Tiga Pertanyaan Populer Trader Pemula

139882

Indikator apa yang paling tepat dipakai trading? Berapa target pip yang wajar didapat trader? Dan timeframe mana yang pas untuk digunakan? Simak jawabannya di sini.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman Rob Pasche, seorang instruktur trading forex, terhadap sejumlah partisipan di kelas trading-nya. Sebagian besar dari mereka adalah trader pemula yang sudah siap membuka account live. Pasche mengajarkan penggunaan platform trading dan beberapa strategi trading sederhana, namun kebanyakan dari mereka mengajukan tiga pertanyaan yang sama. Tidak hanya di kelas itu, di kelas lainnya yang sebagian besar pengikutnya para trader pemula, Pasche juga menerima pertanyaan yang sama.

Pertanyaan Populer Trader Pemula

Sebagai instruktur trading forex, Pasche memahami bahwa seorang trader belum tentu bisa menghasilkan profit kontinyu. Namun, ia pribadi teringat akan tiga pertanyaan populer yang juga pernah ia tanyakan ketika baru memulai trading di account live.

 

Pertanyaan pertama: Indikator apa yang paling tepat digunakan dalam trading forex?

Jawaban singkatnya adalah "tidak ada". Tidak ada satu indikator yang lebih akurat dari indikator lainnya, dan tak ada indikator yang bisa menjamin trader pasti benar dan profitable.

Setiap indikator teknikal dibuat dengan tujuan identifikasi dan prediksi, dan akan profitable bila digunakan dengan tepat. Penggunaan jenis indikator teknikal tergantung pada kondisi pasar, dan trader hendaknya mempelajari tiap-tiap indikator pada beberapa kondisi pasar hingga bisa diperoleh gambaran hingga seberapa jauh akurasi-nya.

Satu hal yang penting diketahui adalah beberapa indikator dihitung dengan rumus berbeda, tetapi penampilannya bisa sangat mirip. Oleh karena itu, trader forex harus memahami jenis-jenis indikator, misalnya ada beberapa jenis indikator oscillator, indikator untuk mengukur kekuatan trend, indikator volatilitas dan sebagainya. Trader hendaknya tahu bagaimana menggunakannya dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan setiap indikator tersebut.

 

Pertanyaan kedua: Berapa pip yang secara wajar bisa diperoleh dalam sehari atau seminggu?

Pertanyaan ini sangat sering dilontarkan, dan kerap kali diulang. "Apakah profit 50 pip seminggu cukup bagi seorang trader full time?", atau "Apakah 250 pip per bulan terlalu tinggi?", atau "Bisakah saya pasang target profit 100 pip setiap kali open posisi?"

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya sia-sia. Dalam trading forex, menentukan target berdasarkan pip yang diperoleh adalah tidak benar dan bisa merusak kinerja trading.

Pasar forex tidak konsisten dan Anda tidak bisa mengatur perolehan Anda selama periode waktu tertentu. Bahkan dengan strategi trading yang sangat canggih pun, Anda bisa mengalami kerugian jika memang kondisi pasar tidak menguntungkan. Anda seharusnya fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan. Hasil trading Anda akan sangat bergantung pada rencana trading yang telah Anda buat, dan bukan pada keputusan untuk membuka atau menutup posisi trading berdasarkan emosi.

 

Pertanyaan ketiga: Time frame mana yang paling pas untuk trading?

Penggunaan time frame trading bisa disesuaikan dengan jadwal dan kesibukan Anda sehari-hari. Ada trader full time yang bisa profit dengan menggunakan semua time frame trading.

Untuk trader dengan metode scalping, time frame yang digunakan biasanya 5-menit dan 15-menit. Untuk swing trader biasa menggunakan 1-hour hingga daily. Sedangkan trader jangka panjang biasanya menggunakan time frame daily dan weekly.

Pada dasarnya, Anda bisa trading menggunakan time frame berapa saja. Hanya saja sebelum membuka posisi trading, sebaiknya Anda konfirmasikan arah trend dengan kondisi pada time frame yang lebih tinggi. Kenapa? karena pergerakan harga pada time frame rendah, apalagi dalam hitungan menit, akan sangat banyak terganggu oleh noise. Agar tak tertipu oleh pergerakan harga yang hanya sementara, tengoklah timeframe yang lebih besar.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Subandi Laksono
Menurut saya timeframe sangat penting, karena hasil analisa bisa berbeda beda dalam time frame yang berbeda. Jadi pastikan time frame anda benar
Ada Aja
yang jadi pertanyaannya si Rob Pasche yang mimpin pelatihannya dia sendiri dah jago blon tradingnya? ato dia cmn hidup dari training for a living bukan trading for a living.. mnurut gw seh mendingan si Rob Pasche tunjukin dlu hasil trading dya gmn ..jadi murid yg baru ga belajar ma orang yang cupu juga.. :D
Martin S
@ada aja :Biasanya orang yang jago trading belum tentu bisa mengajar dan orang yang bisa memberikan training dengan bagus biasanya nggak jago trading. Kalau Anda rajin memantau dunia trading dan investasi baik itu trading saham, forex, futures atau emas, banyak seminar dan training yang ditawarkan dengan harga yang tidak murah, mereka menurut saya memang hidup dari seminar dan training. Diantara mereka memang ada yang menguasai materi dan bisa menyampaikan dengan bagus. Asal bisa bermanfaat, nambah pengetahuan dan nggak bohong sy kira boleh aja ikut. Memang biasanya mereka yang bener2 jago trading nggak mau mengadakan seminar, traing dsb, bagi mereka profit ataupun komisi yang diperoleh dari klien sudah cukup
Riyana
salam knal pak martin..Jadi kalo para trader yang sekarang sampai ke level hedge fund, apakah mereka juga gak pernah ngajar ato bikin acara training? Fokus mereka cuma trading dan mengembangkan asset? Apakh itu puncak karir para trader dunia? Menjadi hedge fund er ato bahkan big spekulator macam opa george sorros?
Martin S
@Riyana: Nggak juga, banyak trader yang telah sukses juga mengajar dan mendedikasikan pengetahuan dan waktunya untuk mengembangkan dunia trading dan investasi.

Mereka bisa mendirikan perusahaan konsultan investasi, menjadi komentator di berbagai media investasi dan bisnis, atau menulis buku, atau terjun di riset dan menciptakan indikator seperti Larry Williams, George Lane (pencipta indikator stochastics), dan lainnya..
Jack Sparrow
buat ada aja : yaa masa seh dailyfx minta orang ngajar ga di cek dulu dia jago ato ganya? logika ajah mennnnn !
Mr Ada Aja
jack sparrow bisa ajah tohh , sapa juga yang tau dia hidup dari training bukan trading .. untuk survive di bidang forex kan ga gampang broowwww
Bejo
gan @ada aja..trainer itu ibarat guru di sekolah ato dosen di kuliahan. Secara dasar keilmuan beliau pasti dah mumpuni donk, makanya beliau dianggap mampu untuk menularkan ilmunya. Nah klo dibandingin dengan para trader sekaliber hedge fund luar sono apalagi para spekulan sekelas opa George Soros, mungki para trainer ini gak nyampe seujung kukunya. Bisa jadi beliau ini juga melakukan trading for a living namun memang gak berhasil sefantastis para opa2 diatas. Tapi lembaga 2 hedge fund pasti membutuhkan jasa mereka untuk mencetak para trader yang akan bekerja di lembaga mereka kan? So itulah sebenarnya (menurut saya) fokus yang dilakukan para trainer ini. Lagi pula, apa mau para opa2 diatas terjun secara langsung di kelas trus buka2 aplikasi Meta trus ngajar tentang berbagai hal2 teknis di dalm aplikasi itu?
Erwin
ada org jkt yg bisa dan jago trading forex ga sih gan?
Martin S
Banyak, tetapi nggak mau nonjolin diri. Biasanya mereka trading sendiri atau kerja di perusahaan-perusahaan investasi besar atau bank-bank besar dengan gaji yang luar biasa gede. Yang bener-bener jago biasanya nggak mau ngadain seminar atau training dsb..
Teri
Aku pikir orang trading itu bisa dipastiin dapetnya. Ternyata cuma ngikutin keadaan pasar to?
Deril Setiabudi
Semua model usaha juga gitu kan? Ikutin minat pasar. Kalo di trading istilahny ngikutin tren. Karena tren yang akan memberi peluang lebih banyak untuk mendulang profit.
Reza Gunardi
Kalau di dunia usaha kog kayaknya tidak seperti itu kenyataanya ya? Pernah dengar ada pencipta tren? Ambil contoh perusahaan otomotif membuat suatu model baru sebelum yang lain masuk ke pasar. Dari situ mereka juga punya potensi besar mendapat untung kan? Justru perusahaan yang mengekor tren tersebut harus berjuang lebih untuk merebut pasar sang pionir.
Bule
Apa kita cuma dilahirkan untuk jadi pengikut? Kasihan bener...hehehe
Martin S
@ Teri:
Hasil trading bisa diperkirakan dengan syarat menggunakan sistem trading yang sudah diuji dan profitable (winning rate-nya diatas 50%), dan menerapkan money management dengan benar.
Ronald
Urusan trading dengan atau melawan tren itu hanya pilihan cara saja sepertinya. Banyak yang sering muncul di forum-forum master itu pada pakai cara melawan tren. Dan yang penting hasilnya tetep profit. Kata kunci itu yang harusnya kita kejar. Bukan terjebak dalam perdebatan tantang cara mendapat profit.
Mr Ujang
Waaa..melawan tren tapi tetep dapet untung? Gimana ilmunya itu gan?
Yongky
Sering-sering mampir ke forum-forum..om. Bertebaran kog teknik mencari fulus dengan berbagai trik melawan tren..hiihihi
Fikri Abdul
Jangan coba-coba main di time frame kurang dari H1. Level di bawah itu cocoknya buat para full time trader. Kelas buat kita-kita gini baru kelas curut. Masih lebih banyak isengnya dari pada serius. Mending pilih time frame D1. Fleksible buat open harian
Joe Septian
Pemula-pemula yang terhormat..sudah sepantasnya kita tidak berfokus pada profit semata. Awal dari perjalanan trading kita harus temukan banyak loss dahulu.

dengan berbagai masalah yang muncul, nantinya akan terbentuk sendiri cara yang tepat bagi kita untuk mengambil untung dari dunia online trading. gak usah buru-buru. Selalu ada peluang untuk kita di masa depan.
Abdul Hamid
pak, menurut Anda apakah saya sebaiknya memulai trading dengan modal berapa persen dari tabungan saya? dan setelah itu apakah lebih baik saya mulai dengan broker tertentu?
Martin S
@ Abdul Hamid:
Besarnya modal relatif, tergantung dari Anda sendiri. Hanya saja kami sarankan untuk tidak menggunakan dana untuk keperluan sehari-hari. Gunakan dana yang sedang menganggur karena trading ada resikonya. Kalau masih tahap belajar bisa dengan modal kecil-kecilan dulu, dan bisa pada broker yang mana saja. Anda bisa memilih salah satu diantara broker-broker yang populer di Indonesia (baca: Daftar Broker Forex Populer di Indonesia). Setelah mencoba akun demonya, pilih mana yang paling cocok. Baca juga: Review Broker Forex
Nasir
Kenapa pak, ketika kita pake akun demo sering profit semakin membesar. Ingin mendapat loss malah dapat profit. Tapi giliran akun live, sering loss daripada profit. Apakah ini sudah di setting oleh pemilik meta trader supaya orang dijebak, trading itu mudah. Begitu sudah akun live, modal kita dicaplok oleh penguasa pasar macam Soros, atau Warrent.
Cathy
Ya iyalah, demo profit karena duitnya disitu gede. Tapi kalau akun live, apa iya pakai duit segede di akun demo? kalau beda, jelas hasilnya beda. Coba demo pakai duit segede akun live aja. Ntar juga loss.
Martin S
@ Nasir:
Pada setiap broker, server akun demo dan akun live memang berbeda, tetapi pergerakan harganya sama. Pebedaan akun demo dan akun live adalah pada kecepatan eksekusinya. Pada akun live kecepatan eksekusi lebih lambat dan bisa terjadi requote. Akun demo diadakan untuk berlatih trading sebelum terjun beneran di akun live. Kalau Anda trading di broker yang diregulasi oleh badan regulator yang kredibel (bukan broker bandar), maka kondisi di akun live akan sama dengan akun demo, kecuali kecepatan eksekusinya. Kalau brokernya mempermainkan harga atau berbuat curang maka akan mendapat sanksi dari badan regulator, bisa sampai pada penutupan broker tsb. Tetapi kalau trading di broker bandar ada kemungkinan pergerakan harga di servernya dipermainkan dan mungkin saja mereka berbuat curang misalnya dengan stop loss hunting karena loss Anda masuk ke kantong broker bandar tsb. Jadi solusinya tradinglah di broker yang sudah teregulasi oleh badan regulator yang kredibel seperti CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MIFID, ASIC dan FMA. Kalau ada kecurangan Anda bisa complain ke badan regulator dengan disertai dengan bukti-bukti yang valid (screenshot dsb). Btw yang mencaplok dana kita bukan Soros atau Warren Buffett, tetapi broker bandar yang curang.
I.nyoman Oka,
Bagaimana dengan treding menggunakan robot,? Tolong jelaskan, dan bagaimana caranya memperoleh perangkat lunak itu,?