OctaFx

iklan

Robot Trading Forex (EA), Apakah Layak Dicoba?

264011

Robot Trading Forex (EA) bisa dibilang cukup populer di kalangan para trader. Namun, sebenarnya penggunaan robot membutuhkan operator yang handal pula.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Robot Trading Forex (EA) bisa dibilang cukup populer di kalangan para trader, terutama karena fitur otomatisasi eksekusi pasar dan embel-embel profit tanpa loss. Namun jika diselami lebih dalam, Robot Trading Forex (EA) sebenarnya memiliki tingkat optimalisasi berbanding lurus dengan kemampuan analisa trader.


EA_ROBOT

Biasanya Robot Trading Forex (EA) dijual dalam kondisi preset, artinya pengaturan pada fitur-fitur dasar sudah diutak-atik oleh penciptanya sedemikian rupa agar penggunanya bisa langsung meluncurkan produk tanpa pikir panjang lagi.

Seandainya semulus janji, kenapa tidak semua trader menggunakan Robot Trading Forex (EA) ? Kenapa masih ada trader mengalami kerugian setelah mencoba menggunakannya?

Nah itu dia, artikel ini akan mengupas kelebihan dan kekurangan Robot Trading Forex (EA) saat digunakan dalam kegiatan trading forex.

 

Asal-Usul Terciptanya EA

MQL (MetaQuotes language) adalah bahasa pemograman dibalik terciptanya Robot Trading Forex (EA), bagi programmer dengan latar belakang penguasaan C pasti sudah terbiasa dengan struktur bahasa semacam MQL.

Programmer MQL akan menerapkan metode tradingnya sendiri sebagai patokan dari scripted behavior, di mana program hanya akan menjalankan perintah jika kondisi-kondisi pemicu behavior terpenuhi. Implikasinya, Robot Trading Forex (EA) tidak mampu merubah perintah atau behavior-nya di luar patokan program awal untuk menyesuaikan keadaan pasar tanpa intervensi dari programmer.

 

Kelebihan VS Kekurangan Robot Trading Forex (EA)

Jika Anda ingin mencoba menggunakan Robot Trading Forex (EA), sebaiknya Anda mempertimbangkan studi analogi berikut.

Bayangkan Anda sedang mengajari seekor monyet digital untuk bertrading 24 jam dalam seminggu.

Poin pertama; kemampuan Anda dalam mengajarkan monyet digital tersebut akan sangat mempengaruhi performanya. Jika Anda adalah seorang guru dengan kelihaian tinggi tentu tidak susah, kan, mengajari seekor monyet? Sebaliknya, jika Anda ragu dengan kemampuan pribadi, realistiskah asumsi Anda untuk mengharapkan si monyet lebih baik dari Anda?

Poin kedua; siapkan modal ekstra untuk biaya "perawatan" bagi si monyet. Maintenance monyet digital membutuhkan "kandang" dengan koneksi stabil selama 24/7, jadi jelas komputer pribadi tidak memadai. Idealnya, trader menggunakan VPS (virtual private server) agar si monyet tidak ngadat.

Poin ketiga; awasi tingkah laku si monyet. Meskipun behavior set sepenuhnya di tangan operator atau programmer, bukan berarti Anda bisa melepasnya tanpa pengawasan. Terkadang apa yang dipromosikan oleh penjual EA tidak benar-benar terealisasi karena faktor x pada kondisi pasar aktual.

Dari studi analogi tadi, kita bisa menyimpulkan bahwa kelebihan Robot Trading Forex (EA) terutama ditujukan kepada trader tingkat lanjut (kemahiran tinggi, kapital besar) namun memiliki waktu terbatas untuk memantau perubahan harga, sehingga Robot Trading Forex (EA) menjadi alternatif unggulan.

Kekurangannya, tingkat kerumitan untuk memodifikasi behavior set Robot Trading Forex (EA) dan biaya maintenance sebenarnya akan memberatkan trader tingkat menengah ke bawah dan pemula.

 

Resiko Di Tangan Pengguna, Jangan Salahkan Robot

Apapun keputusan trader nantinya dalam memilih dan menggunakan Robot Trading Forex (EA), resiko ditanggung 100% oleh pengguna, meskipun beberapa penyedia EA memberikan kompensasi cash back, apa yang mereka gantirugikan adalah biaya pembeliannya, bukan margin ataupun biaya maintenance-nya.

Resiko dapat diminimalisir dengan cara melakukan backtest terlebih dahulu, backtest adalah pengujian akurasi robot EA dengan melakukan order pasar terhitung mundur beberapa bulan lalu.

Jika Anda masih tidak yakin, review juga forward test dari Robot Trading Forex (EA) yang akan Anda pilih nanti.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.