OctaFx

iklan

Pengaruh Data Retail Sales Pada Pasar Forex

160146

Data Retail Sales (penjualan ritel) memberikan gambaran mengenai tren daya beli konsumen yang berpengaruh besar pada perekonomian suatu negara.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Data Retail Sales (penjualan ritel) adalah salah satu laporan ekonomi fundamental penting yang selalu diperhatikan pelaku pasar finansial, termasuk para trader forex. Indikator ini menunjukkan level pengeluaran konsumen yang merupakan komponen penting penggerak aktivitas perekonomian suatu negara, sehingga pengaruh Retail Sales terhadap kurs mata uang cukup besar.

Umpamanya di Amerika Serikat, pengeluaran konsumen mengambil porsi 70 persen dari seluruh aktivitas perekonomian, dan sepertiganya dihasilkan dari penjualan ritel. Jika konsumen banyak membelanjakan uangnya, maka perekonomian akan terus tumbuh. Dengan kata lain, peningkatan data Retail Sales bisa berpengaruh positif pada nilai tukar. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Pengaruh Data Retail Sales Pada Pasar Forex

 

Jenis-Jenis Data Retail Sales

Data Retail Sales (laporan penjualan ritel) biasanya terdiri atas dua bagian, yaitu:

  • Penjualan ritel inti (Core Retail Sales) yang tidak memasukkan perhitungan penjualan otomotif.
  • Penjualan ritel total (Retail Sales) yang mencakup data keseluruhan, termasuk penjualan otomotif.

Antara data inti dan total, analis dan trader biasanya lebih memperhatikan data inti karena penjualan otomotif yang cenderung volatile.

Di Amerika Serikat, penjualan ritel total dinamakan "Advance Retail Sales", sedangkan di beberapa negara lain disebut dengan "Retail Sales" saja. Penjualan otomotif mengambil porsi 20% dari penjualan retail total. Meski demikian, data Retail Sales sangat sedikit sekali memperhitungkan pengeluaran konsumen di sektor jasa; hanya sebagian kecil saja dari konsumsi total yang dimonitor oleh indikator ini.

Selain dibagi atas Core Retail Sales dan total Retail Sales, rincian data penjualan ritel terbagi atas dua item, yaitu:

  • barang-barang konsumsi yang tahan lama (consumer durable goods), yaitu jumlah nilai total produk-produk yang diharapkan bisa bertahan hingga 3 tahun,
  • barang-barang konsumsi yang tidak tahan lama (consumer non-durable goods) untuk produk-produk yang ketahanannya kurang dari 3 tahun.

Di AS data penjualan ritel dirilis oleh biro sensus (U.S. Census Bureau) dan menunjukkan persentase perubahan total nilai penjualan di sektor ritel dalam periode tertentu. Di AS dan beberapa negara lain, data ini dirilis tiap bulan, biasanya sekitar dua minggu setelah bulan penghitungan berakhir. Artinya, data Mei akan dirilis di pertengahan Juni; data Juni akan dirilis di pertengahan Juli, dan seterusnya.

 

Pengaruh Data Retail Sales Dalam Forex

Data Retail Sales selalu diperhatikan trader forex dan pengamat dalam analisa fundamental. Kenapa? Karena, data penjualan ritel memberikan gambaran mengenai tren daya beli konsumen yang akan berdampak langsung pada kekuatan perekonomian suatu negara.

Pengaruh Penjualan Retail Dan Forex

Secara umum, jika data penjualan ritel lebih baik dari yang diperkirakan, maka hal tersebut mengindikasikan ekonomi yang sedang tumbuh. Dengan banyaknya produk pabrikan yang diserap konsumen, maka pendapatan perusahaan-perusahaan akan meningkat. Peningkatan pendapatan perusahaan membuat mereka kemudian bisa berekspansi dengan menaikkan gaji pegawai, membuka pabrik baru, menciptakan inovasi produk anyar, maupun membuka lowongan kerja yang lebih banyak. Semua ini merupakan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi.

Tumbuhnya perekonomian mencerminkan kekuatan daya beli konsumen dan kecenderungan naiknya tingkat inflasi. Kuatnya perekonomian akan menyebabkan menguatnya nilai tukar mata uang negara tersebut, sedangkan naiknya inflasi akan menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga acuan.

Sebaliknya, data penjualan ritel yang turun menjadi lebih kecil dibandingkan angka estimasi maupun angka di periode sebelumnya, mengindikasikan perekonomian sedang mengalami kontraksi (perlambatan). Jika kontraksi terjadi terus-menerus, artinya konsumen enggan mengeluarkan dananya untuk berbelanja. Pengaruh Retail Sales yang kian lama kian buruk bisa mengakibatkan perusahaan-perusahaan menutup pabrik, melakukan pemecatan karyawan (PHK), ataupun memangkas tunjangan pekerja, hingga mengakibatkan resesi.

Dalam situasi perekonomian yang terkontraksi seperti itu, maka dapat menyebabkan bank sentral menurunkan tingkat suku bunganya dengan harapan agar orang-orang membelanjakan uang mereka alih-alih menabungkannya di bank. Pada gilirannya, penurunan suku bunga akan makin memperlemah nilai tukar mata uang negara tersebut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Yos Susilo
Benar kalau retail sales turun lebih rendah dari prediksi secara terus-terusan bisa pengaruh ke tingkat inflasi, makanya naik turun retail sales sangat berpengaruh buat penguatan nilai tukar mata uang suatu negara.
Dede Amaro
terimakasih artikelnya sangat membantu saya untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya mata uang dari segi penjualan retail. tapi yang ingin saya tanyakan, bagaimana penjualan retail memperhitungkan penjualan jasa juga? karena sepemahaman saya penjualan retail bisa jadi hanya menghitung penjualan barang-barang secara retail. tolong dibantu pengertiannya..
Mulyonochandra
ane krg jls dgn yg ini:
(Di Amerika Serikat pengeluaran konsumen mengambil porsi 70% dari seluruh aktivitas perekonomian, dan sepertiganya dihasilkan dari penjualan retail.) tu mksudx apakah pnjualan ritel punya porsi 1/3 dr pngeluaran konsumen yg mngmbil peran 70% dr kseluruhn aktivitas ekonomi?
kl diartikan pengeluaran konsumen itu kn consumer spending, apa itu berarti pnjualan ritel slh 1 bag dr consumer spending, dan dgn begitu consumer spending sbtulx lbh brpngrh dr pnjualan ritel?
Primus Adi Putra
Antara core retail sales & advance retail sales mana yg lebih dipertimbangkan dan apa alasannya?
Yos Susilo
Retail sales inti (core retail sales) yang lebih penting, karena retail sales yang keseluruhan juga menghitung penjualan dari sektor otomotif, karena di situ volatilitasnya lebih tinggi. Situasi yang sama juga ada di penghitungan cpi, dimana kalkukasi core cpilah yang lebih dipertimbangkan, karena cpi total juga menghitung harga-harga di sektor-sektor tertentu yang punya volatilitas lebih tinggi.
Martin S
@ mulyonochandra :
ya, benar. Setahu saya consumer spending atau personal consumption expenditures digunakan untuk mengetahui tingkat daya beli, untuk memprediksi inflasi. Data penjualan retail sebagai indikator awal dari consumer spending. Penjualan retail lebih berdampak karena dirilis sebelum consumer spending.
Martin S
@ Primus Adi Putra :
Istilah advance retail sales itu untuk AS, sama dengan retail sales total. Untuk mengetahui tingkat pengeluaran konsumen secara umum biasanya core retail sales lebih dipertimbangkan karena penjualan otomotif volatilitasnya lumayan tinggi. tetapi untuk memperkirakan GDP yang dibuat acuan atau pertimbangan adalah advance retail sales (retail sales adalah salah satu komponen dalam memperhitungkan GDP).
Martin S
@ dede amaro :
penjualan jasa retail misalnya jasa pengiriman barang, jasa reparasi peralatan listrik, elektronik, mekanik atau yang lain, jasa pemasangan atau installasi peralatan tertentu, jasa angkutan untuk pindah rumah, cleaning service dan lainnya yang ada hubungannya dengan pelayanan atau jasa.
Wina
salam pak martin. Tanya ya pak..Penjelasan di atas diuraikan kalau konsumsi sehari-hari berpegaruh pada perekonomian suatu negara. Salah satu yang besar perputaran uangnya adalah di penjualan ritail. Nah gimana kalo efek dari ritail sales dibandingkan dengan berita yan lain seperti GDP-interest-NFP-inflasi..manakah yang paling berdampak buat kinerja suatu mata uang? misalnya US dolar.  Rncana mau buat trading rule pake fundamental nih pak. Trus ada tips strategi lagi gak pak kalo mau fokus pada fundamental saja untuk trading. Maksud saya lebih baik waktunya sebelum atau pas berita di rilis atau bahkan nunggu selesai berita dibacakan? Terimakasih ya pak sudah berkenan menjawab
Martin S
@ wina:
Untuk USD, CAD dan AUD biasanya yang paling berdampak adalah NFP (Employment Change) dan interest rate, kemudian CPI, Retail Sales dan GDP. Untuk EUR dan GBP yang paling berdampak adalah interest rates, kemudian CPI, GDP dan Retail Sales. Kalau Anda ingin trade by news (trading berdasarkan berita atau rilis data fundamental), dari pengalaman saya sarankan agar: 1. membuka posisi setelah data dirilis, jangan menjelang rilis karena bisa terkena slippage atau loncatan harga, apalagi jika yang dirilis adalah data yang berdampak tinggi. Tunggu sekitar 30 menit setelah agak tenang baru entry. 2. Hindari menggunakan trapping yaitu dengan memasang pending order buy stop dan sell stop beberapa menit menjelang rilis data. Cara ini sangat rawan terkena slippage yang pada akhirnya dua-duanya akan kena (jadinya rugi sebesar jarak buy stop dan sell stop). Seandainyapun salah satu order kena, biasanya akan sulit untuk membatalkan order yang lainnya (seing kali re-quote) karena traffic pasar saat itu sedang tinggi.
Selamat mencoba, semoga sukses..
Wina
baik pak terima kasih..tapi masih yang ada yang belum jelas nih. Misal kita mau op setelah berita, saran bapak 30 menit, nah jika pergerakan harga berbeda dari tren misal D1, kita open ikut yang mana ya pak? Apalagi seperti berita yang bapak bilang untuk untuk NFP kan besar impactnya.
Martin S
@wina:
Tiap data akan berdampak sesuai dengan hasil rilisnya, misal untuk NFP AS jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan maka USD akan menguat, tidak peduli kondisi trend saat itu baik di timeframe D1, H1 ataupun M15, sementara kalau hasil rilis lebih rendah dari perkiraan maka USD akan melemah. Sebaliknya untuk Jobless Claims AS jika hasil rilisnya lebih tinggi dari perkiraan maka USD akan melemah. Jadi dalam hal ini Anda open posisi mengikuti hasil rilis data tersebut, lebih tinggi atau lebih rendah dari perkiraan. Kalau hasil rilis mengisyaratkan USD akan menguat maka open buy dan sebaliknya. Untuk mengetahui dampak naik turunnya rilis data fundamental terhadap pergerakan harga Anda bisa ikuti setiap hari disini.
Kustono Adi
Pak apakah rilis data retail sales yang paling punya pengaruh besar di semua mata uang yang diperdagangkan di pasar forex itu hanya  retail salesnya AS? Apa retail sales negara yang memiliki mata uang mayor dan diperdagangkan di pasar forex tidak memiliki pengaruh besar? Terimakasih
Martin S
@ Kustono Adi:
Tidak, Retail Sales AS hanya berdampak pada USD. Kalau Anda trading di pasangan mata uang yang ada USD-nya tentu akan berdampak yaitu di EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD, USD/JPY, USD/CHF dan USD/CAD.

Retail Sales negara lain yang berdampak tinggi pada mata uangnya adalah Retail Sales Inggris, Australia dan Selandia Baru. Jadi kalau Anda ingin trading saat ada rilis Retail Sales Inggris Anda bisa masuk di pasangan mata uang yang ada GBP-nya seperti GBP/USD, EUR/GBP atau GBP/JPY.
Yuli
Salam kenal pak martin..Saya ada keraguan kalo mau trading berdasar berita atau fundamental nih. Misal kita open posisi setelah rilis berita, berapa lama pasar akan merespon pergerakan sesuai hasil berita? Maksud saya begini..andaikan hasil berita tersebut mendukung penguatan dolar AS maka biasanya nilai tukar dolar AS cendrung menguat bukan. Nah..kekuatan penguatan tersebut biasanya berapa lama ya? Apakah nyampe 4 jam?
Martin S
@ Yuli:
Tidak ada patokan waktu, tergantung pada data yang dirilis dan sentimen pasar pada saat itu. Untuk data yang berdampak tinggi pengaruhnya akan lebih lama dari data yang berdampak medium. Tetapi meskipun data berdampak tinggi namun sentimen pasar tidak mendukung maka pengaruhnya akan biasa-biasa saja, bahkan mungkin bisa berbalik (tidak sesuai dengan yang kita harapkan). Hal ini terjadi pada suku bunga RBA dan RBNZ akhir-akhir ini yang meskipun keduanya diturunkan tetapi baik Aussie maupun Kiwi malah menguat. Anda tidak harus ragu untuk trading berdasarkan data fundamental asal Anda telah menerapkan money management (menggunakan stop loss dan target) dan mengetahui sentimen pasar dengan mengamati price action dan mengikuti perkembangan berita pasar.