Overbought Dan Oversold

100464

Istilah Overbought dan Oversold digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar yang diukur dengan indikator teknikal jenis oscillator.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Apakah Anda pernah mendengar analis yang berkata, "AUDUSD sedang overbought dan karena itu sebentar lagi akan mengalami koreksi" atau "EURNZD sedang oversold dan karena itu akan bouncing"? Apakah Anda mengetahui maksud pernyataan tersebut?

Istilah "Overbought" dan "Oversold" digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar yang diukur dengan indikator teknikal jenis osilator atau oscillator. Osilator adalah sebuah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur harga dengan cara membandingkan harga pair mata uang dan harga historisnya dalam periode waktu tertentu. Dua contoh osilator yang sudah populer di antara para trader adalah Stochastics dan RSI.

Skala kedua indikator tersebut berada di kisaran 0 sampai 100. Ketika Stochastics mencapai tingkat 80, market dianggap overbought. Dan ketika Stochastics mencapai tingkat 20, market dianggap oversold. Sedangkan untuk Relative Strength Index, nilai overbought adalah 70, sementara oversold berada di level 30. Ide dasarnya adalah ketika market mencapai titik over, kemungkinan terjadinya pembalikan menjadi semakin besar.

Namun satu hal yang harus diingat adalah, ketika harga sudah mencapai area over, bukan berarti pembalikan akan secepatnya terjadi. Pembalikan memang akan terjadi, tapi kapan tepatnya belum bisa diprediksi secara pasti oleh osilator. Market yang berada dalam uptrend kuat akan tetap berada dalam kondisi overbought untuk jangka waktu yang lama. Sebaliknya, market yang berada dalam downtrend kuat akan tetap berada dalam kondisi oversold untuk jangka waktu lama. Dengan kata lain, osilator memiliki nilai yang lebih terbatas ketika trending daripada ketika sideway.

Ketika harga market cenderung menurun dan osilator bergerak naik menuju overbought, pembalikan sulit terjadi. Sebaliknya, ketika market berada dalam uptrend dan osilator bergerak ke oversold, pembalikan lebih mungkin terjadi. Berikut ini adalah contoh penggunaan grafik harian EURCAD. Nilai 15,5,5 juga diplot pada grafik yang menggunakan Stochastics Low.

Overbought Dan

Anda dapat melihat bahwa ketika market forex berada dalam downtrend, indikator Stochastics bekerja lebih lama daripada ketika dalam kondisi oversold. Oversold biasanya terjadi dalam market yang mengalami downtrending kuat. Demikian juga halnya ketika Stochastics bergerak naik ke kondisi overbought, market cenderung membalikkan harga dan bergerak ke arah tren yang baru.

Ini adalah salah satu cara bagaimana trader menggunakan indikator untuk mengidentifikasi peluang trading forex. Kunci dari ilustrasi di atas adalah market cenderung menurun. Setelah itu, kita tinggal mencari sinyal jual yang bergerak turun dari titik 80 pada Stochastics Low.

Jika market berada dalam kondisi uptrend, maka yang dicari oleh trader adalah titik oversold pada daerah 20. Jadi, sementara osilator bermanfaat untuk mengidentifikasi peluang trading saat tren dan arah pada indikator memiliki kecenderungan yang sama, maka kemungkinan besar sinyal yang diberikan adalah valid.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Rahmawan Aditya
jelas kalo responx stochastic lama indikator itu kan sifatx lagging, tapi yang bikin penasaran ne napa kok yang lama cuma buat ngidentifikasi reversal downtren aja, sementara pas uptren gampang dikenali reversalx kalo stochastik uda mengarah ke oversold
Syahril
entah kenapa kok stochastic sebenarnya tidak seperti itu ya. baik overbought maupun oversold sama-sama ada kemungkinan reversal harganya lama. mungkin harga trending dengan kuat karena ada faktor lain yang lebih mendukung, seperti fundamental atau sentimen pasar yang lebih kuat. jadi belum bisa dikatakan apakah overbought lebih valid atau oversold lebih bisa diandalkan di stochastic. dicontoh pun sudah terlihat, bukan hanya di level overbought, ketika stochastic oversold (kotak merah pertama) kurva masih ada di range itu terus dalam waktu lama sebelum akhirnya naik ke atas. supaya lebih valid lebih baik jangan gunakan tf kecil. di tf besar arah pergerakan stochastic dan harga mungkin akan lebih mudah terbaca
Yayan Adil
Tp yg ane cermati diatas ada perbedaan gerak jg. Mngkn ini cm brlaku kl pas stochastic oversold tp harga naik?? Sdngkn kl stochastic oversold dn hrg turun reversalnya akan lbh cpt?
Syahril
kalau soal perbedaan arah gerak, akan jauh lebih mudah dipelajari dan diterapkan dengan teori divergence. di sini tidak harus stochastic sampai ke area jenuh overbought atau oversold.

bila ada perbedaan misalkan harga cenderung naik membentuk higher high sedangkan stochastic cenderung turun membentuk lower high maka bisa diambil sebagai sinyal divergence. teorinya bisa dipelajari di divergensi indikator teknikal (1). ini banyak dicap sebagai sinyal leading karena divergence pada oscillator bisa memberi petunjuk selanjutnya apakah tren akan berbalik atau masih berlanjut.
Bambang Priyono
Saat sinyal dari oscillator kurang cepat dalam mengantisipasi harga bisa mengandalkan teori divergen. Itu memang dikhususkan pada penggunaan indikator oscillator yang menggambarkan momentum dari hasil pergerakan pada periode harga sebelumnya.
Abuabu
@bambang: gmn caranya tuh masta? tlg dishare jg utk bljr trdr nubie sprti ane.
Bambang Priyono
Pada dasarnya teori divergen, dan juga konvergen itu menandakan pergerakan oscillator yang tidak searah dengan pergerakan harga. Saat terjadi konvergen, itu artinya saat harga menunjukkan tren yang kuat, oscillator malah menunjukkan pelemahan, sedangkan saat oscillator mengindikasikan penguatan, pergerakan harga malah tidak menandakan trending yang kuat. Sedangkan divergen dilihat dari arah tren pada oscillator yang berlawanan dengan arah tren pada pergerakan harga.
Yule Aje
Emang sip divergence ini sinyalnya bisa dipercaya. Ane juga dah mulai belajar trading pake divergence ini. Walopun masih pake bantuan trendline supaya lebih jelas ngenalin divergensinya. Sejauh ini oscilator paling sip menurut ane MACD, cukup serbaguna palagi kalo digabungin sama histogram.
Dana Sofiana
Dikombinasiin sama indi tren & pivot point ja kayaknya udah cocok. Kalau cuman pakai stochastic aja mah y kurang mantap. Biar sinyal trading jg lebih bisa dikonfirmasi.
Adamsutanto
betul, kaya di gambar dikasih sma juga, jadi lebih jelas ini signal mana yg bisa diambil, klo harga ada dibawah sma berarti bisa ambil entri sell sehabis stochastic turun dr 80. klo harga diatas sma berarti entrinya ambil dari sehabis stochastic naik dr 20.
Meddy Isna
Adakah indikator yang memberi info overbought dan oversold dengan sangat akurat?
Rizal Sf
Anda bisa menggunakan indikator CCI. Tetapi, untuk menghindari kesalahan sinyal, dikombinasikan dengan price action, moving average, resistance dan support. Selengkapnya bisa Anda baca di artikel berikut: Trading Overbought Dan Oversold Dengan Indikator CCI.