Psikologi Trading: Hal Yang Harus Diyakini Trader Agar Sukses

281702

Psikologi trading dan penataan mental itu penting agar trader forex sukses. Namun, seperti apa psikologi trading yang salah dan benar?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader profesional memiliki satu pendapat yang sama: jika Anda tidak bisa mendapatkan keuntungan di pasar forex, maka kemungkinan besar itu bukan karena sistem trading Anda payah, melainkan karena adanya faktor lain seperti kondisi pasar, atau justru diri sendiri. Hal ini menggarisbawahi pentingnya psikologi trading dan penataan mental bagi trader agar sukses. Namun, seperti apa psikologi trading yang salah dan yang benar?

Patrick Stockhausen, seorang trader dan trainer, juga menggunakan psikologi trading ini untuk sukses. Dahulu, ia dibesarkan di sebuah keluarga miskin dan drop out dari sekolah di usia 16 tahun. Namun, berkat pemahamannya mengenai psikologi trading, bisnis, dan manusia; ia berhasil mandiri secara finansial pada usia 30 tahun.

Berbekal dari pengalamannya, ia membantu banyak trader dan investor lain untuk memperbaiki kinerja mereka dengan membentuk pola pikir (mindset) baru, melalui laman takingstock.biz. Ia pun pernah diwawancara oleh Justin Pugley untuk MahiFX, mengenai apa saja kekeliruan mayoritas trader dari segi psikologi trading, serta hal-hal apa saja yang seharusnya diyakini trader agar sukses. Berikut sekilas kutipannya.

Psikologi Trading

 

Kesalahan Trader Pemula Dari Aspek Psikologi Trading

Justin Pugley: Bisakah Anda sampaikan mengenai beberapa kesulitan psikologis yang biasanya dihadapi trader pemula?

Patrick Stockhausen: Masalahnya adalah mereka tidak mencintai trading dan investasi finansial, padahal ini merupakan salah satu karakter penting para trader sukses. Mayoritas trader sukses mencintai apa yang mereka lakukan (trading -red). Ini adalah permainan yang mereka suka memainkannya. Uang hanyalah suatu cara untuk "menjaga skor".


JP: Implikasinya jadi banyak trader baru masuk pasar untuk menghasilkan uang, dan itu masalahnya?

PS: Kebanyakan orang masuk pasar dengan pola pikir konsumen. Dengan demikian, uang memiliki sebuah makna tertentu, seperti sepasang pakaian training, sewa rumah, keluar dari pekerjaan yang membosankan. Karenanya, uang itu bukan tentang seberapa baik mereka bertrading.

Kemudian mereka belajar beberapa analisa teknikal, dan di sinilah dimana mereka mulai melakukan kesalahan. Mereka melihat suatu pola tertentu di pasar, lalu melihatnya seperti mesin slot (judi): ini sinyal saya, maka trading saya pasti sukses.

Padahal, ada perbedaan antara mesin slot dan trading. Pada mesin slot, Anda masukkan uang dulu, lalu berharap pola "kemenangan" muncul. Dalam trading bukan begitu; pola muncul, kita buka posisi, lalu kita perkirakan akan menang.

Namun demikian, trading berdasarkan analisa teknikal tidak didesain untuk memberitahu Anda mengenai apa yang akan terjadi setelahnya. Justru, itu didesain untuk bertaruh pada kemungkinan kemenangan Anda dalam serangkaian trading. Trader profesional menerima hasil yang acak dari setiap posisi trading.

Meski demikian, pemula mementingkan setiap transaksi dan melampirkan makna di setiap posisi trading. Apabila ternyata gagal, mereka mulai menyebut diri sendiri sebagai pecundang atau mengatakan bahwa sistem mereka tidak berfungsi.

 

5 Keyakinan Penting Bagi Psikologi Trading

JP: Jadi, perbedaan antara orang yang trading hanya demi uang dan orang yang trading karena menyukainya; adalah orang pertama lebih jangka pendek dalam pola pikirnya, sedangkan orang kedua mengambil perspektif jangka panjang dalam trading mereka?

PS: Tepat sekali. Hal ini mengenai pencapaian kepuasan; semakin Anda menginginkan kepuasan instan, maka makin jangka pendek lah trading Anda. Jika Anda mampu menunda pemuasan keinginan, maka makin mungkin bagi Anda untuk mengakumulasi kekayaan dan "trading demi trading".

Banyak orang bertrading dengan keyakinan yang salah. Mereka tidak memahami 5 hal fundamental yang perlu mereka yakini agar sukses.

Berikut ini lima keyakinan yang salah tersebut:

  1. Hasil dari setiap trading dan pergerakannya itu telah diketahui. Kita bisa memprediksi pasar.
  2. Anda perlu tahu apa yang akan terjadi, agar bisa menghasilkan uang secara konsisten dalam trading.
  3. Trading yang untung dan rugi terjadi dalam semacam urutan tertentu. Dengan kata lain, mereka tidak mengantisipasi sifat acak di pasar, dimana Anda bisa menemui keuntungan dan kerugian secara berurutan.
  4. Mereka berpikir, ketika sinyal entry muncul dari sistem trading mereka, maka pasti trading yang akan mereka lakukan itu bakal menghasilkan uang.
  5. Mereka berpikir, pola pasar itu konsisten dan handal. Padahal, agar hal itu terjadi, Anda harus memiliki tepat orang-orang yang sama, dalam kondisi persis serupa, melakukan hal-hal yang sama juga. Namun, meski besok akan muncul pola yang sama, (bisa jadi) salah satu pemain pasar besar yang dulu menjadikan pola itu berfungsi, hari ini tidak masuk kerja. Jadi, itu sebabnya pola-pola tidak selalu berfungsi secara konsisten. Memang ada pola-pola di pasar, tetapi mereka bukan aturan yang kaku.

 

Psikologi Trading

 

Itulah lima kesalahan umum yang menjegal kebanyakan trader. Kemudian, ini lima keyakinan yang harus dimiliki trader agar sukses:

  1. Pahami bahwa apa saja bisa terjadi di pasar dan pada setiap posisi trading yang diambil.
  2. Begitu Anda menyadari bahwa apa saja bisa terjadi, maka Anda akan berfokus pada apa yang akan terjadi pada serangkaian trading (bisa 20 kali trading, 30, atau lebih) dan berusaha mendapatkan keunggulan dari situ.

    Trader Richard Dennis misalnya, mulai trading hanya dengan $200 dan berakhir dengan uang $200 juta. Sistemnya hanya menghasilkan uang 35% dari semua posisi trading yang dibuat, tetapi ia punya mindset berdasar probabilitas. Sistem tradingnya mengandalkan segelintir kemenangan besar untuk mengkompensasi banyak kekalahan yang meski sering terjadi tetapi besarannya kecil.

  3. Sebuah keunggulan hanyalah tingginya probabilitas suatu hal terjadi dibanding hal lain. Jadi, Anda bisa saja kalah 65% dari semua trading yang dilakukan (seperti Richard Dennis), tetapi jika Anda lakukan Pyramid, maka kemenangan Anda masih akan menghasilkan banyak uang.
  4. Ada kemungkinan acak antara kemenangan dan kekalahan dalam setiap sistem trading.
  5. Setiap momen di pasar itu unik dan tidak akan terulang kembali.

Selain itu, Anda juga harus bertanggung jawab atas hasil trading Anda sendiri.

 

JP: Bertanggung jawab atas hasil trading itu seperti mengatakan Anda punya kekuatan untuk merubah hasil trading menjadi lebih baik?

PS: Ya, memang Anda punya kekuatan untuk merubah lingkungan Anda.

Namun, dalam trading, ketika Anda mengambil posisi trading dan itu menguntungkan, maka itu adalah karena para trader lain, seringkali trader institusional, masuk ke pasar dan menggerakkannya sesuai dengan perkiraan Anda. Dibutuhkan orang lain untuk menjadikan Anda pemenang. Jadi, dengan kata lain, ini tak ada hubungannya dengan Anda, melainkan tindakan orang lain. Pekerjaan Anda (sebagai trader) adalah mengenali peluang dimana orang lain akan masuk dan menjadikan Anda pemenang.

 

Kondisi Emosional Ideal Agar Trader Sukses

JP: Jadi, pada dasarnya, kelima keyakinan itu adalah suatu cara untuk menyingkirkan ketergantungan emosional orang atas setiap posisi trading, dan menghindari hal-hal seperti mengabaikan Stop Loss, menggandakan posisi trading yang merugi, dan sejenisnya...?

PS: Ya, tepat sekali. Ada serangkaian kejadian, yang menentukan apakah Anda akan menjadi trader sukses atau tidak, dan inilah dimana Anda akan berada: sukes berdasarkan hasil yang konsisten.

Sukses bukan berdasarkan hasil dari satu kali trading saja, melainkan dari banyak trading. Misalnya seperti Richard Dennis, Anda harus berpikir dalam kerangka 100 kali trading, karena tak banyak diantaranya yang menang (hanya 35%). Sedangkan keputusan Anda (baik itu eksekusi yang bagus atau salah, terlambat buka posisi atau menahan posisi setelah kena Stop Loss, dan lainnya) didasarkan pada kondisi emosional Anda.

 

JP: Bisakah Anda jelaskan sedikit mengenai kondisi emosional?

PS: Ada empat ketakutan yang mengacaukan trading orang-orang:

  1. Takut kalah.
  2. Takut salah.
  3. Takut ketinggalan.
  4. Takut meninggalkan uang menganggur.

Orang-orang lebih termotivasi untuk bertindak karena rasa takut daripada rasa rakus. Jadi, Anda melihat pasar bergerak lebih cepat saat menurun daripada saat naik, karena rasa takut itu.

Contohnya, saat pasar bergerak naik, orang-orang seringkali skeptis dan tak memercayainya. Namun, ketika terus menerus naik, orang-orang menjadi khawatir kalau mereka akan ketinggalan profit, lalu melompat masuk.

Anda bisa melihat emosi-emosi ini mengacaukan trader. Dan alasan Anda bisa mendapatkan emosi-emosi ini terletak pada apa yang menjadi fokus Anda dan bagaimana Anda menerjemahkan kejadian-kejadian, yang menentukan kondisi emosional dan aksi Anda.

 

Pola Pikir Orang Kaya vs Orang Miskin: Investasi vs Konsumsi

JP: Banyak trader yang sudah membaca setiap buku tentang trader, tapi belum menghasilkan uang. Apa yang salah?

Psikologi Trading

 

PS: Itu karena mereka tak memiliki mindset untuk mengembangkan kekayaan. Nilai-nilai Anda menentukan apa yang dihargai di dunia. Jadi, Anda harus mementingkan "menyimpan uang", sedangkan kebanyakan orang tidak melakukannya. Anda juga harus menghargai investasi dan mengembangkan kekayaan, serta memiliki beberapa alasan untuk melakukannya. Semakin besar alasan, semakin baik.

Kebanyakan orang mementingkan konsumsi atau gaya hidup. Begitu mendapatkan uang, mereka akan menghabiskannya untuk membeli apa saja yang menjadi alasan mereka mendapatkan uang itu.

Sedangkan bagi seseorang yang mementingkan penciptaan dan pengembangan kekayaan; begitu mereka mendapatkan uang, maka mereka akan menghabiskannya untuk membeli aset.

Orang miskin atau kelas menengah, kebanyakan diantaranya dibebani utang; mereka berpikir orang kaya menghabiskan banyak uang untuk menjadi kaya. Jadi, ketika melihat orang punya uang tetapi tak membelanjakannya, mereka berpikir dia pelit. Orang miskin dan kelas menengah justru membelanjakan uang demi agar merasa kaya.

 

JP: Jadi, inilah bedanya antara orang yang menyukai trading, dengan yang hanya memandang trading sebagai suatu cara untuk menghasilkan uang agar bisa belanja lebih banyak lagi?

PS: Ya, benar sekali. Hanya orang yang suka mengelola uang, memiliki aset, dan mencintai hitung-hitungan dalam melakukannya; yang berakhir kaya dan bebas secara finansial.

 

Psikologi Trading

 

JP: Masalahnya adalah pengembangan kekayaan dan simpanan dan investasi adalah topik yang tidak menarik bagi kebanyakan orang. Jadi, bagaimana Anda mengajak orang-orang untuk menghargai aktivitas-aktivitas ini?

PS: Langkah pertama adalah menyadari apa yang Anda yakini. Orang meyakini banyak hal seperti "uang adalah akar semua kejahatan" atau bahwa "orang kaya pasti sudah melakukan sesuatu yang buruk atau tidak jujur untuk menghasilkan uang" dan lain sebagainya.

Langkah kedua, tanyakan pada Anda sendiri mengenai keyakinan Anda, apakah itu benar atau tidak? Karena semua keyakinan bisa berguna atau tidak, tergantung konteksnya. Jadi, Anda perlu mengenai keyakinan apa yang mengekang Anda. Anda harus menyingkirkan keyakinan yang tidak mendukung dan menyukai hal yang mendukung saja.

Jika Anda memiliki keyakinan negatif mengenai uang, lalu Anda trading itu berurusan dengan apa? Uang!

Apabila Anda memiliki keyakinan seperti "uang adalah akar semua kejahatan" maka Anda menyiapkan diri untuk kalah. Otak Anda tak ingin Anda menjadi jahat, maka akan memandu Anda untuk membuat keputusan trading yang salah, sehingga Anda akan terus mengikuti keyakinan bahwa uang itu pada dasarnya kejahatan.

Keyakinan menciptakan perilaku. Itulah mengapa, sangat penting untuk mengenalinya.

Salah satu alasan mengapa para trader dan manajer Hedge Fund top memiliki psikolog sendiri adalah karena mereka mengenai kalau psikologi termasuk salah satu keunggulan paling powerful yang bisa mereka miliki dalam trading.

Secara mental, melatih aturan sistem trading dalam pikiran Anda, berulang-ulang, adalah sangat penting dalam membantu mengkondisikan pola pikir.

 

Utamakan Psikologi Trading

JP: Sebagai penutup, bagi seseorang yang trading untuk pertama kalinya, apa yang harus lakukan?

PS: Biasanya orang-orang mulai trading dengan mengikuti alur "beri saya sebuah sistem trading". Kemudian mereka mengujinya, lalu baru mengenal Money Management, dan terakhir psikologi trading. Padahal, akan butuh waktu sekitar 10 tahun bagi mereka untuk menguasai trading, jika mereka melakukannya dengan cara itu.

Jika Anda memiliki pola pikir (mindset) yang tepat dan membangunnya lebih dulu, maka mengembangkan kekayaan menjadi seribu kali lebih mudah. Jadi, pastikan bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk trading suatu sistem. Garap psikologi Anda dulu, ubah faktor-faktor tadi, dan sisanya akan menjadi mudah.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.