Cara Cerdik Mengelola Kerugian Dalam Forex

122863

Salah satu metode yang telah terbukti ampuh adalah dengan menetapkan kerugian maksimal yang mungkin akan dialami, sebelum anda membuka posisi perdagangan Forex.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu aturan yang paling penting dalam perdagangan Forex adalah sedapat mungkin memperkecil kerugian. Dengan kerugian yang kecil, anda dapat bertahan lebih lama ketika situasi pasar tidak menguntungkan anda dan berada di tempat yang strategis ketika tren pasar berbalik sewaktu-waktu. Salah satu metode yang telah terbukti ampuh adalah dengan menetapkan kerugian maksimal yang mungkin akan dialami, sebelum anda membuka posisi perdagangan Forex.

Kerugian dalam Forex

Yang dimaksud dengan kerugian maksimal adalah sejumlah modal yang siap hilang dalam satu kali trading. Dengan menetapkan kerugian maksimal sebagai persentase terkecil dari rangkaian trading, anda tidak akan berhenti ber-trading ketika terjadi kerugian. Hal ini akan membedakan anda dengan 95% trader (pedagangn) di luar sana yang kehilangan uang karena mereka tidak menerapkan aturan pengelolaan uang yang baik dalam sistem perdagangan Forex mereka. Tidak seperti mereka, anda akan tetap berada di jalur menuju kesuksesan dengan aturan pengelolaan uang ini.

Apa yang akan terjadi jika anda tidak menetapkan kerugian maksimal? Mari kita cermati contoh berikut ini. Bayangkan kita memiliki modal sebesar 1000 USD dan mulai trading dengan nilai 100 USD. Setelah itu, kita mengalami kerugian tiga kali berturut-turut sehingga modal kita menjadi 700 USD. Dengan kerugian sebesar 300 USD, biasanya 95% trader terburu-buru menaikkan bet (sejumlah uang yang ditaruh dalam trading) hingga 300 USD dengan asumsi semakin besar bet,  semakin besar pula peluang meraup keuntungan.

Jika trader memasang margin sebesar 300 USD di trading berikutnya dengan alasan seperti di atas, yang terjadi adalah modal mereka akan semakin menyusut hingga 400 USD. Otomatis, peluang untuk mendapatkan untung justru menjadi lebih kecil. Mereka harus untung sebesar 150% di trading berikutnya hanya untuk break even (mengembalikan modal). Lain halnya jika mereka telah menetapkan kerugian maksimal dan berada dalam kondisi serupa. Peluang mereka tentu tetap akan terjaga.

Berikut ini adalah ilustrasi lain yang menjelaskan mengapa sebagian besar orang merugi ketika mengikuti perdagangan Forex. Katakanlah, kita punya modal sebesar 1000 USD dan mulai trading dengan 250 USD. Dengan kerugian tiga kali berturut-turut, kita telah kehilangan 750 USD dan modal kita hanya sisa 250 USD. Perhitungan matematisnya, kita harus untung sebesar 300% di trading berikutnya agar bisa mencapai Break Even Point.

Dari dua contoh diatas, trader mengalami kerugian karena mengambil resiko terlalu besar dan tidak menerapkan money management yang baik. Harap diingat bahwa tujuan di sini adalah sedapat mungkin mengurangi kerugian dan di saat yang sama mengambil posisi trading yang menguntungkan.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.

Herman
terma kasih atas infonya gan, memang selama ini sya selalu MC, mudah2an dengan info ini saya bisa lebih berhati2 dalam melakukan trading.
Sugi Banget
Jdi bagaimana maksutnya, apakah dgn modal 1000 usd nanti mulai tradingnya ndak boleh lebih dari 100 usd? Tp mskipun begitu klo salah beturut-turut kn juga kedepannya mkn besar beban persentase utk dpat breakeven, mskipun ndak sebesar kalo dngan modal diats 100 usd sih, tapikan sama aja klo lama kelamaan loss itu dikumpulin..
Dwi Setya Wahyu
sama aja gan, kalo modal sama jumlah kerugian sama meskipun nilainya beda presentasinya tetep sama. misal modal 1000 usd terus si a mulai trading 100 usd n si b mulai trading pake nilai 50 usd. si a sama si b sama2 loss 3x. berarti buat trading ke4 mereka sama2 perlu dapet profi 300% lebih gede dari nilai yang ditradingkan itu biar tetep breakeven. itu karna nilai trading segitu mereka relain semua buat loss, ga dimanage supaya bisa loss berapa persen dari nilai itu. yg bikin perbedaan disini kalo seumpama si a mulai trading 100 usd trus dia pake manajemen resiko jadi maksimal lossnya cuma 50% dari 100 usd, maka 3x loss dia cuma kehilangan 150 usd aja, ga sampe 300 usd.
Nasar
betul. yang perlu diperhatikan disini sebenarnya adalah bagaimana membatasi resiko dari setiap nilai yang digunakan untuk trading itu. jadi dalam menentukan nilai resiko maksimal baiknya tidak memperhitungkan seluruh nilai yang ditempatkan sebagai angka kerugian yang akan ditanggung.

jika memulai trading dengan nilai 100 usd, maka usahakan resiko maksimal ada di angka yang lebih rendah dari 100. karena di platform trading sudah ada fitur stop loss dan take profit, semua itu bisa diatur dengan mudah menggunakan perbandingan rasio laba dan rugi.
Sugi Banget
Oh jadi seperti itu maksutnya, ane paham sekarang. Tp karna diforex ini ngitung hasilnya nanti ndak bisa langsung keluar berapa dolar untung ruginya, berarti mesti perkirain dulu berapa pips, ngitung lot, sama leveragenya dulu ya biar tahu yg sebenarnya loss n profit yg didapet itu brp...
Nasar
paling mudah jika sudah mengetahui berapa pips yang dihasilkan dari trading profit atau rugi berapa pips dari trading loss, trader bisa menentukan rasio laba dan rugi yang ditetapkan berdasarkan win ratio dan support resistance.

banyak penjelasan lengkap yang bisa didapat seputar rasio laba dan rugi ini, karena sebetulnya perhitungan rasio tersebut adalah holy grail dalam trading. jadi akan sangat membantu sekali jika trader bisa trading dengan rasio laba dan rugi yang tepat. bahan informasi yang bisa saya rekomendasikan adalah: