Fokus Untuk Menjadi Trader Yang Mumpuni

Trader profesional tidak akan terlalu fokus pada profit. Namun, mereka akan lebih berfokus pada skill dan pengetahuan agar menjadi trader tangguh.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading forex para profesional tidak terlalu fokus pada profit yang bakal diperoleh, seperti halnya para trader amatir. Mereka lebih fokus pada skill dan pengetahuan agar bisa menjadi trader yang tangguh. Daripada menebak profit atau loss yang akan dialami, trader profesional lebih tertarik pada kemampuan membaca pergerakan harga pada trading chart. Fokus untuk menjadi trader yang mumpuni akan membantu Anda meraih sukses dalam trading dengan lebih cepat.


                                 Fokus Untuk Menjadi Trader Yang


Sukses dalam trading lebih ditentukan oleh penguasaan diri

Salah satu ciri yang menonjol dari trader profesional adalah disiplin dalam mengikuti rencana trading, apapun yang terjadi. Hal ini mereka lakukan karena mereka tahu bahwa trading yang dipengaruhi emosi akan merusak rencana trading yang pada akhirnya bisa merugikan. Trader yang mumpuni harus bisa obyektif. ‘Trade what you see, not what you think’, dan Anda akan terhindar dari keterlibatan emosi ketika trading. Lakukan tindakan terbaik yang seharusnya dilakukan untuk account trading Anda.

Ubah fokus Anda dari sekedar memperoleh profit ke fokus menjadi trader yang berkualitas

Secara alami fokus untuk mendapatkan profit dalam trading adalah normal, karena tujuan utama trading tentunya untuk memperoleh profit sebesar mungkin. Namun jika Anda selalu berfokus pada pikiran tersebut, Anda akan cenderung mengabaikan faktor-faktor lain yang sebenarnya lebih penting guna menunjang hasil trading yang konsisten dan memadai.

Fokus pada profit (atau uang) akan merangsang emosi Anda, dan membuat Anda tidak obyektif dalam trading. Hal ini memang sulit dicegah, tetapi dengan mengalihkan fokus pada penguasaan strategi trading dan money management, Anda akan bisa mengurangi pengaruh emosi tersebut. Strategi trading dan money management Anda tuangkan dalam rencana trading, dan Anda akan sulit fokus pada rencana dan proses trading jika pikiran Anda tertuju pada hasil akhir.

Dengan kurang peduli pada rencana trading, Anda akan sulit mengembangkan metode dan strategi trading, dan dengan metode dan strategi yang tidak berkembang maka akan sulit memperoleh hasil yang konsisten, atau dengan kata lain Anda akan berjalan ditempat. Karena pasar forex sangat dinamis, jika Anda tidak mengikuti arus geraknya maka Anda akan tertinggal. Itulah sebabnya para trader forex profesional selalu menimba pengetahuan dari waktu ke waktu.

Memang, profit yang kita peroleh menunjukkan prestasi, atau skor trading yang telah kita lakukan, tetapi itu bisa kita atur dan kita evaluasi dari risk/reward ratio yang kita tetapkan setiap kali entry. Dalam hal profit atau loss, yang penting Anda perhatikan adalah jumlah balance awal yang Anda investasikan untuk trading, kemudian buatlah target yang logis dan realistis berapa persentasi profit yang Anda harapkan per 2 minggu, atau per bulan. Tentu saja Anda bisa mengambil acuan pada hasil demo trading yang telah Anda lakukan.

Dengan hanya berfokus pada besarnya profit akan membuang waktu dan energi, dan membuat trading tidak efisien. Jika Anda ingin menjadi trader forex yang efektif dan tangguh, maka seharusnya Anda fokus pada strategi trading dan money management. Seiring dengan waktu Anda akan terus mengembangkan pengetahuan dan strategi trading, yang akan sangat berdampak pada hasil akhir trading Anda.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Yossi
fokusnya jangan sama profit terus, ibarat berharap sesuatu berlebihan, lebih baik fokus sama dana nya dulu ajah proteksi dana anda dengan risk management, let it profit run
Bodoh
Waduh..ini dah ilmu tingkat dewa nih. Bagi pemula macam saya, masih sangat berat untuk tidak memperhatikan naik turunnya nilai akun. Aplagi yang menyangkut dana pribadi. Ato mungkin ini justru jadi tanda bahwa saya masih harus lebih konservatif dalam mengatur rasio RR ny ya? Supaya jika loss gak sampai kepikiran dan kalo profit juga gak usah dibanggain karena emang dari RR ny dah seminim mungkin. Ato juga memang harus lebih lama pake akun sen supaya pertimbangan untung ruginya gak dibawa ke hati kali yeee..hehehe
Martin S
@ bodoh :
Yang penting risk/reward ratio atau R/R setiap kali trade sebaiknya lebih dari 1:1, misal 1:2, 1:1.5 atau 1:2.5 dsb. Dengan cara demikian dalam jangka panjang probabilitas hasil trading Anda akan positif (profit). Sebagai referensi bisa baca artikel: Jumlah Posisi Trading Dan Risk/Reward Ratio. Kalau masih merasa kurang yakin dalam menerapkan R/R, bisa dicoba dalam account demo dulu
Bodoh
terimakasih pak guru..sepertinya tetep harus pake akun riil deh. kalo pake demo kog kayaknya kurang greget. kadang atau malah sering gak disiplin.
Lani Wijaya
Menurut saya kog tetap harus matang di latihan (akun demo). Jika tidak hati-hati dan mau belajar dari kesalahan..membuka akun riil dan memperdagangkannya malahan berpotensi makin tidak fokus. Pastikan anda mendapatkan rutinitas dari sistem anda. Hingga nantinya saat anda masuk ke akun riil gak akan gagap lagi. Jika memaksa buka akun riil...bukalah seminimal mungkin, jika perlu pake akun micro. Minimalkan resiko. Menantang risiko sih gak ada yang nyalahin..cuma dalam dunia forex..jika anda tidak waspada..maka anda akan dengan mudah dilibas.