OctaFx

iklan

Kapan Buy, Kapan Sell? (Part 1)

Kapan buy dan sell adalah pertanyaan yang umum ditanyakan para trader. Nyatanya, untuk menentukan kapan buy, kapan sell tidaklah sulit.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Jika Anda bergabung dalam forum atau komunitas para trader, baik itu komunitas trader di Telegram, WhatsApp, website, dan lain sebagainya, pasti pertanyaan mengenai kapan buy dan sell sering mencuat.

Tak jarang, pertanyaan ini juga diikuti dengan keluh kesah atau curhatan, kenapa saat melakukan buy, chart-nya malah terun. Sebaliknya saat mereka melakukan sell, chart-nya malah naik. Hal semacam ini tentu akan bisa dihindari apabila seorang trader memiliki pemahaman tentang cara trading forex yang baik. Nyatanya, trading forex itu memang tidak se-simple Buy saat mata uang di harga rendah, dan Sell saat mata uang di harga tinggi.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda jadikan sebagai acuan untuk menentukan kapan buy dan sell dalam forex:

 

1. Gunakan Prinsip Follow The Trend

Ada sebuah pepatah yang mengatakan: follow the trend, trend is your friend (ikutilah trend, trend adalah temanmu). Jadi sebelum melakukan entry, alangkah baiknya jika Anda mengetahui tentang trend yang terjadi saat ini pada market. Setelah Anda mengetahuinya, maka tinggal ikuti saja trend tersebut. Terlihat sederhana menentukan kapan buy dan sell dengan cara ini, tapi pasti Anda bertanya lagi, bagaimana caranya mengidentifikasi trend?

Secara umum, trend dalam forex terbagi menjadi tiga, yakni: uptrend (trend naik), downtrend (trend turun), dan sideways (cederung mendatar dalam kisaran tertentu). Untuk bisa menentukan trend yang sedang berlangsung, buatlah sebuah Trendline. Pertama-tama, tentukan titik level rendah dan level tinggi pada pergerakan harga. Selanjutnya, tarik garis lurus dari High ke High atau Low ke Low. Contoh membuat garis Trendline bisa Anda lihat di gambar di bawah ini:

trend line

(Baca juga: Mari Bermain Dengan Trendline)

Alternatif lain yang bisa Anda lakukan untuk menentukan trend adalah membuat garis support dan resistance. Apabila harga menembus garis support dan resistance tersebut, maka ini bisa menjadi indikasi bahwa trend harga akan berubah arah

 

2. Anda Fundamentalis Atau Teknikalis?

Sudahkah Anda melakukan pencarian jati diri sebagai seorang trader? Pasalnya, Anda perlu mengetahui tipe trader apa Anda, apakah teknikalis atau fundamentalis.

Jika Anda merupakan trader teknikalis, maka gunakanlah sejumlah indikator yang sudah tersedia di platform trading, antara lain Parabolic SAR, Moving Average, Bollinger Bands, dan seterusnya.

Kalau Anda seorang fundamentalis, maka dasar yang harus Anda pakai untuk bertrading adalah ulasan berita ataupun situasi ekonomi yang tengah mendominasi di pasar forex. Di sini, Anda perlu melakukan studi dan mencermati berita mengenai makroekonomi dalam skala global.

 

3. Tentukan Berapa Lama Anda Bisa Hold Posisi

Untuk bisa mengetahui berapa lama bisa hold posisi, Anda harus menentukan terlebih dahulu style apa yang Anda pakai. Apakah Anda seorang Scalper, Intraday atau Swinger?

Scalper adalah trader yang sangat intense (ketat) dalam mengawasi pergerakan mata uang di depan komputer. Biasanya, Scalper didominasi oleh orang yang punya banyak waktu luang untuk menatap chart di layar komputer atau gadget. 

kapan buy dan sell

Intraday adalah trader yang menahan posisi dalam satu hari. Misalnya Anda membuka posisi pada suatu pair di pagi hari, kemudian menutupnya pada sore hari. Ini mungkin cocok untuk Anda yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer, tapi tidak intense mengawasi pergerakan mata uang setiap saat.

Swinger adalah trader yang menahan posisi di pasar forex dalam waktu sehari hingga beberapa hari. Bahkan tipe swinger ada yang menahan posisi berminggu-minggu. Mereka memasang posisi sesuai dengan arah trend untuk meraih profit yang maksimal. 

Time Frame juga bisa dijadikan sebagai patokan apakah Anda ingin membuka posisi untuk jangka pendek atau jangka panjang. Contohnya, trader Swinger atau yang cenderung bermain long term akan memilih Time Frame 4 jam ke atas, sedangkan trader yang cenderung Scalper atau biasa menahan posisi untuk jangka pendek, biasanya akan memilih time frame di bawah 30 menit.

 

4. Jangan Malas Baca Berita

Cara ini cenderung dipakai oleh para fundamentalis, tapi teknikalis pun juga sebaiknya tidak boleh ketinggalan berita forex. Anda perlu memantau perkembangan berita-berita yang berhubungan dengan negara yang mata uangnya yang Anda trading-kan. Alhasil, Anda akan bisa mengidentifikasi trend pasar, dan menentukan kapan buy dan sell dengan lebih mudah.

Secara sederhana, jika ada berita buruk dirilis, berarti mata uang negara tersebut akan cenderung turun. Sebaliknya, berita baik menandakan mata uang negara tersebut akan cenderung naik. Tapi, trader juga perlu mengetahui apakah news tersebut akan memiliki high impact atau hanya berlangsung jangka pendek saja. Membandingkan antara data forecast dan actual yang sehubungan dengan news tersebut juga perlu dilakukan.

 

Penutup

Sampai di sini, Anda mungkin bertanya-tanya adakah cara lain untuk menentukan kapan buy dan sell? Masih banyak cara lainnya yang bisa Anda terapkan. Simak pembahasan selanjutnya di artikel kami selanjutnya.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Ivan Wicaksono
Paling bagus kalo bisa pake ketiga2nya . Analisisnya bakal lebih komplit kan
Faridz
Tapi meskipun diusahakan pake ketiga-tiganya tetep aja karakter trader beda-beda. Ujung2nya pasti analisisnya lebih cenderung ke salah satu jenis aja
Ivan Wicaksono
Maksud ane kan bisa juga tetep pake analisis yang lain walopun sudah fokusnya ke satu analisis aja. Misalnya ane lbh cenderung pake analisis teknikal, tp ane juga masih suka tengok berita ekonomi yg muncul, dan kadang2 juga liat sentimen pasar dulu. Intinya jgn sampe lah salah satu analisis itu sampe diabaikan sama sekali. Semakin bervariasi analisa yang dipake kan jg bs memantapkan hasilnya. Mungkin peluang profit jd terbuka lbh lebar krn hasil analisis kita g hanya didasarkan dari satu jenis analisis aja.
Anum_prasetyo
@ivan: setuju bro, arah pergerakan harga emang ga bisa ditebak. Kadang suka kasih sinyal2 palsu. Kalo pake analisis teknikal aja, kayaknya juga kurang afdol scr setiap ada turun berita yg pengaruhnya kuat pergerakan harga bisa2 aja langsung melonjak. Tapi fundamental jg hrs dibarengi sm teknikal krn teknikal ada perhitungannya yg lbh pasti dan naik turunnya ga bergantung di waktu2 turun berita aja. Kalo analisis sentimen pasar bs jadi pelengkap yg semakin mempertajam analisis.
Jefri Iskandar
Buat yang baru ikutan di forex trading, ikut sentimen pasar bisa jadi cara yang paling aman kalo masih dipusingkan soal teknikal dan fundamental. Biasanya trader bisa belajar dulu dari mengamati tren bearish dan bullishnya, lalu paham tentang efek-efek berita tertentu sama pegerakan harga, dan kemudian mulai sedikit-sedikit mengerti tentang analisis teknikal. Yang paling baik adalah bisa memanfaatkan ketiga analisis secara maksimal. Tapi karena kesukaan tiap orang berbeda, paling tidak jangan melupakan penggunaan dan kontribusi penting dari analisis lain kalo sudah punya perhitungan analisis andalan tertentu.
Synister Gates
just follow trend
Fransisca
mau tanya cara pengaturan bunyi hp di mt4 kalau transaksi kena TP/SL gimana ya?
Ahmed Sar
Selamat siang Trader Fransisca....

Untuk MT4 android ataupun iphone sepertinya belum ada fitur "alert" atau notifikasi jika posisi terkena TP atau SL. Untuk fitur alert posisi ini, biasanya di HP para trader memakai aplikasi Investing atau Trading View.

Semoga membantu...
Anita Ca1995
Kalau melihat poin kedua, sepertinya trading itu simpel sekali ya? tiap hari tinggal baca berita ekonomi saja terus di situs lokal dan situs luar negeri. Pantengin terus berita tentang dollar,euro,jpy, dsb. Klw ada berita buruk, brarti nilai mata uang cenderung turun (PASANG POSISI BUY). klw ada berita bagus, berarti mata uang cenderung naik (PASANG POSISI SELL). Seperti itu ya kak?
Seputarforex
Kalau mau lihat dengan cara simpelnya sih seperti itu kak.
Slamet Priyadi
Ini istilah follow the trend, trend is your friend, apa gak berlebihan min? Soalnya sudah banyak yg mencoba mengikuti tren, tapi tetap saja pasar bergerak di arah sebaliknya, bahkan di arah yg gak disangka2. Apakah trend benar-benar true friend? atau malah menjadi trend itu sebenarnya adalah destroyer friend?
Seputarforex
Pertanyaannya, Anda mengikuti trend dengan cara yang seperti apa? Perlu dipahami bahwa strategi trading dengan mengikuti tren (Trend Following) itu ada konfirmasinya. Tidak melulu hanya dengan membaca indikator MA saja, apalagi dengan hanya melihat arah harga tanpa memperhatikan sinyal teknikal apapun. Salah satu teknik konfirmasi sinyal untuk trading sesuai tren adalah dengan melihat momentumnya. Selain itu, Anda juga bisa mengenali potensi penerusan tren dari konfirmasi dengan sinyal Price Action.
Ululiah
ketika seorang trader telah memiliki identitas sebagai trader fundamentalis, apakah cara dalam menentukan saat-saat buy dan sell menjadi berbeda dengan trader teknikal? lalu jika ada trader yang mengakomodasi kedua pendekatan tersebut bagaimana?
Seputarforex
Tentu saja berbeda mbak @Ululiah, karena pada dasarnya trader Fundamental masuk ke pasar bergantung pada News atau berita Fundamental yang ada saat ini. Sedangkan trader Teknikal masuk ke pasar dengan menggunakan indikator-indikator trading sebagai acuannya. 

Lalu apa yang Anda maksud dengan mengakomodasikan kedua pendekatan tersebut? Apakah maksud Anda adalah menggabungkan analisa Fundamental dan Teknikal? Jika iya, maka hal tersebut sangat mungkin dilakukan. Silahkan klik rubrik Tanya Jawab kami berikut ini untuk informasi selengkapnya:

Tips Jitu Menggabungkan Analisa Fundamental dan Teknikal.