Advertisement

iklan

7 Transaksi Trading Paling Fenomenal Sepanjang Masa

Mulai dari kisah menakjubkan Jesse Livermore, aksi George Soros yang menggemparkan, hingga prediksi John Paulson yang mendatangkan miliaran profit, inilah 7 transaksi trading paling fenomenal sepanjang masa.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Sejarah pasar finansial diliputi dengan berbagai pasang surut, mulai dari krisis hingga boom yang memiliki siklusnya masing-masing. Dari segala kondisi tersebut, terdapat trader-trader legendaris yang dengan cerdas mampu membaca pasar dan mengeruk keuntungan dari saat-saat tak teduga.

Uniknya, transaksi trading yang mereka lakukan pada awalnya banyak diragukan dan cenderung kontroversial. Namun pada akhirnya, para tokoh dunia ini mampu mencengangkan pasar dengan profit fenomenal yang mereka peroleh.

Nah, artikel ini akan mengungkap kisah menakjubkan di balik transaksi trading fenomenal dari trader-trader tersebut. Dilansir dari situs mytradingskills[dot]com, ini dia 7 kisah trading paling legendaris yang pernah terjadi di pasar finansial.

 

7. Transaksi Short-Selling Jesse Livermore

Jesse Livermore adalah legenda dalam dunia trading. Di awal abad ke-20, sosok penuh skandal ini menjual saham-sahamnya tepat sebelum gempa bumi melanda San Francisco. Keuntungan yang didapatnya dari transaksi trading ini mencapai 3 juta Dolar AS.

Ketagihan dengan kesuksesan itu, Jesse Livermore pun kembali mencari peluang Short saham, kali ini dengan melakukan aksi jual sebelum terjadinya market crash di tahun 1907. Tak ayal, profit beruntun dari 2 posisi tersebut membuatnya semakin kaya raya, dan memungkinkannya untuk bertaruh dengan dana yang lebih besar di tahun 1929.

Periode inilah yang menandai masa keemasan Jesse Livermore. Setelah mendeteksi peluang terjadinya kembali market crash, ia tak ragu untuk menjual semua sahamnya pada tahun 1929. Aksi yang sekilas terbilang nekat ini terbayar manis dengan profit sebesar 100 juta Dolar AS. Jumlah yang tentu saja fantastis pada masanya.

Transaksi trading fenomenal jesse livermore

(Baca juga: Pelajaran Trading Dari Sang Raja Spekulan, Jesse Livermore)

Dengan 3 keberhasilan menjual saham di saat yang tepat, Livermore praktis mempopulerkan transaksi short-selling sebagai salah satu strategi trading andalan. Para profesional di masa kini juga tidak sedikit yang mengimplementasikan prinsip-prinsip fundamental Livermore untuk memanen cuan dari aksi jual. Tak heran, Jesse Livermore hingga saat ini dikenal sebagai "Bapak Short-Selling".

Walaupun terkesan berisiko tinggi, Livermore sebenarnya penuh perhitungan sebelum menggerakkan transaksinya. Ia juga tak pernah terburu-buru memasang posisi.

"Jangan pernah mengantisipasi dan bergerak tanpa konfirmasi market - sedikit terlambat dalam transaksi trading adalah 'asuransi' yang menjamin apakah Anda benar atau salah." - Jesse Livermore

 

6. Prediksi Black Monday Paul Tudor Jones Yang Membawa Berkah

Meskipun tak berguru secara langsung pada Jesse Livermore, Paul Tudor Jones mengerti benar bagaimana cara memanfaatkan ajarannya. Di tahun 1980, Jones mendirikan Tudor Investment Corporation. Hanya berselang 7 tahun setelahnya, ia dengan sukses mengandalkan prinsip Livermore untuk memprediksi insiden Black Monday.

Tak tanggung-tanggung, perusahaan Paul Tudor Jones meraup lebih dari 100 juta Dolar AS dari aksi jual yang diterapkan untuk mengantisipasi market crash tersebut.

Transaksi Trading Paul Tudor Jones

(Baca juga: Nasehat Trader Sukses Paul Tudor Jones Bagi Pemula)

Tidak seperti Jesse Livermore yang gagal mempertahankan kegemilangannya di akhir hayat, Paul Tudor Jones masih berjaya hingga dekade ini. Pada Maret 2014, kekayaannya diperkirakan mencapai 4.3 miliar Dolar AS. Jones juga masih aktif menyuarakan pandangannya terkait pasar finansial di berbagai media.

"Market hanya bergerak dalam trend sekitar 15 persen (dari total fluktuasinya); selebihnya, pasar hanya bergerak sideways." - Paul Tudor Jones

 

5. Transaksi Trading Andrew Hall "Si Dewa Minyak"

Berbanding terbalik dari 2 kasus sebelumnya, transaksi trading Andrew Hall justru sukses menangguk profit dari posisi Long jangka panjang. Ia tidak berjibaku di pasar saham, tapi mendalami pasar minyak yang menurutnya sudah sangat oversold di tahun 2003.

Transaksi Andrew Hall bermula dari posisinya di Phibro, salah satu divisi trader komoditas Energi di Citigroup. Hall yang paham betul bagaimana histori naik turun harga minyak, berupaya memaksimalkan pengetahuannya untuk meraih profit besar.

Transaksi Trading Andrew Hall

(Baca juga: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Minyak Dunia)

Ketika harga minyak jeblok ke level $30 per barel di tahun 2003, Hall justru menempatkan posisi Long dan dengan berani memprediksi jika komoditas tersebut akan membubung ke $100 dalam 5 tahun berikutnya. Estimasi itu terbukti benar, dan Citigroup pun mengoleksi pundi-pundi keuntungan yang melimpah.

Sayang, bank raksasa tersebut justru mangkir dari kewajibannya membayar bonus Hall yang sebesar 100 juta Dolar AS. Citigroup kemudian malah membubarkan Phibro, sehingga perjalanan Andrew Hall bersama Citigroup berakhir hanya setelah satu transaksi trading fenomenal.

Sampai saat ini, nama Andrew Hall masih dikenal sebagai "Sang Dewa" di kalangan trader minyak. Belakangan, ia mengungkapkan pernyataan penting seputar perkembangan trading minyak. Menurutnya, sistem trading otomatis telah merusak dinamika di pasar komoditas ini.

"Berinvestasi di minyak dalam kondisi pasar saat ini dengan pendekatan yang hanya berbasis pada fundamental sudah semakin sulit. Tampaknya, kesulitan ini akan terus bertahan di masa-masa mendatang." - Andrew Hall

 

4. Sepak Terjang John Arnold Menggulung Perusahaan Hedge Fund

Trader ini telah merasakan berbagai macam pengalaman di pasar energi, termasuk mendatangkan profit sejumlah 750 juta Dolar AS bagi Enron, sebuah perusahaan kontroversial yang kisahnya diulas dalam sebuah film dokumenter terkenal.

John Arnold kemudian membangun perusahaan Hedge Fund sendiri bernama Centaurus Advisors. Dikenal sebagai salah satu trader energi sukses, Arnold dengan jeli menganalisa kondisi fundamental Natural Gas sebelum menjual saham-saham yang ia perkirakan bakal terpengaruh oleh kondisi tersebut.

Di saat yang sama, perusahaan rival bernama Amaranth LLC justru meyakini bila harga Natural Gas akan meroket karena berkurangnya pasokan di musim dingin 2006. Sebaliknya, Arnold berpandangan bahwa musim dingin tahun itu tidak akan terlalu berefek bagi suplai Natural Gas.

Transaksi Trading John Arnold

Pada akhirnya, prediksi Arnold terbukti benar, dan ia pun mendulang keuntungan hingga 125 juta Dolar AS. Mayoritas profit itu bisa dikatakan datang dari kerugian Amaranth yang begitu besar hingga membuatnya gulung tikar.

John Arnold saat ini telah pensiun dari profesi Hedge Fund Manager. Ia lebih memilih berinvestasi sendiri pada ladang-ladang pembangkit tenaga surya dan pengembangan kilang minyak di semenanjung Meksiko. Per tahun 2019, sosoknya menempati urutan ke-261 dalam daftar tokoh terkaya versi Forbes. Total kekayaannya diperkirakan mencapai 3.3 miliar Dolar AS.

"Sistem pasar finansial begitu kompleks hingga membuatnya mustahil untuk diprediksi oleh trader manapun." - John Arnold

 

3. Spekulasi George Soros Yang Sukses Menjebol Pertahanan Pound

Siapapun yang mengenal dunia finansial, bahkan meski cuma sekilas, pasti pernah mendengar nama George Soros. Sosok yang menggemparkan dunia finansial pada dekade '90-an ini bisa dikatakan melakukan aksi gila dengan bertaruh melawan Pound dan perekonomian Inggris.

Namun jika ditelusuri lebih lanjut, tindakan itu sebenarnya bukan suatu hal gila karena semua langkah Soros didasari oleh perhitungan dan analisa yang matang. Selain itu, Soros memiliki insting yang terbentuk dari puluhan tahun pengalamannya di pasar finansial.

Ketika ia melihat bahwa Inggris tak akan mampu mempertahankan nilai Pound di atas standar minimal European Exchange Rate Mechanism (ERM), ia pun tak segan melakukan aksi jual Pound dalam volume luar biasa besar. Saking besarnya, saat itu ia sampai perlu berhutang dulu untuk membiayai posisi sell-nya.

Transaksi Trading George Soros

(Baca juga: 10 Aturan Trading Inspiratif Dari Kutipan George Soros)

Perjuangan itupun terbayar indah, karena George Soros mendapat profit fantastis hingga lebih dari 1 miliar Dolar AS. Di sisi lain, Bank of England yang gagal mempertahankan nilai tukar Pound akhirnya mundur dari sistem ERM. Insiden ini kemudian dikenal sebagai "Black Wednesday".

Kini, pria berjuluk "the man who broke the pound" ini menjadi salah satu tokoh legendaris dan sering dimintai saran oleh pemerintah dari berbagai negara terkait kebijakan fiskal.

"Pasar selalu berada di sisi keserakahan (greed) atau ketakutan (fear). Dari dua hal itu, keserakahan masih lebih baik daripada ketakutan, selama keserakahan itu tidak di luar kendali." - George Soros

 

2. "Ngalap Berkah" Dari Krisis Finansial 2009 Ala David Tepper

Ketika dunia dibelit oleh krisis finansial 2009, para investor ramai-ramai menjual aset berisiko tinggi, terutama saham bank-bank. Selain sektor properti, perbankan memang mendapat banyak sorotan negatif dalam masa krisis tersebut.

Anehnya, David Tepper justru memborong saham-saham bank besar seperti Bank of America dan Citigroup. Investasinya ini diawali dari analisa di awal tahun 2008. Ketika itu, ia yakin jika saham-saham blue-chip akan menanjak. Namun karena krisis finansial yang mulai menerjang di tahun tersebut, Tepper merugi hingga 25%. Bukannya mundur dan menarik investasinya, ia justru menambah posisi di saham perbankan yang saat itu berharga sangat murah.

Setelah beberapa waktu berlalu dan pemerintah AS melakukan intervensi untuk "menyelamatkan" bank-bank besar yang dianggap too big to fail, saham perbankan kembali naik, dan David Tepper pun mengantongi profit hingga 4 miliar Dolar AS.

Transaksi Trading David Tepper

Apa yang terjadi bila krisis finansial kala itu tidak memancing pemerintah AS untuk turun tangan? Tentu saja Tepper akan rugi besar. Namun perspektifnya sebagai manajer Hedge Fund berpengalaman telah terbukti dapat diandalkan. Ia bisa menafsirkan dengan akurat bahwa krisis akibat subprime mortgage crash kala itu akan terus membesar hingga membutuhkan bailout dari pemerintah AS.

Transaksi trading fenomenal itu tak ayal menjadikan pendiri Appaloosa Management ini sebagai salah satu investor legendaris. Menurut Forbes, nilai kekayaan Tepper di tahun 2018 mencapai 11 miliar Dolar AS.

"Kami sebenarnya tidak membeli aset bernilai tinggi. Kami membelinya sebelum menjadi aset bernilai tinggi." - David Tepper

 

1. Gerak Cepat John Paulson Sebelum Krisis Finansial

Jika Anda pernah menonton film The Big Short, mungkin Anda masih ingat dengan tokoh Michael Burry yang menjadi fokus utamanya. Ia dikisahkan mendapat profit besar setelah dengan sukses memprediksi krisis finansial 2009, dan membeli CDS (Credit-Default Swap) sebagai "asuransi" jika pasar subprime mortgage merosot. Ketika bubble pasar tersebut pecah di era krisis, tentu saja pemilik CDS seperti Michael Burry mendapat keuntungan berlimpah.

Namun sebenarnya, CDS untuk pasar subprime mortgage pertama kali diinisiasikan oleh John Paulson. Ia secara langsung mengunjungi bank-bank besar, termasuk Bank of America, untuk membuatkannya CDS yang secara tidak langsung membuatnya bertaruh melawan pasar subprime mortgage.

John Paulson

(Baca juga: The Big Short - Kisah Fenomenal Di Balik Krisis Finansial 2008)

Tak main-main, keuntungan John Paulson dari langkah ini mencapai sekitar 4 miliar Dolar AS. Sementara itu, perusahaan investasinya sukses meraup total keuntungan hingga 15 miliar Dolar AS. Karena kecermelangannya memprediksi krisis keuangan dan antisipasi cepatnya, ia pun diakui sebagai pakar antisipasi pasar.

"Hal terpenting dalam berinvestasi adalah selalu ikuti penunjuk arah Anda." - John Paulson

 

Penutup

Dari beragam kisah fenomenal di atas, dapat disimpulkan bahwa keahlian membaca pasar dan bertindak pada saat yang tepat adalah kunci menggaet kesuksesan besar. Mereka berani beraksi melawan trend, dan piawai dalam mengambil kesempatan yang dikesampingkan oleh sebagian pelaku pasar. Baik sebelum maupun sesudah krisis, tokoh-tokoh di atas membuktikan bahwa selalu ada peluang yang bisa dioptimalkan.

7 Tokoh Legendaris Dan Transaksi Trading Fenomenalnya

Tak perlu muluk-muluk ingin menghimpun profit fantastis hingga miliaran Dolar seperti 7 tokoh di atas. Anda bisa mengikuti jejak mereka dengan cermat mengenali kondisi pasar dan selalu yakin terhadap pengamatan pribadi yang sudah teruji.

 

Terlepas dari keuntungan fenomenal yang didapat, ada banyak trader sukses yang sudah diakui meski belum mengukir prestasi mencengangkan seperti 7 tokoh di atas. Siapa sajakah mereka? Temukan dalam Daftar Trader Sukses Di Indonesia Dan Dunia.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.