Non-Farm Payrolls Dan Nilai Tukar USD

Salah satu data perubahan jumlah job yang selalu ditunggu pelaku pasar forex adalah data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang biasanya berdampak tinggi pada US Dollar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jika kebetulan Anda seorang trader forex yang peduli pada data-data fundamental, maka Anda tentu tahu bahwa data mengenai perubahan jumlah tenaga kerja suatu negara merupakan salah satu kunci penggerak nilai tukar mata uang negara tersebut. Jumlah tenaga kerja bisa diartikan juga sebagai jumlah lapangan pekerjaan (job) yang tersedia. Salah satu data perubahan jumlah job yang selalu ditunggu pelaku pasar forex adalah data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang biasanya berdampak tinggi pada US Dollar. Banyak scalper dan trader harian yang memanfaatkan tingginya volatilitas pada saat data NFP AS dirilis guna meraup keuntungan.

Nonfarm Payrolls

 

Data Non-Farm Payrolls AS

Non-Farm Payrolls (NFP) adalah laporan berisi data mengenai daftar gaji yang diterima oleh para pekerja AS pada semua sektor bisnis, kecuali:

  • pegawai pemerintah federal (seperti PNS di Indonesia).
  • pekerja sektor pertanian dan perkebunan.
  • pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja pada individu.
  • pekerja organisasi nirlaba (non profit) yang memberikan konsultasi pada individu.

Karena pengecualian yang terbatas itu, maka data Non-Farm Payrolls mencakup sebagian besar pekerja di negeri Paman Sam

Laporan yang dirilis tiap bulan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada hari Jum’at minggu pertama tersebut juga mencakup jumlah rata-rata waktu kerja dan pendapatan rata-rata per minggu bagi pekerja paruh waktu (part-timer).

 

Kenapa Data NFP AS Penting?

Data NFP menunjukkan pendapatan yang diterima oleh 80% pekerja yang memberikan sumbangan besar pada angka Gross Domestic Product (GDP) Amerika Serikat. Data tersebut merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

The Fed dan pemerintah AS menggunakan indikator ini untuk menilai kondisi perekonomian saat ini, sekaligus memprediksi keadaan di waktu yang akan datang. Para penentu kebijakan selalu mempertimbangkan data tenaga kerja guna membuat keputusan-keputusan penting.

Semakin banyak job, berarti semakin tinggi juga angka NFP, dan kondisi bisnis akan meningkat dengan bertambahnya investasi dan perekrutan tenaga kerja. Menyusul kenaikan investasi dan ketenagakerjaan, permintaan masyarakat (konsumsi) diharapkan akan naik.

Keadaan sebaliknya terjadi jika angka NFP turun. Patokan perkiraan angka NFP yang normal saat ini adalah sekitar 200,000 job (kurang lebih). Di bawah angka tersebut, biasanya tingkat pengangguran akan meningkat; menunjukkan permintaan yang berkurang atau iklim bisnis yang menurun.

 

Non-Farm Payroll (NFP) AS Dan Dolar AS

NFP naik, berarti banyak job yang tercipta dengan jumlah pekerja yang meningkat. Hal ini akan menyebabkan naiknya permintaan konsumen, dan akan berdampak positif pada nilai tukar USD. Jadi, jika angka NFP naik maka nilai tukar USD akan menguat, sedangkan jika NFP turun nilai tukar USD akan melemah.

Dampak rilis data NFP terhadap USD dalam jangka pendek biasanya tergantung dari perbedaan antara data aktual (hasil rilis terkini) dan ekspektasi (estimasi konsensus dari para ekonom dan analis). Jika data aktual lebih besar dari perkiraan, maka USD akan menguat. Sebaliknya, jika data aktual lebih kecil dari perkiraan, maka USD akan melemah. 

Misalnya saat rilis data Non-Farm Payroll pada 7 Juli 2017 berikut ini.

Non Farm Payroll Dan Dolar AS

Nampak dalam kalender forex, bahwa data aktual lebih besar dari forecast. Dalam situasi ini, maka Dolar AS kemungkinan besar akan menguat, jika tak ada situasi negatif lainnya yang tak terduga. Semakin besar perbedaan data aktual dan perkiraan, maka semakin tinggi penguatan atau pelemahan nilai tukar USD. Inilah hubungan antara Non-Farm Payroll dan Dolar AS yang sangat erat.

 

Pada setiap kali rilis Non Farm Payroll, trader forex biasanya sudah bersiap siaga untuk merespon pergerakan drastis pada nilai Dolar AS, sehingga memunculkan strategi trading NFP yang khas dan punya probabilitas profit yang tinggi.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Dimasferdian
Kalau hasil aktualnya sama dengan ekspektasi gimana masta? Sya perhatikan dari banyak sumber informasi NFP ini data yg sgt penting. Sementara indikator ekonomi dengan hasil aktual yg sesuai ekspektasi kadang krg berpengaruh kecuali ada peningkatan atau penurunan yg signifikan dari perolehan sebelumnya. Lalu bagaimana dengan NFP ini?
Phil 1zz
Selalu ada persiapan ekstra untuk menghadapi reaksi pasar setiap kali menjelang rilis NFP ini
Angga Satriya
Rekomendasi trading di waktu deket2 NFP turun ini yg baik bagaimana? Apa kita perlu tutup semua posisi open dan tunggu market tenang dulu baru buka posisi lagi atau kita bisa ambil kesempatan dari pergerakan harga yng bisa melonjak di waktu deket2 NFP diturunkan?

Katanya gg aman kalo kita terlalu cepet op setelah data baru dirilis. Buat efek dari NFP ini, apa bisa berlangsung dlm jangka waktu yng panjang? Karna kalau efekny cuma sebentar juga nanti bakal sayang klo gg segera dimanfaatkan, yng artiny kita musti ikut open position tiap ada data NFP yng diturunin.
Mas_agam
@angga: biasanya untuk trader yg lbh suka menghindar dr resiko lebih suka nyingkir dulu. sebaliknya yg suka ambil untung besar n ndak takut resiko emang suka manpaatin kondisi2 yg begini.

tapi ya itu ndak selalu diartikan seperti itu sih gan. suda banyak kok cara2 trading yg dikhususin buat news2 macam nfp gini. jadi bisa dicari yg cocok trus dibacktest baru tau ntar hasilnya gimana.
Angga Satriya
Umumny sih memang bisa seperti itu gan @agam. Tapi kan resiko trading diwaktu2 seperti itu tetep besar. Kita mau pake pengaman stop loss juga kadang kena slippage. Jadi kalo dipikir2 malah kelihatanny lebih bagus gg op aja. Tapi nyatany juga ada yg berhasil trading NFP ini. Kalo kita beneran belajar dari strategi mereka. Apa potensi resikony itu akan worth it?
Martin S
@ DimasFerdian:
Biasanya dilihat juga data bulan sebelumnya, kalau hasil rilis sekarang lebih tinggi dari sebelumnya maka kecenderungannya menguat dan sebaliknya. Ekspektasi atau perkiraan analis itu kadang-kadang tidak persis sama antara yg satu dengan yg lain (kurang lebih).

Kalau ekspektasi-nya diatas data sebelumnya dan hasil rilisnya lebih tinggi dari ekspektasi maka USD akan menguat, tetapi kalau hasil rilis lebih tinggi dari data sebelumnya tetapi lebih rendah dari ekspektasi biasanya USD akan stabil atau sedikit melemah, dan kalau sama dengan ekspektasi biasanya USD menguat tetapi tidak tajam.

Anda juga harus melihat revisi dari data sebelumnya, kalau data NFP sebelumnya direvisi turun maka akan berdampak negatif meskipun data sekarang lebih tinggi dari perkiraan. Seperti yang terjadi pada tanggal 6 Pebruari 2015 kemarin, data NFP untuk Desember 2014 direvisi naik, jadi USD cenderung menguat.
Martin S
@Angga Satriya:
Itu sepenuhnya tergantung dari gaya trading Anda. Kalau Anda trader agresif bisa saja masuk saat rilis NFP. Banyak trader yang berhasil, tentunya dengan strategi yang berbeda-beda. Yang populer pakai cara trapping atau open buy stop dan sell stop, tapi perlu latihan yang bener2 karena resiko slippage. Banyak juga trader yang pakai EA untuk entry NFP.

Mengenai efeknya biasanya terus berlangsung sampai pasar New York tutup dan baru mulai stabil Senin pagi minggu berikutnya. Tapi hati-hati sebab kadang-kadang 1 atau 2 jam kemudian efeknya bisa berbalik arah.....

Kalau Anda belum terbiasa dengan NFP lebih aman memang tidak open posisi menjelang rilis NFP, sampai hari Senin minggu berikutnya.
Onny
waw tryta NFP AS segitu pentingnya ya, dampak stlh rilis jg bsar bngeeeet...
Tricahyo S
Iya pastinya sangat berdampak besar @Onny karena data NFP sendiri adalah laporan dari 80 persen pekerja yang ada di Amerika Serikat, otomatis saat rilisnya data ini akan berdampak besar terhadap perekonomian tersebut. 
Ali Nurdien
Stujuu kang @Tricahyo, NFP itu gmpangnya nih ya sbg gambaran gitu utk kita bisa tau aktivitas ekonomi scr keseluruhanny d sna tuh gmn. So dr situ NFP akn dijdikan pertmbngn khusus utk pembuat kebijakan dn bsa ngaruh pd kebijakan moneter yg akn dibuat juga, gituuu.
Ricky
Iya penting banget @Onny, tapi untuk volatilitas saat sebelum dan sesudah rilis data NFP gimana sih?
Martin S
@ Ricky:
Saat rilis hingga kurang lebih 30 menit setelahnya biasanya volatilitas jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum data dirilis. Jadi kalau ingin menghindari saat-saat rilis Anda bisa masuk pasar sekitar 30 menit setelah data NFP dirilis.
Tricahyo S
@Ricky bantu jawab, jadi pada saat akan rilis data NFP, tentu saja pasar dalam keadaan yang tidak pasti, nah ketidakpastian ini nantinya akan menyebabkan volatilitas pasar cukup tinggi di pasar forex itu sendiri.

jika buka posisi saat seperti itu menurut ku agak riskan karena banyak ketidakjelasan dan tidak adanya data yang kuat sebelum data NFP benar-benar dirilis. 
Agus Bastian
ah ga setuju kalo scalper ama daytrader demen nungguin NFP,  setahu gue justru mereka yng kabur duluan tiap kali NFP mau keluar laporannya.

Soalnya kan jelas tuh alat-alat analisa teknikal mereka hancur berantakan gara-gara volatilitas NFP yg diluar kebiasaan, terus spreadnya pula, mana tahan scalper liat spread sampe 2-3 persen alias ratusan poin? Yg suka ma NFP mah jelas swing trader ma spekulan siap babak belur wkwkwkwk
Fran
ya betul..spread melebar..ngeriiiiiii
Tama
Mau Tanya, melihat history NFP beberapa bulan terakhir, kok bisa naik dan bisa turun ya? apakah tiap bulan ada perusahaan yang tutup? Melihat data di Forex Factory, actual bulan Juni hanya 38 K , tapi kok di bulan Juli, jadi 11 K previous nya? terus bisa tiba-tiba naik jadi 287 K di actual bulan juli.

Data nya yang salah atau memang seperti itu? mohon petunjuk seputar forex, apakah ada artikel yang membahas mengenai hal ini. Terimakasih.
Martin S
@ Tama:
Yang 38K direvisi jadi 11K itu untuk NFP bulan Mei yang rilisnya tanggal 3 Juni, dan yang 287K itu untuk bulan Juni yang rilisnya tanggal 8 Juli. Kalau Anda perhatikan data bulan Juni direvisi lagi jadi 292K (naik). Juga bulan Agustus direvisi naik dari 255K ke 275K.



Revisi biasanya terjadi karena tenaga kerja part timer yang kebanyakan pelajar atau mahasiswa kembali ke sekolah / kampus pada periode waktu survey tersebut, dan diketahui pada bulan berikutnya sehingga perlu di-adjust.
Untuk artikel mengenai NFP AS bisa dibaca di sini.