OctaFx

iklan

Risk Management Untuk Long Term

Strategi forex jangka panjang saja sebenarnya bukanlah solusi mutlak. Namun, tetap saja Ada trader yang akan menahan posisi untuk jangka waktu lama.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Strategi forex jangka panjang sebenarnya bukanlah solusi mutlak. Ada juga strategi lainnya yang bisa dijadikan pendamping anda dalam mengambil keuntungan. Hanya saja strategi ini umumnya di pakai oleh mereka yang tidak ingin setiap hari nongkrong didepan komputer.

Seorang long term trader akan menahan posisi open untuk jangka waktu yang lama, bisa beberapa hari bahkan sampai beberapa minggu. Close transaksi baru dilakukan jika profit yang dihasilkan sudah sesuai target.

Keuntungan

1. Tekanan psikologis jauh lebih kecil.
2. Tidak perlu mengawasi chart setiap hari.
3. Analisa lebih sederhana, lebih ke arah analisa fundamental.

Kekurangan

Keuntungan yang didapat mungkin agak lama.

Apa Perlu Modal besar?

Tidak Juga, bisa disesuaikan saja. Modal tidak harus selalu besar. 100 dollar juga bisa, yang penting perhatikan Lot.

Kita ambil contoh dari odal $ 100 akun standar Broker InstaForex:

  • Lot 0,01 = 0,01 dollar
  • Lot 0,10 = 0,10 dollar
  • Lot 1,00 = 1,00 dollar


Risk Management Untuk Long

Ketika anda open di BUY di 1.2998 TP 1.3705, ternyata harga jatuh ke 1.2663 / 1,2056 / 1,1867. Maka kalkulasinya minusnya adalah:

  • 1,2998 - 1,2663 = - 335 pips
  • 1,2998 - 1,2056 = - 942 pips
  • 1,2998 - 1,1867 = - 1,131 pips

Bagaimana Manajemen Floatingnya?
Jika anda open dengan lot 0,01 ( $ 0,01 ), maka anda minus sebesar:

  • 335    pips  x $ 0,01 = $ -3,35
  • 942    pips  x $ 0,01 = $ -9,42
  • 1,131 pips  x $ 0,01 = $ -11,31

Silahkan anda kalkulasikan jika open dengan Lot 0,02 dan seterusnya. Tak harus modal besar bukan ? Di sini, lot size menjadi kuncinya.

Kesalahan Umum Long Term adalah :
1. Tidak memperhatikan harga tertinggi/terendah yang pernah terjadi.
2. Membuka kembali posisi lagi dan lagi tanpa perhitungan.
3. Melakukan hedging tanpa bisa keluar

Rumusan Long Term adalah,
1. Anda BUY resikonya Turun keharga terendah yang pernah terjadi.
2. Anda SELL resikonya Naik keharga tertinggi  yang pernah terjadi.
3. Keuntungan anda sebanding dengan Lot yang digunakan.
4. Kerugian floating anda sebanding dengan Lot yang anda gunakan.

Adakah Kesulitan Long Term ?
Saya rasa tidak ada. Sebelum anda BUY/SELL maka perhatikan dulu posisi tertinggi dan terendah dari harga yang pernah terjadi. Sesuaikan LOT agar mampu mengcover kemungkinan pergerakan yang terjadi, sehingga ketahanan modal anda selalu dalam level yang aman.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Amir W
Bermanfaat sekali untuk calon longterm trader, ane bisa manfaatin itu informasi tentang harga tertinngi dan terendah untuk longterm trading
Suriff Adm
harga tertinggi sm terendah mungkin bs efektif utk sebagian trader. bagus jg dijadikan sbg salah satu indikator analisa.
tapi sy rasa itu bkn barang wajib yg harus diperhatikan oleh smw trader
setiap indikator punya karakter kelebihan dn kekurangannya sendiri 2. ada juga kan trader yg lebih cocok utk mengamati kekuatan tren, momentum, atau bahkan volatilitas, tanpa perlu memperhatikan harga tertinggi dan terendah. jd meskipun ini bukan slh satu kunci. belum tentu juga bs jadi hal yg layak ditambahkan sbg kekurangan long term trading seumpama trader long term tdak terlalu memperhitungkannya bisa jadi dia punya alat sendiri yg diperhatikan dan lebih efektif untuk tradingnya sendiri
Wanda
trading jngk pnjng berisiko bgt, kalo seringan pake data fundamental blm pst jg hslx cz kdg2 beda sm forecast atau g sesuai penjadwalanx. lbh baik trading intrady aja biar bs exit posisi di poin yg aman
Budi Efendi
Setau saya long term trader tidak memanfaatkan momen fundamental yang hanya berlaku sesaat seperti rilis berita beserta data aktual dan perbandingannya terhadap forecast. Jangkauan fundamental mereka lebih luas dan biasanya akan menyimpulkan situasi umum dari perspektif fundamental mata uang yang ditradingkannya. Jadi tidak hanya memanfaatkan rilis suatu berita saja. Disamping itu mereka juga menggunakan analisa teknikal yang seharusnya malah cenderung memperhatikan harga tertinggi dan terendah. Namun hal ini biasanya tergantung oleh strategi tradernya masing-masing.
Amir W
To Wanda, kalau strateginya sesuai ya hasil tradingnya bisa lebih aman dari intraday trading gan. biasanya longterm trader itu malah yang analisanya lebih terencana daripada scalper atau shortterm trader lainnya, dan tradingnya lebih sedikit melibatkan emosi karena harus bener2 tunggu waktu yang pas untuk close position
Darwin
Meskipun udh pake lot yg kecilpun kl posisi floatingnya udh minus bnyk lossnya pun bs ga terkira bnyknya. kl blm ada pnglmn matang d trading jangka panjang ni bs beresiko besar bwt kelangsungan akun. dan mslhnya ni jg krg sesuai dilati di akun demo soalx quote hrg sm komisi2 broker g sesuai antara platform demo dan realnya.
Nio
lah itu dah dikasih solusi supaya bisa long term tapi minusnya nggak banyak. justru kalo pemula udah short term malah lebih negatif efeknya. karna biar bisa sukses disana mesti dituntut cepat tanggap menghadapi situasi pasar. emang kesannya gampang, bisa hasil trading bisa didapetin berkali2 dalam sehari, tapi sebenernya itu justru lebih susah daripada trading jngka panjang. lagipula cara trading apapun mestinya bisa dipraktekan di akun demo. masalah ketidaksesuaian quote atau komisi rasanya bukan halangan. ditambah lagi itu bukan perbedaan utama dari akun demo & akun ril.
Amir W
To Darwin, setiap jenis trading pasti ada kemudahan dan resikonya masing-masing. Kalau untuk yang suka memanen profit dalam waktu singkat memang lebih sesuai untuk jadi shortterm trader, begitupun sebaliknya. Tapi di setiap trading selalu membutuhkan strategi dan manajemen trading yang pas untuk meminimalisir resiko yang ada. Ane rasa banyak jenis trading ini sebenarnya memudahkan trader yang memang punya banyak karakter trading, jadi macam-macam periode trading ini bukan untuk diperdebatkan keefektifannya, tapi lebih untuk dimanfaatkan sesuai dengan karakter trader masing-masing
Abdul_in
@nio.
emang apa gan beda utama akun demo vs ril?
ane malah gatau kl ternyata ada perbedaan
hihi maklum newbe kurang rajin updet
Nio
yang paling utama adalah psikologi tradingnya. ini lebih pengaruh daripada sekedar quote ato komisi aja. gampangnya langsung aja ke sistim uang virtual di akun demo vs uang sungguhan di akun ril. kalo kita sadar sm resiko trading, pasti trading di akun demo bisa lebih bebas karna uangnya virtual, yg artinya loss juga ga akan terealisasikan. beda di akun ril kita pake uang sungguhan jadi trading pasti kudu lebih hati-hati karna disini resikonya adalah kita kehilangan uang sendiri. sikap hati-hati ini bahkan bisa membuat kita jadi ga disiplin sama sistim trading semula yang tadinya oke diterapkan di akun demo. sementara masalah lain mungkin ada di kinerja platform terkait kecepatan eksekusi atau slippage, karna di akun demo kita ga benar2 buy dengan uang sungguhan makanya eksekusi bisa lebih lancar, sedangkan di trading ril, jika ada overload order maka biasanya akan pengaruh ke kualitas eksekusi dan mengakibatkan slippage, requote, dkk
Rays
Wah sungguh mencerahkan ini para master, klw long term spertinya kita mesti harus lebih sabar dalam ekskusi, keuntungan pasti tanpa lost karena kita menahan order sampai memang sudah profit. sebagai pemula saya selama ini menggunakan scalper tp selalu lost, mungkin saya harus coba long term
Tino Sarjono
dengan spread gj 7 ngaruh gak mas long term ini dengan modal $100??