Lima Investasi Anti Inflasi Selain Emas

Emas dikenal sebagai jenis investasi anti inflasi dan aman. Namun, apakah ada alternatif investasi lain yang anti inflasi selain emas? tentu saja ada.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Emas dikenal sebagai jenis investasi anti inflasi dan aman. Namun, di dunia ini tidak ada jenis investasi yang tidak berisiko, termasuk investasi emas. Harga emas saat ini secara ironis dinilai masih rendah bila dibandingkan dengan harga emas pada beberapa tahun lalu. Apalagi tingginya volatilitas harga emas juga akan membuat Anda ragu untuk terjun dalam jenis investasi ini.

Investasi Anti Inflasi Selain Emas

Lalu apakah ada alternatif investasi lain yang anti inflasi selain emas? tentu saja ada, berikut ini adalah lima investasi anti inflasi yang juga cukup populer di dunia:

 

1. Jam Tangan Mewah Buatan Tangan (Fine Watches)

Investasi jam tangan mewah bukan tergolong jenis investasi tradisional. Jika Anda mencari sebuah investasi yang aman dan solid, reksadana mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika Anda termasuk kelompok investor tradisional yang menginginkan memiliki aset yang nyata dan yang bernilai tinggi di sepanjang masa, maka investasi jam tangan mewah klasik bisa jadi cocok bagi Anda.

Namun, Anda juga perlu tahu kalau tidak semua tipe dan merek jam tangan memiliki harga jual yang akan melonjak berlipat-lipat dari harga belinya setelah lima sampai tujuh tahun. Karenanya, Anda harus tahu tipe dan merek apa saja yang bagus digunakan untuk investasi. Misalnya adalah jam tangan mewah merek Rolex, Patek Philippe, dan lain sebagainya.

Rolex merupakan salah satu pilihan bagi mereka yang ingin investasi jam tangan. Selain karena Rolex adalah merek yang populer dan disukai banyak orang di dunia, jam tangan mewah ini juga sangat mudah diperjualbelikan berkat peminatnya yang banyak. Bahkan seorang dealer vintage watch, Paul Altieri mengatakan, Rolex akan semakin tinggi nilainya setelah 20 sampai 30 tahun.

Namun, merek yang bagus bukan hanya Rolex saja. Salah satu jam tangan merek Audemars Piguet dari model The End Of Days yang dibuat untuk memperingati pemutaran film End of Days-nya Arnold Schawrzenegger dijual seharga $13,660 pada tahun 1999. Pada tahun 2010, jam tangan dari seri tersebut terjual dengan harga $85,000. Demikian pula jam tangan SkyMoon Tourbillon dari Patek Philippe yang dijual seharga $1.2 juta; tetapi saat jam buatan tahun 2003 tersebut terjual di Sotheby's Hong Kong tahun 2008 dengan harga $1.5 juta.

 

2. Berlian

Saat ini berlian mulai diperhitungkan sebagai jenis investasi yang menjanjikan dan menguntungkan selain emas. Berlian yang bisa dijadikan sebagai investasi adalah berlian yang memiliki satu karat ke atas dan juga dilengkapi dengan sertifikat untuk bisa diperjualbelikan.

Sedangkan pada berlian dengan karat kecil atau berlian yang memiliki karat besar namun sudah menjadi butiran kecil ketika dijual harganya akan turun hingga 30 persen. Oleh karena itu, jenis berlian yang seperti itu lebih baik dipakai untuk sebagai perhiasan.

Walaupun investasi perhiasan sendiri juga seringkali masih dikaitkan dengan investasi emas karena banyak dari perhiasan terbuat dari emas, tetapi The American Jewerly Institute mencatat bahwa selama 20 tahun terakhir, perhiasan yang mengandung berlian berkualitas tinggi lebih banyak memecahkan rekor pada mayoritas acara pelelangan.

Karenanya, berlian bisa menjadi alternatif investasi cerdas yang berpotensi mengalahkan hasil dari investasi emas.

Berlian

 

3. Barang Antik

Jika Anda termasuk orang yang suka mengoleksi barang antik, maka menjadikan koleksi anda sebagai alternatif investasi adalah pilihan yang tepat. Investasi barang antik ini merupakan jenis investasi jangka panjang dan nilai jual barang-barang antik ini juga lumayan tinggi tergantung seberapa langka barang tersebut.

Contoh barang antik yang bisa digunakan investasi adalah senjata antik. Harga senapan baik pada pasar primer dan sekunder sudah sangat meroket akhir-akhir ini. Mulai dari pedang, pisau, keris, sampai flintlock firearms dipandang sebagai investasi yang solid di kalangan kolektor dan investor.

Selain senjata, karya seni berupa lukisan juga merupakan investasi jangka panjang dan bisnis yang besar. Bahkan investasi dalam karya seni juga bukan hanya bisa dilakukan oleh orang yang sangat kaya raya. Karya lukisan yang tidak begitu mahal di masa kini, beberapa dekade kelak juga bisa mengungguli karya seni yang lebih mahal, apabila pelukisnya ternyata berbakat dan menjadi populer. 

 

4. Mobil Klasik

Mobil klasik juga bisa jadi jenis investasi yang menyenangkan. Selain itu, imbal hasil dari investasi ini bisa mengalahkan nilai emas beberapa tahun lalu. Namun, Anda harus kritis dalam membeli mobil klasik yang tepat dan merawat mobil itu agar tetap dalam kondisi yang prima.

Bahkan, penelitian Historic Automobile Group International (HAGI) membuktikan bahwa koleksi lain seperti karya seni (lukisan), anggur, apalagi emas, kalah dengan kendaran klasik karena dalam dekade terakir ini banyak orang yang telah menjadikan kendaraan lawas sebagai investasi mereka. Hal tersebut bisa terjadi karena mobil klasik memiliki daya tarik yang kuat dan punya "kelas" sendiri bagi orang yang memilikinya. 

 

5. Koin Koleksi

Serupa dengan karya seni (lukisan), investasi di koin adalah investasi jangka panjang. Anda bisa investasi koin koleksi yang biasanya dibuat khusus secara terbatas dari emas atau perak untuk memperingati hari kemerdekaan suatu negara atau event-event penting tertentu. Selain itu, Anda juga bisa investasi koin koleksi yang berasal dari seri perilisan mata uang yang kini mungkin sudah tidak berlaku lagi, tergolong langka, dan banyak dicari kolektor.

Koin Koleksi

Meskipun nilai koin koleksi seringkali dikaitkan erat dengan harga emas, namun koin yang benar-benar sudah jarang ditemukan dan susah dicari membuat nilai koin koleksi sangat bernilai tinggi bukan karena mengandung emas, tetapi karena kelangkaan dan "mutu"-nya sebagai barang koleksi.

Akan tetapi, sebagaimana pada barang berharga lainnya, banyak pula koin yang diklaim "berkualitas kolektor", tetapi ternyata hanya imitasi. Untuk itu, jika Anda mulai tertarik untuk mulai investasi koin koleksi, berikut ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Tanyakan informasi tentang titik lebur koin tersebut, yaitu nilai intrinsik koin jika dilebur dan dijual. Informasi untuk titik lebur untuk semua jenis koin bullion dan koin koleksi seharusnya tersedia luas serta mudah diakses. 
  • Lakukan riset untuk mengecek nilai jual koin tersebut.
  • Perjelas mengenai komisi atau biaya yang dikenakan dealer koin itu.
  • Periksa koin secara personal. Jika memungkinkan, buat keputusan untuk membeli koin tertentu berdasarkan foto atau percakapan dengan penjualnya.
  • Cari pendapat orang lain tentang grade dan nilai koin yang Anda pertimbangkan sebagai pengecekan ulang pada validitas nilai koin tersebut.

 

Setelah menyimak artikel di atas, apakah Anda tertarik pada salah satunya, atau justru ingin investasi emas saja? Jika pilihan kedua yang akan diambil, baca dulu artikel Tips Trik Investasi Emas Antam agar terhindar dari kerugian dan bisa mendapatkan keuntungan optimal.

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.


Mira Mizdi
Hmm, kalo investasi di bidang sport vintage asik juga tuh, ada yg sampe bela2in kluar kocek ribuan dolar buat hunting koleksi autografnya the yankee di e-bay
Budi Pamulang
iya gwa juga suka barang2 sport apalagi yang rare tuh, kalo dah hobby lupa segalanya he3... Jadi benernya pokok dari investasi itu barang-barang berharga yang demandnya besar tapi supply-nya dikit yah?
Adi Pranoto
hmm, kayaknya sih begitu, kalo supplynya terbatas tapi yg minta banyak otomatis harganya pasti melonjak. nah masalahnya karena permintaan manusia selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu, bisa jadi apa yang berharga saat ini sudah tak berlaku lg di masa depan... apalg kalo barang2 personal non-komoditas, itu kan relatif subyektif. jadi persepsi nilainya pun juga subyektif sih, menurut saya sih
Budi Pamulang
ah iya, masuk akal, betul jg sih. jadi menurut sampeyan komoditas sperti apa yg biasanya nilai jual dan belinya relatif obyektif atau mudah diperjual-belikan di pasar?
Adi Pranoto
hmm menurut saya sih komoditas alam semacam perak dan gold itu termasuk natural resource yang permintaannya relatif "abadi" dan supply-nya bisa dibilang relatif terbatas
Kancroot
pakde numpang nanya kalo investasi deposito untungnya besar mana sama investasi macem barang gituan di atas tuh? kalo qta pny modl sktar 2m nih, enaknya ga invest depo aja tuh? kan bunganya dah besar jg?
Mega Farizi
tanya langsung di forum tanya jawab investasi ini aja pak. lgsg dibalas sama ahlinya