OctaFx

iklan

Kisah Donald Trump Hingga Menjadi Faktor Utama Penggerak US Dollar

Kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang awalnya diperkirakan menguatkan US Dolar, nyatanya justru melemahkan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Orang mengenalnya sebagai salah satu Presiden Amerika Serikat (AS) yang kontroversial. Tapi tidak banyak yang tahu siapa Donald Trump sebenarnya. Yaa.. sebelum menjadi presiden, beliau melakoni segudang profesi yang jarang dialami banyak orang. Mulai dari pengusaha hingga menjadi artis TV. Yuk mari kita bahas lebih detail mengenai kisah Donald Trump.

 

Donald Trump

 

Biografi Donald Trump

Donald Trump lahir pada tanggal 14 Juni 1946, Jamaica Hospital Medical Center, Queens, New York City. Anak keempat dari lima bersaudara. Bersekolah di Kew-Forest School (Sekolah Dasar) hingga tamat. Pada usia 13 tahun, oleh orang tuanya dimasukkan ke New York Military Academy, sebuah sekolah asrama di New York.

Setelah 5 tahun berada disana, tepatnya pada tahun 1964, Trump memulai studi di Fordham University. Karena teinspirasi oleh kesuksesan developer William Zeckendorf, Ia pun pindah ke Wharton School Universitas Pennsylvania, jurusan Real Estate, karena tidak banyak universitas menawarkan jurusan tersebut. Donald Trump kemudian lulus tahun 1968 dengan gelar Bachelor of Science di bidang ekonomi.

 

Young Trump

 

Kisah Donald Trump pun berlanjut. Pada usia 30 tahun, Trump menikah dengan model asal Ceko, Ivana Zelnickova, di Gereja Marble Collegiate, Manhattan. Pasangan ini melahirkan tiga anak, yaitu Donald Jr (1977), Ivanka (1981) dan Eric (1984). Namun, mereka bercerai pada tahun 1992 akibat perselingkuhan Trump dengan artis Marla Maples, yang kelak menjadi istri kedua Donald Trump.

Tahun 1993, Trump dan Marla Maples menikah dan dikaruniai seorang putri, Tiffany. Kisah pernikahan Donald Trump dengan artis asal AS ini pun berakhir pada tahun 1999.

Setelah sempat melajang selama 6 tahun, pada tahun 2005, Trump menikah dengan Melania Knauss, seorang model Slovenia. Ini merupakan pernikahan ketiga Donald Trump. Penikahan ini melahirkan seorang anak laki-laki, Barron. Melania Knauss lah yang kini mendampingi Trump sebagai ibu negara AS.

 

Kisah Kesuksesan Bisnis Donald Trump

Tak lama setelah lulus kuliah tahun 1968, tepat di usia 22 tahun, Trump pun memulai bisnisnya. Karir Donald Trump dimulai di bidang Real Estate. Selama tiga tahun, Trump, bersama ayahnya, Fred, mengelola perusahaan Real Estate, Elizabeth Trump and Son, yang notabene adalah bisnis keluarga Trump. Hingga akhirnya pada tahun 1971, Trump sepenuhnya memimpin perusahaan tersebut dan mengubahnya menjadi The Trump Organization.

Sebelas tahun kemudian, tepatnya 1982, Trump masuk ke daftar 400 orang kaya versi majalah Forbes dengan estimasi kekayaan mencapai 200 juta dolar. Perusahaannya meliputi bidang Real Estate, Hotel, Lapangan Golf, dan Kasino. Inilah dekade keemasan Donald Trump; sebelum akhirnya pada tahun 1990, karir bisnisnya mulai meredup.

Perusahaannya mulai jatuh satu per satu. Paling menyakitkan adalah Trump Taj Mahal, perusahaan pertama Trump yang gagal bertahan. Trump harus rela menjual kapal pesiarnya sepanjang 282 kaki, serta pesawat pribadinya, The Trump Shuttle. Dia juga harus melepaskan 50 persen kepemilikan saham Trump Taj Mahal, walaupun tetap mengelola properti tersebut.

Perlahan namun pasti, Trump berusaha memperbaiki keuangan The Trump Organization. Langkah terpenting yang dilakukannya adalah ketika dia membeli sebuah gedung di kota Manhattan, Bank of Manhattan Trust Building. Ia membeli gedung ini seharga 10 juta USD pada tahun 1995. Setelah direnovasi, ia menggadaikan gedung ini senilai 160 juta USD untuk membiayai bisnis lainnya. Pada tahun 2006, Forbes menaksir harga gedung tersebut mencapai 260 juta USD.

Karirnya sebagai publik figur juga mulai bangkit setelah ikut terpuruk pada tahun 1990-an. Momen kebangkitannya ketika dia menjadi pembawa acara sebuah Reality Show "The Apprentice", pada tahun 2003. The Apprentice merupakan sebuah acara pertunjukkan skill bisnis yang dimiliki kontestan. Berbagai sumber menyebutkan, bahwa Trump menerima 3 juta USD per episode.

Namanya yang mulai tenar, membuat Trump berpikir untuk melisensikan namanya di dunia bisnis. Dia "menjual" namanya ke beberapa pengembang Real Estate. Forbes mencatat, total nilai dari bisnis lisensinya mencapai 500 juta USD.

 

Menjadi Presiden Amerika Serikat

Trump mendeklarasikan dirinya sebagai kandidat Presiden AS di Trump Tower, Manhattan, pada bulan Juni tahun 2015. Dalam pidatonya, Trump mengusung poin-poin penting, diantaranya imigrasi illegal, hutang AS, dan terorisme. Slogan populernya adalah "Make America Great Again".

Tahun 2016, Trump mendaftarkan dirinya sebagai nominasi presiden AS melalui Partai Republik. Trump resmi menjadi satu-satunya nominasi presiden AS dari Partai Republik setelah mengalahkan 16 kandidat lainnya. Ia pun berfokus ke pemilihan umum. Pada tanggal 8 November 2016, Donald Trump mendeklarasikan dirinya sebagai presiden AS, setelah mengalahkan kandidat utama Partai Demokrat, Hillary Clinton.

 

Pengaruh Donald Trump Terhadap Pergerakan USD

Banyak yang mengatakan, Donald Trump sangat mempengaruhi dolar. Memang setiap presiden AS selalu punya pengaruh terhadap Dolar, tapi tidak sebesar Donald Trump. Ya.. Donald Trump sangat populer, baik di kalangan Trader Institusional maupun Trader Ritel. Bahkan sebutan "Trump Trade" seringkali kita lihat di berbagai Livestream Trading, artikel, berita, dan forum.

Trump Trade adalah sebutan sebuah strategi trading dalam menghadapi pidato Trump baik itu sebelum pidato dimulai, ketika pidato berlangsung, dan setelah pidato berakhir. Karena pidato Trump memiliki dampak yang jangka waktunya tidak bisa ditentukan, hal ini berlaku pula pada strategi ini.

Yang paling berpengaruh dari Presiden AS ke-45 ini adalah kebijakan-kebijakannya yang kontroversial.  Berikut beberapa kebijakannya dan pengaruhnya terhadap dolar (Trump Effect). 

 

1. Meningkatkan Stimulus Fiskal - terutama pada Infrastruktur dan Pertahanan.

Peningkatan belanja pemerintah diharapkan menyebabkan kenaikan inflasi, sehingga suku bunga juga ikut naik. Hal ini dapat mendorong kenaikan USD.

 

2. Menurunkan tarif pajak bagi perusahaan sebesar 20%.

Jika tarif pajak turun, maka diharapkan perekonomian tumbuh lebih cepat. Hal ini juga dapat mendorong kenaikan USD.

 

3. Menghapus peraturan-peraturan yang memberatkan perusahaan-perusahaan AS.

Penghapusan ini mendorong perusahaan AS tumbuh lebih cepat, karena mengurangi biaya dan waktu bagi perusahaan dalam mengurus legalitasnya. Sehingga, diharapkan semakin banyak perusahaan lokal AS berkembang lebih cepat dan diharapkan muncul perusahaan-perusahaan baru. Hal ini pun diharapkan mendorong kenaikan USD.

 

4. Meningkatkan lapangan pekerjaan.

Tumbuhnya lapangan pekerjaan akan menaikkan aktifitas perekonomian AS, sehingga diekspektasikan mendorong kenaikan USD.

 

5. Renegosiasi atau keluar dari NAFTA.

Dalam perspektif Donald Trump, Amerika Serikat dirugikan oleh kesepakatan NAFTA, khususnya karena masuknya tenaga kerja Meksiko tanpa dikenai bea masuk. Apabila AS Keluar dari NAFTA, berarti AS dapat memberlakukan pajak bagi pekerja asing dari Kanada dan Meksiko, sehingga diharapkan dapat menaikkan pendapatan pemerintah dan mendorong kenaikan USD.

 

Dengan melihat kebijakan-kebijakan Trump, nampak jelas bahwa dolar diharapkan menguat selama era Trump. Dan memang, dolar mengalami apresiasi beberapa bulan setelah Trump memenangkan pemilihan umum. Namun, tak lama setelah Donald Trump terpilih, tepatnya 2 Maret 2017, dolar mengalami titik balik. Dolar mulai turun secara konstan dari 102.26 menuju titik terendahnya selama 3 tahun terakhir di titik 90.28.

 

USD Performance

 

Melihat grafik di atas, sejak Trump terpilih menjadi Presiden AS, Dollar Index turun sebesar -11.71% dari titik tertingginya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah ada faktor lain yang menyebabkan dolar jatuh? Tentu saja ada faktor lain yang menyebabkan dolar turun. Namun faktor terbesar yang menyebabkan dolar turun secara konsisten adalah.. Donald Trump.

Semenjak Trump naik menjadi presiden, Investor Global merasa tidak nyaman berinvestasi di AS. Meskipun program kebijakan-kebijakannya terlihat sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi AS, tetapi belum tentu kebijakan-kebijakannya bisa diterapkan tanpa hambatan. Di sisi lain, kebijakan-kebijakan tersebut justru mengkonfrontasi kepentingan banyak pihak lain. 

Investor menilai kebijakan Trump terlalu kontroversial dan beresiko tinggi. Misalnya keinginannya untuk keluar dari NAFTA. Meskipun dalam kerangka NAFTA, AS selalu defisit dan Meksiko surplus, tetapi dengan keluar dari NAFTA, maka akan memunculkan resiko yang lebih besar lagi, yakni melonggarnya hubungan bilateral AS dan Meksiko, serta adanya resiko beberapa perusahaan besar AS yang terganggu bahkan kolaps akibat kuatnya ketergantungannya dengan Meksiko atau Kanada. Hal ini akan memunculkan ketidakstabilan ekonomi bagi AS.

 

Penutup

Itulah sekelumit kisah Donald Trump. Seorang Presiden AS yang begitu mempengaruhi pergerakan USD, hingga mengalami depresiasi secara konsisten sejak dia menjabat sebagai presiden AS hingga sekarang.

Nafier Khan mengenal trading forex sejak 2016. Berdasarkan pengetahuan yang telah digali, kemudian menulis liputan seputar forex dan keuangan umum dengan misi untuk memperluas wawasan pembaca.


Sandi Nugroho
Wah kalo dolar turun terus gara-gara Si Donald Trump ini, berarti dia bisa dikatakan presiden yang gagal gak sih?