OctaFx

iklan

Menghitung Transaksi Berdasarkan Money Management

Kemampuan untuk menghitung transaksi melalui dasar-dasar Money Management adalah modal utama menghindari kerugian. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jika kita memberikan modal kepada 2 orang awam yang tidak tahu cara menghitung Money Management forex, lalu menyuruh mereka untuk menaruh posisi Buy dan Sell yang berlawanan pada platform, maka kemungkinan besar yang terjadi adalah dua-duanya mengalami kerugian hingga modal tersebut habis tidak bersisa. Berbeda kasusnya jika kita memberikan modal tersebut kepada 2 trader berpengalaman. Meskipun terjadi kerugian, modal tersebut tidak akan habis hingga tidak bersisa.

Hal ini terasa aneh jika kita belum mengetahui cara menghitung Money Management forex. Kasus pertama, jika 2 orang menaruh posisi berlawanan, seharusnya salah satu dari mereka bisa untung, bukan? Sedangkan pada kasus kedua, kedua-keduanya masih bisa 'selamat' dari pertarungan (modal masih tersisa) meskipun membuka posisi yang berbeda.

Kenapa bisa begitu? Artikel ini akan menjelaskan secara gamblang bagaimana cara menghitung Money Management forex, sehingga Anda bisa menaruh posisi tanpa harus kehilangan seluruh modal yang dimiliki.

Money management

 

Alasan Mengapa Menghitung Money Management Forex Itu Penting

Ibaratkan kita berjalan ke sebuah tempat baru, mengatur strategi agar bisa sampai ke tujuan adalah hal yang sangat penting. Kita menyiapkan peta, akomodasi yang dipakai, jumlah bekal serta rencana-rencana darurat. Jika kita hanya melangkah mengikuti insting, maka kemungkinan besarnya akan tersesat. Dalam melakukan aktivitas trading, Money Management forex adalah persiapan tersebut.

Trader yang belum bisa mengendalikan emosi trading dan tidak berdisiplin dengan Money Management, cenderung mengalami kerugian di luar batas kemampuan dan merasa kapok untuk kembali ke dunia trading forex. Akibatnya, bukan keuntungan yang didapat, justru pengalaman tidak menyenangkan. Oleh karena itu, salah satu komponen penting dalam menyusun Money Management adalah menentukan batas kerugian.

Meskipun terasa tidak menyenangkan, keberanian dalam menentukan kerugian adalah kunci sukses dari trading forex. Kebanyakan trader merasa tidak perlu menentukan seberapa besar kerugian yang mereka risikokan, akibatnya justru seluruh modalnya lah yang menjadi risiko. Sebaliknya, jika kita telah menentukan seberapa besar kerugian yang siap ditanggung, maka kita akan tahu kapan waktunya untuk rehat sejenak dan tidak memaksakan diri untuk membuka posisi.

trading dan manajemen forex

(Baca Juga: Trading Forex Itu Sulit, Apa Saja Penyebabnya?)

 

Berapa Besar Transaksi Yang Bisa Dibuka?

Banyak faktor yang harus diperhatikan saat kita mempelajari Money Management forex, tetapi setidaknya ada 3 hal yang perlu kita pahami sebelum mulai membuka platform trading dan klik sana-sini untuk memasang posisi di pasar. Transaksi trading biasa dihitung dalam satuan lot, dan trader bisa membuka transaksi dalam ukuran standard lot, mikro lot, ataupun mini lot. Setelah mengetahui jenis-jenis lot yang ada, maka Anda bisa mempelajari hal-hal berikut:

 

1. Win Rate Ratio

Daripada membuang modal dengan percuma, manfaatkanlah akun demo untuk mengetahui persentase profit (Win Rate Ratio). Dari sini, Anda bisa mengukur kemampuan sebelum benar-benar terjun ke akun Riil. Lantas, apa sih persentase profit itu?

angka profit

(Baca Juga: Angka Persentase Profit Yang Bagus)

Persentase profit adalah jumlah trade yang profit dibagi jumlah keseluruhan trade yang telah dilakukan.

Misalnya: seorang trader mendapatkan profit 4x dari 5 trade yang telah dilakukan, maka persentase profitnya adalah 80%. Tetapi, perlu diingat bahwa Win Rate yang besar tidak selalu berarti membawa keuntungan besar.Yang lebih penting adalah: jumlah keuntungan murni yang dilihat dari jumlah pips, bukan Win Rate. 

 

2. Risk/Reward Ratio

Dalam menentukan Risk/Reward Ratio, yang perlu ditentukan terlebih dahulu adalah risikonya, baru kemudian Reward yang dihitung sebagai kelipatan dari risiko. Pada umumnya, rasio yang digunakan untuk mendapatkan profit konsisten adalah 1:2 (1 kerugian berbanding dengan 2 keuntungan). Jika Anda menggunakan rasio tersebut dan menetapkan kerugian per trade sebesar 100 USD, maka berikut penerapannya:

Risk/Reward Ratio = 1:2

Kerugian per trade = 100 USD

Win Rate Ratio: Loss 65%, profit 35%

Total Risk = 65 X 100 USD = 6500 USD.

Total Reward = 35 X 200 USD = 7,000 USD

Hasil akhir yang didapat = 7,000 USD - 6,500 USD = 500 USD.

Dari contoh di atas, terlihat bahwa meskipun Win Rate Ratio hanya sekitar 35%, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan jika selalu menaati aturan Risk/Reward Ratio yang ditetapkan.

Penerapan Risk/Reward Ratio biasanya dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur Stop Loss dan Take Profit. Stop Loss pun ada yang Manual, Otomatis, maupun Trailing Stop. Pada umumnya, kesalahan yang sering terjadi pada trader pemula adalah menempatkan Stop Loss terlalu ketat karena perasaan takut merugi, atau malah terlalu lebar dengan harapan bisa mengakomodasi volatilitas harga. Hal ini bisa terjadi, tetapi semuanya kembali ke besar modal yang siap dirisikokan.

 

3. Batas Toleransi Resiko

Langkah terakhir setelah mencoba trading dengan menerapkan 2 poin di atas adalah menghitung transaksi yang bisa dibuka berdasarkan batasan kita sendiri. Dengan mengetahui berapa jumlah transaksi yang dibuka, kita dapat terhindar dari risiko mengalami Margin Call. Setiap broker memiliki level Margin Call yang berbeda-beda. Jadi, pastikan untuk mengecek level MC yang disediakan oleh broker Anda.

Dalam dunia trading forex, sering dikenal istilah trader Agresif dan Konvensional. Trader Agresif adalah mereka yang menetapkan batas toleransi risiko cukup tinggi, sekitar 5% atau bahkan lebih. Pada umumnya, mereka berpegang teguh pada prinsip "High risk, High return". Sebaliknya, trader konvensional lebih suka mematok batas toleransi risiko yang lebih rendah. Dalam hal ini, Anda dapat memilih mana yang lebih cocok dengan gaya trading masing-masing. Namun, perlu diingat bahwa trading dengan gaya Agresif cenderung membutuhkan modal lebih tinggi karena risiko kerugiannya.

Sebagai gambaran, perhatikan ilustrasi berikut:

Modal: 7,500 USD

Batas toleransi risiko: 1%

Jumlah maksimal yang bisa dirisikokan: 7,500 USD x 1% = 75 USD

Sekarang, Anda sudah mengetahui jumlah maksimal risiko per trade yang dapat ditanggung adalah sebesar 75 USD. Setelah itu, perhatikan ilustrasi berikut: 

Pair EUR/USD sedang memiliki kecenderungan Downtrend. Setelah menganalisa pergerakan harga, Anda memutuskan untuk open SELL karena terdapat sinyal jika harga akan meneruskan tren Bearish-nya. Anda masuk pada level 1.12974, dan menempatkan Stop Loss berdasarkan sinyal candle pada level 1.14400. Jadi, terdapat 142.6 pips jarak antara posisi entry dengan Stop Loss.

Jika Anda menggunakan standard lot yang nilai per pips-nya adalah sebesar 10 USD per pips, jelas jarak Stop Loss tersebut tidak sesuai dengan aturan 1% di atas, yang hanya membatasi risiko maksimal sampai di 75 USD. Karena itu, Anda sebaiknya menggunakan micro lot yang dapat memungkinkan open posisi dengan volume sebesar 0.05 lot saja. Karena nilai per pips dari lot tersebut adalah 0.5, maka dengan jarak 142.6 pips, nilai kerugian maksimal Anda hanya sebatas

142.6 x 0.5 = 71.3 USD

Sudah sesuai 'kan dengan aturan kerugian maksimal 75 USD per trade?

 

Untuk mendapat gambaran berapa lot yang dapat Anda ambil agar risikonya tidak melebihi batas maksimal 1 persen, sebenarnya Anda tidak perlu rrepot-repot melakukan perhitungan di atas untuk setiap open posisi. Agar penyusunan Money Management forex Anda lebih praktis, Seputarforex telah menyediakan Kalkulator Money Management yang dapat Anda gunakan dengan mudah.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Aryo_oentoeng
thnks atas pembagian hitungannya untuk memperjelas penggunaan money manajemen.
Erwinsuryonugro
ngambil ukuran trading apa bisa dilakukan dengan pembagian batas resiko dan jumlah pips dari stop loss aja? terus gimana perhitungannya kalo akun yang digunakan bukan akun standar?
Nasir Ferdiansyah
Tinggal dihitung aja. Setau ane yg 1 pip = $1 itu udah lot mini. Lot standar nilainya 1 pip=$10. Jadi semisal pakai akun mikro ya tinggal membagi saja, berarti nilai 1 pip=$0.1. Disini dapet ilmu baru cz ternyata ambil stop loss dari sinyal candle juga bisa dimasukin perhitungan mm juga. Kirain selama ini begitu dapet 5% langsung diitung ukuran slnya dari situ. Ternyata bsa dgn cara begini juga.
Makasih banyak atas ilmunya.
Adam Haryono
@Erwin. Saya juga mempertanyakan hal yang sama. Semestinya ada perhitungan juga untuk menentukan money management jika lot yang diambil kurang dari 1, karena banyak juga trader yang menggunakan akun mini atau bahkan mikro. Tapi menurut saya penghitungan ukuran lot dari cara di atas sudah sesuai dan mudah dipahami untuk mengukur trading dengan money management. Hanya memang kurang bervariasi soal perhitungan lotnya.
Erwinsuryonugro
bener tuh. ane ngerti sih kalo yang dipake hitungan 1 lot ilustrasinya bisa lebih gampang dipahami. tapi mestinya juga ada keterangan soal bagian mana yang perlu disesuaiin kalo ada trader yang pake lot beda
Farid15
bljr cr ngitung nilai lot dl gan... msk mw jd trdr blm tw crany ngitung lot... gmn mw ngukur risk management?
Adji
ttg pngmbilan leverage itu. pa ada pnghitungan leverage trtntu yg bs dpakai sbg slh 1 metode mm?
Abdul Isa
Leverage bisa dipilih bebas, tapi untuk mencegah agar tidak cepat kehabisan modal lebih baik pilih yang tidak terlalu tinggi. Karena makin tinggi leverage makin rendah margin kita. Padahal nanti yang menahan floating loss adalah margin tersebut. Jika margin kecil, sedikit saja harga bergerak melawan posisi yang terbuka maka akun bisa terkena margin call. Oleh karena itu perhitungkan money management berdasarkan jumlah modal.
Ricky Irmawan
5 lot apa bs kita pecah 5 posisi jd masing 2 ada 1 lot trdng? Cr diversifikasi ini msh amankan utk dipakai dn sesuai dgn money management d atas? krn bs sja kt ingin trading d bbrp pair dgn bbrp posisi spy klau pair yg ini hsilnya tdk memuaskan msh ada harapan dr pair lain. tdk harus sbnyk 5 posisi jg sbnrnya mngkn 2 atau 3 posisi jg sdh cukup, yg penting cm hrs dipastikan klo dlm wkt itu maks ukuran trdngnya 5 lot?
Abdul Isa
Bisa saja jika itu memang cara trading yang sudah teruji dan biasa dilakukan. Namun ingat bahwa setiap posisi ada charge spread/komisinya masing-masing, dan setiap pair besar spreadnya tidak sama. Dengan spread floating pun kadang juga biaya ini bisa melebar jika volatilitas tinggi.

Paling tidak dengan 1 posisi trader bisa menghemat dari segi spread, sedangkan jika membuka banyak posisi maka akan berlipat-lipat biaya spread yang dibayarkan. Disamping itu setiap posisi mestinya dipastikan dengan sinyal valid, yang pastinya diperoleh dari analisa secara mendalam.

Untuk trader pemula ini bisa sulit dan memakan waktu di 1 pair, apalagi di beberapa pair. Jadi meskipun bisa mengamankan posisi trading agar tidak seluruhnya rugi jika salah satu pair bergerak diluar prediksi, namun cara seperti ini juga sulit untuk dilakukan, dan cenderung mahal terutama untuk pemula.
Zadi Yasri
Ukuran lot ada banyak banget hampir nggak terbatas jumlahnya. Kalau diminta untuk jabarin satu2 perhitungannya apa masuk akal? ni udah bener kok kasih contoh berdasarkan hitungan paling mudah 1 lot 1 usd. Semisal pake lot micro ya berarti tinggal dibagi 10 aja berarti lot yg diambil 0.5 begitu
Pemula Forex
G salah ya gan kalo 5% bukannya 0,05 kalo 0,5 g bunyi 5% dong:D
Seputar Forex
Mohon maaf, ada kesalahan penulisan pada artikel ini. Masalah tersebut sudah kami perbaiki sesuai rekomendasi Anda. Terima kasih atas notifikasi yang Anda berikan

Salam sukses
Saputra Arc
cukup bagus tanks