5 Hal Yang Perlu Dipahami Sebelum Berinvestasi

Dimanapun kita berkecimpung; baik itu saham, forex, reksadana, atau bahkan investasi sektor riil seperti properti, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum berinvestasi agar investasi sukses.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Berinvestasi itu gampang-gampang susah. Agar bisa mendapatkan return maksimal, bukan hanya perlu melakukan riset untuk memastikan aset investasi itu benar-benar berpotensi membuahkan profit, melainkan juga mempelajari teknikal agar tahu kapan entry dan exit pasar yang tepat, serta mengontrol psikologi agar tak menanamkan investasi dengan acuan emosi.

Namun, selain faktor-faktor tersebut, sebenarnya masih ada lagi beberapa hal lain yang perlu dipahami agar investasi sukses, dimanapun kita berkecimpung; baik itu saham, forex, reksadana, atau bahkan investasi sektor riil seperti properti. Berikut lima hal yang perlu dipahami sebelum berinvestasi agar investasi sukses.

Investasi Sukses - ilustrasi

 

1. Tak Kenal Maka Harus "Ta'aruf"

Seringkali, orang awam dengan dunia investasi tergiur oleh iming-iming marketing, lalu dengan mudah menanamkan dana-nya untuk membeli sebuah aset investasi. Ini adalah kebodohan fatal. Dalam kejadian seperti itu, ia sama saja memasrahkan masa depan uangnya semata pada "keberuntungan".

Ibaratnya seseorang pergi belanja ke pasar untuk memborong telur tanpa mengetahui bagaimana membedakan antara telur segar dan busuk. Jika beruntung dapat penjual telur yang jujur, ia akan dapat telur bagus. Tapi kalau sial, maka akan dengan mudah tertipu penjual telur busuk.

Anda boleh saja tergiur pada sebuah penawaran investasi sukses, tetapi jangan pernah menyepakati deal di tempat. Beri waktu bagi diri Anda sendiri untuk mempelajari seluk-beluk investasi itu. Dan bila itu berkaitan dengan menitipkan dana pada pihak lain, pastikan "pihak lain" itu legitimate. Sebuah contoh mudah, jika akan bertrading forex, sebelum mendaftar dan deposit di suatu broker maka perlu menyelidiki bagaimana regulasinya, rekam jejaknya, juga bagaimana reputasinya. Justru, lebih baik hindari broker yang perwakilannya mengejar-ngejar Anda untuk deposit.

 

2. "Berpengaruh" Bukanlah "Korelasi Sempurna".

Dalam berita-berita tentang dunia investasi finansial, seringkali disebutkan suatu hal terjadi karena A atau B. Umpamanya dikatakan Dolar Kanada naik karena harga minyak meningkat. Atau harga saham perusahaan X yang notabene dari sektor migas jadi anjlok karena harga minyak murah.

Ya, suatu waktu, dalam jangka pendek, hal seperti itu memang terjadi. Tetapi, itu tak berarti ada korelasi sempurna antara Dolar Kanada dengan harga minyak. Tak berarti juga setiap saat harga saham perusahaan X pasti searah dengan harga minyak. Di lain waktu, bisa jadi seminggu atau sebulan setelah bergerak serentak, boleh jadi arah pergerakan nilainya tak lagi kompak.

Ini ibaratnya seperti melempar koin sembilan kali keluar kepala, ketika dilempar lagi untuk kesepuluh kalinya, apakah pasti akan keluar kepala juga? Tentu tidak. Memang, harga minyak merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai Dolar Kanada dan harga saham perusahaan X, tetapi itu tak berarti ada korelasi sempurna antara mereka. Penting untuk mengetahui fundamental suatu aset, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya, tetapi jangan dianggap itu sebagai ilmu pasti.

 

3. Satu-satunya Yang Pasti Adalah Ketidakpastian

Dari waktu ke waktu, semakin lama berkecimpung di dunia investasi, maka akan makin sering mendengar kata-kata "ketidakpastian meningkat, sehingga bla, bla, bla". Hal seperti ini selayaknya sudah kita terima sebagai sesuatu kewajaran. Kapanpun dan dimanapun, dunia investasi adalah tidak pasti.

Penyebab dari ketidakpastian itu lah yang berganti-ganti. Perhatikan saja, pejabat negara atau pejabat bank sentral sewaktu-waktu akan mengatakan dalam pidato mereka, aspek ekonomi yang ini bagus, tapi kita perlu berhati-hati pada itu, yang satu lagi, atau lainnya lagi. Sebagai investor, kita tak perlu ambil pusing soal ketidakpastian. Cukup berfokus pada hal-hal yang pasti-pasti saja dan bisa kita ikuti.

Kalau ternyata hal yang tidak pasti itu nantinya mengakibatkan kita rugi? Dalam berinvestasi, kerugian itu pun wajar, dan jelas tidak menghalangi banyak orang untuk sukses asalkan menerapkan diversifikasi dan money management dengan tepat.

 

4. Tak Ada Yang Bisa Mengontrol Pasar

Ada banyak sekali skenario konspirasi internasional dan mitos kedigdayaan milyuner-milyuner dunia. Namun, realitanya, tak ada yang benar-benar bisa sepenuhnya mengendalikan pasar. Negara sebesar Inggris bisa "kebobolan" oleh ulah trader terkenal George Soros hingga nilai Poundsterling anjlok parah pada tahun 1992. Tetapi Soros sendiri pernah mengalami loss sebesar nyaris 1 milyar Dolar dalam investasinya di SP 500 Futures pada tahun 1987, kejadian mana termasuk salah satu loss terbesar dalam sejarah trading dunia.

Bagi pelaku investasi kecil-kecilan seperti kebanyakan orang, rasa "bisa mengendalikan pasar" itu hanyalah ilusi. Jadi, seandainya suatu ketika berkali-kali profit, jangan lantas jadi jumawa. Demikian pula, jika ada yang menawarkan skema investasi sukses dengan jaminan pasti return sekian puluh atau sekian ratus persen dalam sebulan, Anda tentu tahu bahwa itu sejatinya tidak eksis. Karena satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian, dan tak ada yang bisa mengontrol pasar.

 

5. Kebiasaan Perlu Diubah Secara Perlahan

Ada yang mengatakan, "Untuk mengubah hidupmu, ubahlah kebiasaanmu". Demikian pula, agar investasi sukses, kadangkala kita perlu merubah kebiasaan diri. Dan "kebiasaan" ini akan mencakup banyak sekali hal, mulai dari soal bagaimana kita memperlakukan uang hingga bagaimana kita menghadapi situasi ketika kita ternyata melakukan kesalahan.

Apabila sebelum mulai berinvestasi, kita biasa menghambur-hamburkan uang dengan tanpa jelas juntrungannya, maka setelah mulai berinvestasi, kita harus belajar untuk selalu memperhitungkan apakah sesuatu itu "worth it" atau tidak. Risiko rugi selalu ada, jadi apakah potensi profitnya setimbang dengan risiko rugi-nya? Pengukuran ini merupakan salah satu kunci investasi sukses.

Apabila sebelum mulai berinvestasi, kita mudah ngambek, ngeles, atau malah mengamuk ketika diberitahu telah melakukan kesalahan, maka seiring dengan meningkatnya "jam terbang" di dunia investasi, semestinya makin baik dalam menangani situasi seperti itu.

Tanpa merubah kebiasaan-kebiasaan bawaan, maka investasi sukses pun cuma mimpi. Tetapi, merubah kebiasaan-kebiasaan itu secara mendadak pun sulit dan jikapun bisa maka biasanya tidak long-lasting. Kebiasaan dibangun dari pengulangan tindakan-tindakan kecil dalam waktu lama, termasuk juga kebiasaan yang tepat menjadi "habit" seseorang agar investasi sukses. Sebagai imbalannya, jika sudah mampu membiasakan diri, maka nantinya Anda bisa menemukan bahwa diri ternyata telah berkembang menjadi pribadi berbeda karena telah "terwarnai" oleh berbagai manfaat sampingan yang lebih dari sekedar uang.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, selain kolom komentar, Anda juga bisa bertanya langsung pada ahli kami di forum tanya jawab berikut.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.