Kenapa Sistem Trading Belum Bisa Hasilkan Profit Konsisten?

281961

Membangun sistem trading umumnya sulit karena trader belum tahu cara evaluasi. Supaya dapat berkembang, ini saatnya untuk Upgrade sistem dengan psikologi trading.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sudah lama trading, coba strategi ini itu, ikut sinyal trading sana sini, tapi koq masih belum bisa menikmati profit konsisten? Kira-kira apa yah yang sering mengganjal kesuksesan trading?

Sebagai trader pemula, pasti pertanyaan di atas sering berkelebatan di pikiran. Apalagi bagi yang sudah mencurahkan banyak modal dan waktu pada akun tradingnya. Itu berarti Anda sudah punya kesadaran bahwa ada yang salah pada aktivitas trading.

Tapi itu baru awalnya. Langkah penting berikutnya, kita harus menilai atau mengevaluasi sistem trading.

evaluasi sistem trading sebagai bagian dari psikologi trading

 


Kenapa Kita Harus Mengevaluasi Sistem Trading?

Bayangkan saja, jika Anda sebagai pemula, tidak memiliki laporan evaluasi dari kegiatan trading. Bagaimana caranya mengetahui di mana biang masalah dari sistem trading yang selama ini dipakai? Menduga-duga saja tidak akan cukup, dan berpindah-pindah sistem trading lain bukanlah solusi tepat.

Itulah alasannya, sama seperti seorang murid atau pelajar, trader juga membutuhkan “raport” untuk mengevaluasi kinerja trading mereka. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui di mana letak kelebihan dan kekurangan sistem trading.

Dengan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan sistem trading, kita bisa mendapat tiga manfaat praktis:

Memperbaiki titik lemah sistem trading.

Hasil evaluasi dapat menyorot kesalahan eksekusi trading yang seringkali terjadi. Misalnya saja, kita bisa tahu pada jam berapa atau pasangan mata uang apa saja biasanya posisi trading mengalami kerugian. Jadi kita bisa memperbaikinya dengan menghindari sumber masalah atau mencari solusi untuk mengatasinya.

Mengetahui pada kondisi pasar dan pair yang menguntungkan.

Kita juga bisa mengetahui pada momen-momen dan pasangan mata uang apa saja, sistem trading mampu memperoleh raihan profit terbaik. Harapannya, sistem trading dapat secara konsisten mengulangi performa baiknya pada situasi spesifik tersebut.

Prediksi target profit dan resiko terburuk.

Poin ini merupakan hasil evaluasi terpenting. Setiap membuka posisi, kita sudah bisa menghitung berapa besar resiko yang harus ditanggung untuk meraih target profit. Dengan begitu, akun trading dapat menghasilkan profit secara konsisten, karena pada dasarnya kita sudah siap menanggung beberapa posisi rugi.

Intinya, setelah melalui proses evaluasi, kita sudah dapat mematangkan sistem trading kita supaya mampu mereproduksi kondisi trading menguntungkan dan menyiapkan skenario untuk menghadapi segala macam kondisi pasar. Semuanya sudah diperhitungkan dengan persiapan matang, sebelum posisi trading dibuka. Begitu pula dengan penutupannya.


Bagaimana Cara Mengukur Performa Trading Saya?

Katakanlah, saat ini Anda baru belajar untuk membangun sistem trading sendiri dan ingin mengetahui performanya. Bagaimanakah cara praktis untuk menguji efektifitasnya?

 

parameter dalam evaluasi sistem trading

 

Pertama, Anda harus mengetahui parameter atau patokan apa saja yang akan dijadikan bahan evaluasi untuk menilai performa sistem trading. Salah satunya adalah dengan mencari persentase kemenangan-nya (Win-Rate).

Parameter Win-Rate didapat dari membandingkan total posisi untung dengan total posisi rugi. Misalnya, dari 20 kali uji coba trading terakhir, didapat total 8 posisi untung dan sisanya, 12 posisi rugi. Berarti sistem trading tersebut memiliki ((8/20)*100%) = 40% Win Rate.

Sekilas, Win Rate ini terlihat rendah dan tidak menguntungkan. Tetapi, di tangan trader profesional, sistem trading dengan Win Rate kecil pun bisa diatur supaya menghasilkan Profit Factor di atas 1, supaya Gross Profit dari total posisi menang lebih besar dari Gross Loss dari total posisi kalah.

Bagaimana caranya?

Trader profesional memiliki formulasi yang mereka kembangkan dari hasil evaluasi trading mereka. Cakupan dari rumus trading tersebut, salah satunya adalah mengatur besaran lot/volume pada setiap posisi berdasarkan modal akun. Dengan rumus tersebut, trader profesional jauh lebih unggul dari trader retail umumnya, karena mereka sudah bisa mengambil ancang-ancang skenario setidaknya tiga Plan (Plan A, B, dan C) untuk setiap posisi trading.

Dengan rumus trading tersebut, trader profesional dapat mempersiapkan posisi trading dengan langkah prosedural dan terhitung pasti, sehingga tidak ada intervensi emosi negatif atau kepanikan dalam menghadapi segala macam kondisi pasar. Itulah alasan kenapa rumus ini disebut rumus psikologi trading.

Nah, sekarang pertanyaan berikutnya; mampukah trader retail umum membangun sistem trading dengan rumus psikologi trading?

 

Bagaimana Caranya Maksimalkan Profit Dengan Rumus Psikologi Trading?

Salah satu cara konvensional untuk menguji dan mengevaluasi sistem trading adalah testing melalui akun demo. Masalahnya, akun demo tidak mewakili kondisi trading pada akun Live. Jadi, ada kemungkinan performa sistem trading dari akun demo tidak dapat direplika ke akun Live. Sedangkan, bila mengetes sistem trading di akun Live langsung, maka ada resiko kerugian riil.

Tenang, masih ada alternatif lain supaya Anda dapat menikmati profit konsisten dari sistem trading tanpa harus coba-coba dulu di akun live. Caranya, Anda dapat belajar menghitung rumus psikologi trading dari sistem trading yang sudah dikembangkan oleh trader profesional.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


M. Yusuf
Hhmmm betul juga, intinya di rapot sih. kalau ga mau bikin raport ya gimana mau cari titik kelemahan sistem trading kita.