunya berbeda dengan investor yang selalu mengutamakan pengendalian risiko agar bisa mendapatkan konsistensi dalam jangka panjang.

Menurut John Maynard Keynes, spekulasi adalah sebuah seni untuk mengetahui pergerakan market, bahkan saat market-pun belum mengetahuinya. Contohnya, seorang spekulator pasar membeli 1 lot EUR/USD ketika pasangan ini sedang dalam perjalanan turun. Tindakan melawan arus itu dilakukan atas dasar anggapan bahwa harga (kemungkinan) telah sampai pada titik jenuh jualnya, dan akan naik tak lama lagi.

Seorang spekulator pasar biasanya pandai dalam menganalisa dari sisi fundamental dan teknikal. In any case, spekulator tidak membuka posisinya sambil menutup mata. Jika dilihat dari lamanya membuka posisi, spekulator pasar hampir mirip dengan trader pada umumnya. Ada yang membuka posisinya dalam hitungan menit, ada pula yang membuka posisinya dalam hitungan jam, hari, hingga minggu dan bulan.

Selain itu, spekulator pasar juga biasanya hanya melakukan transaksi pada beberapa instrumen saja. Biasanya, para spekulator hanya menguasai 1 pasangan mata uang. Kapan dan di manapun Anda melihatnya, mereka hanya akan membuka dan mengeksekusi posisi mereka pada pasangan tersebut. Hari demi hari akan dihabiskan dengan mengamati dan memahami pergerakan pasangan tersebut. Dengan tingkat keuletannya, mereka bisa mendapatkan keuntungan ganda dengan menjual dan membeli pasangan tersebut pada titik-titik krusial.

 

Antara Investor, Spekulator, Dan Gambler

Dikutip dari buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham, investor adalah mereka yang melakukan suatu tindakan dengan analisis mendalam, serta mengutamakan keselamatan modal pokok dan pengembalian memadai. Aktivitas di luar itu berarti dilakukan oleh spekulator pasar.

Dari pengertian di atas, jika ditarik garis pemisah antara investor dan spekulator, terdapat sebuah celah kecil. Celah ini muncul pada money management. Investor akan mementingkan keselamatan modal serta return yang baik terlebih dahulu, sebelum berinvestasi pada suatu pasangan mata uang. Sementara itu, spekulator tidak begitu. Kebanyakan spekulator tanpa pikir panjang akan masuk dalam jumlah lot yang sangat besar tanpa perhitungan terlebih dahulu. Selain itu, dikutip dari Investopedia, kebanyakan investor beroperasi dalam jangka waktu lama jika dibandingkan dengan spekulator.

Meskipun begitu, seperti telah dijelaskan di atas, tidak ada yang benar-benar bisa mengetahui ke arah mana pasar akan bergerak, sehingga segala bentuk investasi itu juga merupakan spekulasi. Selain itu, perbedaan paling realistis antara investor dan spekulator pasar ada pada perilaku mereka terhadap pergerakan pasar. Bagi para spekulator, tindakan antisipasi dan pengambilan keuntungan cepat dari pasar dengan fluktuasi tinggi merupakan hal utama. Sedangkan investor tidak terlalu mengambil pusing akan fluktuasi pasa. Mereka sadar bahwa cepat atau lambat harga pasti akan bergerak ke arah prediksi mereka.

Saking tipisnya celah antara investor dan spekulator pasar, ada ungkapan kecil di internet yang berbunyi, "Seorang spekulator hanyalah nvestor yang mengambil risiko besar agar bisa mendapatkan keuntungan besar."

spekulator itu juga investor kok

 

Hal paling berbeda dari keduanya adalah gambler atau mungkin lebih akrab di telinga kita sebagai pejudi. Gambler hanya benar-benar memanfaatkan faktor keberuntungan dan insting pada dirinya. Hal inilah yang sering salah dianggap oleh orang-orang. Banyak orang menyamakan spekulator dengan gambler, padahal spekulator bisa meraih untung miliaran Dolar AS dari hasil spekulasinya, sedangkan gambler hanya bisa profit saat sedang untung. Mereka tidak melakukan analisa ataupun spekulasi, hanya sekedar mengandalkan insting. Jadi kalau sedang apes? Ya siap-siap saja menangguk kerugian besar.

 

Contoh Spekulator Pasar Terkenal

Berikut adalah beberapa contoh spekulator sukses yang membukukan keuntungan besar dari hasil spekulasinya, serta beberapa sosok yang gagal hingga mengalami kebangkrutan.

 

Contoh Spekulator Sukses

  • Andrew Krieger Dan Serangannya Terhadap Dolar NZ

Pada tahun 1987, Andrew Krieger berhasil membukukan keuntungan sejumlah ratusan juta Dolar dari hasil spekulasinya pada Dolar Kiwi. Hal ini bermula dari kehancuran yang terjadi pada pasar saham waktu itu, tepatnya ketika Black Monday membuat Dolar AS terjungkal terhadap hampir seluruh mata uang mayor lainnya. Di saat trader lain sibuk menjual Dolar, Krieger melihat potensi pada Dolar New Zealand. Ia menganggap jika kenaikan pada pasangan mata uang NZD/USD saat itu sudah diambang batas fundamental maupun teknikal, sehingga harus diturunkan.

Dari analisa singkat itu, Krieger dikabarkan menggunakan dana yang sangat besar hingga memaksa Kiwi turun keluar dari zona supply-nya. Penurunan ini disambut baik oleh pengguna pasar lainnya, dan NZD/USD mengalami kemerosotan hampir 5%. Dari penurunan ini, Krieger mendapatkan keuntungan sebesar 300 juta Dolar AS dan menjadi contoh spekulator sukses.

 

  • George Soros Dan Upaya Penghancuran Pound

Pada tahun 1992, tepatnya tanggal 6 September dikenal luas sebagai Black Wednesday. Berbeda dengan Krieger yang baru memanfaatkan Black Monday, George Soros adalah contoh spekulator sukses yang memicu terjadinya Black Wednesday. Ia berhasil meraup 1 miliar Dolar AS dan 'memaksa' pemerintah Inggris untuk keluar dari European Exchange Rate Mechanism (ERM).

george soros

 

Kejadian itu berawal dari keinginan pemerintah Inggris yang ingin mempertahankan tingginya nilai Pound saat itu. Namun dengan tingginya suku bunga dan inflasi, George Soros merasa bahwa nilai itu sudah terlewat tinggi. Dengan bermodalkan dana yang sangat besar, Soros mengambil keputusan untuk menjual Pound. Hal ini diketahui dan berusaha dilawan oleh pemerintah Inggris. Dengan kebijakannya menaikkan suku bunga hingga 2 digit, pemerintah berusaha menarik investor agar tetap berinvestasi pada Pound. Pemerintah Inggris akhirnya menarik diri dari transaksi ini, ketika menyadari bahwa usaha tersebut hanya akan menambah hutang jangka panjang. Buntutnya, mereka pun melepaskan diri dari ERM.

 

Contoh Spekulator Gagal

  • Jesse Livermore Raja Spekulator Yang Berakhir Tragis

Jika Anda seorang trend follower, pasti mengenal contoh spekulator terkenal yang satu ini. Jesse Livermore biasanya dikenal sebagai bapak trend follower serta raja spekulator. Ia telah menelan asam garam trading sebagai spekulator pasar.

Bermula dari kesuksesan membukukan keuntungan sebesar 3 juta Dolar AS pada tahun 1907, Jesse dipaksa mengakui kebangkrutannya 3 tahun kemudian setelah kehilangan hampir 90% total profitnya. Hal ini terjadi karena keputusannya untuk terus menambahkan posisi pada sebuah posisi trading dengan potensi risiko tinggi.

jesse livermore

 

Memulai kembali dengan sedikit modal, Jesse Livermore berhasil mengantongi profit fantastis saat dirinya sukses memprediksi crash yang terjadi pada tahun 1929. Konon, profitnya berjumlah hampir 100 juta Dolar AS, yang saat itu membuatnya masuk ke dalam daftar 10 orang terkaya dunia.

Jika Anda pikir ini adalah akhir yang menyenangkan maka Anda telah salah. Jesse kembali kehilangan uangnya 18 bulan kemudian. Merasa telah menjadi penguasa dunia, Jesse berniat mengulangi kesuksesannya setahun lalu. Namun untuk saat itu, Jesse menderita kerugian penuh pada akun tradingnya hingga terpaksa berhutang pada broker sebesar 5 juta Dolar AS untuk menambal posisinya yang merugi. Hidup Jesse berakhir tragis saat dirinya memutuskan untuk bunuh diri pada tahun 1940 di sebuah hotel di New York.

 

  • John Meriwether: From Zero To Hero And Back To Zero

John Meriwether terkenal akan kisahnya saat bekerja di Long-Term Capital Management (LCTM). LCTM merupakan sebuah lembaga hedge fund yang bertugas mengumpulkan dana dari investor untuk diolah. John merupakan salah satu manager hedge fund di sana. Berbekal teori Fixed Income Arbitrage temuannya, John mampu secara rutin menghasilkan keuntungan sebesar 40% per-bulan.

Hasil yang besar dan konsisten ini sayangnya harus berakhir pada tahun 1998. Krisis yang terjadi saat itu menyebabkan kerugian besar pada LCTM. Dengan total kerugian mencapai 4.6 miliar USD, LCTM terpaksa dibubarkan pada tahun 2000. Hingga saat itu, belum diketahui dengan jelas penyebab bangkrutnya LCTM, mengingat event tersebut berdekatan dengan krisis finansial.

John mariwether

 

John kemudian membuka lembaga hedge fund yang diberi nama JWM Partners. Dengan metodenya yang memanfaatkan leverage besar, John berhasil membukukan keuntungan hingga 3 miliar USD. Namun sayangnya, keuntungan tersebut tidak bertahan lama. Hanya berselang 2 tahun dari prestasinya, John kembali menderita kerugian besar yang membuat lembaga hedge fund-nya harus ditutup lagi.

Dari sinilah banyak orang yang baru sadar bahwa John merupakan contoh spekulator gagal. Hingga saat ini, John hanya dianggap sebagai seorang hedge fund manager biasa yang suka berspekulasi.

 

Belajar Menjadi Spekulator Pasar

Jika Anda saat ini adalah seorang trader forex, maka pada dasarnya Anda harus memilih termasuk pada golongan mana Anda saat ini. Jika Anda memilih menjadi spekulator, maka ada baiknya memulai dengan konsentrasi hanya pada satu pasangan mata uang saja. Habiskan waktu Anda melakukan analisa teknikal maupun fundamental pada pair tersebut; pahami setiap pergerakan dan maksud akhir dari pergerakan tersebut.

Mengenai kurang terjaganya aspek Money Management dari seorang spekulator, ada baiknya jika Anda menyediakan uang dan akun khusus untuk melakukan spekulasi. Namun tetap gunakan akun utama Anda dengan mengatur MM dengan baik. Hasil dari akun utama inilah yang baiknya Anda salurkan sebagian ke akun spekulasi untuk tetap bisa berlatih. Siapa tahu mungkin Anda bisa menjadi the next Krieger atau meniru contoh spekulator sukses seperti George Soros yang menerapkan teori refleksif.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut soal beberapa tokoh ini, selain kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab spesial komunitas berikut.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


Rianto
masak benar investasi jenis bisnis yang kita enggak akan bisa rugi selama bermain dalam aturan? bukannya rugi sudah dijadikan sebagai barang wajar yang mesti dipersiapkan di tiap investasi? so mestinya mengikuti aturan saja enggak cukup dong untuk menghindari rugi.

dan jaminan enggak akan bisa rugi itu rada salah karna dengan begitu berarti sama aja kaya nganggap investasi sebagai jenis usaha yang enggak ada resikonya.

benernya di investasi kita bisa mengontrol resiko lebih baik dengan bermain dalam aturan, beda dengan spekulator yang hanya mementingkan benarnya perkiraan mereka daripada profit jangka panjang,
Nanda Mansuri
Tp ane msh krg bs paham knp spekulator yg ndak ada tujuan investasi tp bs mnghasilkn pofit bsr bgt kyk soros yah? Kl liat aturan main mrk kyknya asal perkirakan aja, tp krn mrk udh ahli jd kbnykn bnr. tp prnahkah mrk nggak bnr dn akhirnya rugi bnyk? Bgmn spekulator bs brthn di pasar forex yah kl dia tdk ada mnjmen resiko? Apa ckp hny dgn mengandalkan modal yg bnyk utk bs jd spekulator?
Dio Subagja
Spekulator juga pastinya pernah salah. Tapi kebanyakan pemain besar yang berperan sebagai spekulator sudah mengantongi banyak pengalaman sehingga kebenaran spekulasi dan tingkat keuntungannya masih bisa diandalkan. Mereka hanya akan bertindak dengan mengambil resiko yang besar jika sudah benar-benar yakin dengan spekulasinya. Ini mungkin juga yang membedakan antara pemain berpengalaman dan pemula. Orang yang berspekulasi di tingkat profesional bisa disebut sebagai spekulator, namun yang sudah banyak berspekulasi di tingkat pemula bisa disamakan dengan penjudi. Mereka yang belum seberapa ahli belum tau benar pergerakan market, dan untuk mengambil tindakan dengan resiko besar pada perkiraan seperti itu sama saja dengan berjudi.
Wanda P
Anumsantoso
Kalo mengartikan spekulator sebagai trader yg hanya masuk beberapa menit, jam berarti para scalper itu juga sama dgn spekulator? Tujuan utama mrk kan untuk manfaatkan pergerakan hrg yg paling kecil, sama juga kayak spekulator yg ambil keuntungan dr fluktuasi psr. Tapi udah sering disebutkan ko scalper itu slh satu tipe trader. Cm dr ciri2 spekulator ini jadi keinget sama scalper yg cara tradingny hampir sama....
Dio Subagja
Gaya trading scalper memang selama ini rawan dengan cara spekulasi, dan sulit untuk mengartikannya sebagai investasi. Namun demikian bukanlah hal yang mustahil bagi scalper untuk berinvestasi dengan gaya trading tersebut, meski dibutuhkan kedisiplinan dan ketelatenan tingkat tinggi untuk mewujudkan profit jangka panjang. Barangkali perbedaannya bisa ditentukan dari konsistensi dan adanya manajamen resiko, dimana scalper yang berfungsi sebagai trader tentunya memiliki pengaturan manajemen resiko dan bisa mempertahankan disiplin trading, sementara scalper yang menjurus pada spekulator tidak mempunyai konsistensi dan tidak memperhatikan pengelolaan modal.
Nugi Prawira
Spekulator baik investor apabila sudah mengerti arah market akan menjadi player sukses