Menggunakan Indikator DMI Pada Pasar Yang Trending

Directional Movement Indicator atau DMI, atau DI, biasanya digunakan bersamaan dengan indikator ADX guna mengukur kekuatan arah trend.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Directional Movement Indicator atau DMI, atau DI, biasanya digunakan bersamaan dengan indikator Average Directional Index (ADX) guna mengukur kekuatan arah trend. DMI terdiri atas dua garis yaitu DMI+ atau DI+, yang menunjukkan perubahan harga postif dan DMI- atau DI- yang menunjukkan perubahan harga negatif. Baik ADX, DMI+ dan DMI- bergerak dalam range level 0 hingga 100.

Pada platform trading DMI+ biasanya berwarna hijau atau biru dan menunjukkan kecenderungan uotrend, DMI- berwarna merah dan menunjukkan kecenderungan downtrend. Semakin tinggi nilai DMI+ atau DMI- pada suatu saat, semakin besar kekuatan uptrend atau downtrend. ADX adalah nilai rata-rata DMI+ dan DMI- pada periode tertentu, sehingga semakin tinggi nilai ADX maka kekuatan trend (bisa uptrend atau downtrend, tergantung dari besarnya DMI) akan semakin besar.

Tujuan pertama dari rencana trading yang mengikuti trend (trend following) adalah menentukan arah pergerakan pasar. Ada berbagai cara untuk menentukan arah trend, tetapi jika hanya mengandalkan pengamatan pergerakan harga atau price action semata sering kali trader mengalami kesulitan dan kadang-kadang juga salah prediksi (misinterpretation).

Dalam hal menentukan arah trend, penggunaan indikator teknikal yang relatif sederhana dan efektif tentu akan sangat berguna dan diperlukan, salah satunya adalah indikator DMI. Berikut contoh penggunaan indikator DMI pada kondisi pasar yang trending dengan kuat. Untuk melacak trend secara keseluruhan, kita mesti melihat time frame jangka panjang terlebih dahulu sebelum mengamati time frame trading yang kita biasa gunakan.

Menggunakan Indikator DMI Pada Pasar Yang

AUD/NZD adalah pasangan mata uang yang bergerak trending selama tahun 2013 ini. Aussie melemah dengan sangat kuat terhadap Kiwi selama tahun ini seperti tampak pada chart weekly diatas. Pasangan yang jarang diperdagangkan dan spread-nya tinggi tersebut mungkin luput dari perhatian trader. Pasangan ini telah mengalami penurunan sebesar 1932 pip sejak harga tertingginya pada 12 Desember 2012 lalu, dan merupakan satu-satunya pasangan mata uang yang downtrend dengan sangat kuat.

Meski sudah jelas arah pergerakan trend cukup kuat, trader masih bertanya-tanya kapan akan terjadi retracement. Untuk mengetahui hal ini kita bisa melihat kekuatan trend dengan menerapkan indikator DMI pada time frame trading yang kita gunakan. Jika kita trading pada time frame daily, maka indikator DMI akan tampak sebagai berikut:

 Menggunakan Indikator DMI Pada Pasar Yang

Dengan membaca indikator DMI maka kekuatan arah trend bisa langsung diketahui. Kaidah indikator ini adalah jika garis DMI+ dan DMI- berpotongan (cross), maka akan terjadi pergantian trend. Jika DMI+ memotong DMI- dari bawah keatas maka menunjukkan akan terjadinya uptrend. Sebaliknya jika DMI- memotong DMI+ dari bawah keatas

menunjukkan akan terjadinya downtrend. Untuk mengetahui trend saat ini yang sedang kuat kita melihat mana diantara kedua garis DMI tersebut yang dominan, atau nilainya lebih besar. Jika kita amati chart daily diatas, ketika garis DMI- berada diatas garis DMI+ (nilai DMI- lebih besar dari DMI+) maka downtrend yang dominan, dan sebaliknya.

Pada contoh diatas tampak setelah DMI- memotong DMI+ dari bawah keatas (crossing), nilai DMI- masih lebih besar dari DMI+, yang menunjukkan arah downtrend untuk pasangan AUD/NZD masih berlanjut dengan cukup kuat.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Nafisa
Agak bingung lihatx..
Dwi Sulyanto
adxnya trus dposisiin dimn itu? apa ud ckp kl analisa dr crossing dmi+ & dmi- aja?
Martin S
@ Dwi Sulyanto:
DMI hanya digunakan untuk mengetahui kecenderungan arah trend, mau uptrend atau downtrend, yaitu dari DI yang (-) atau (+). Sedang ADX adalah nilai rata-rata DI+ dan DI- pada periode tertentu yang digunakan untuk mengukur kekuatan trend-nya. Semakin tinggi nilai ADX maka semakin kuat trend (uptrend ataupun downtrend). Jadi selain mengetahui arah trend sebaiknya juga mengetahui kekuatan trend. Mengenai posisi ADX pada chart jadi satu dengan DMI tetapi berbeda kurva. Anda bisa baca di: Mengukur Kekuatan Trend Dengan Indikator ADX
Hendy
apa beda indiktor momentum dan pengukur kekuatan arah tren?
Martin S
@ Hendy:
Indikator momentum biasanya digunakan untuk mengetahui kapan saat yang paling tepat (momentum-nya) untuk membuka posisi. Sedang indikator pengukur kekuatan trend (biasanya indikator ADX) digunakan untuk mengetahui posisi apa yang akan kita buka, buy atau sell. Kalau uptrend yang lebih kuat buka posisi buy dan kalau downtrend yang lebih kuat buka posisi sell.