OctaFx

iklan

Strategi Trading CFD Jangka Pendek, Raih Profit Setiap Hari

279513

Trading koq cuma Forex doang, coba trading CFD juga, dong. Dengan CFD, kita bisa mengakses indeks, saham dan komoditas bertaraf internasional untuk mendapat profit tinggi setiap harinya. Tentu saja jika Anda tahu seluk beluk strateginya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

CFD (Contract For Difference) sebenarnya sudah lama menjadi primadona instrumen finansial yang ditradingkan dengan leverage. Dalam trading CFD, dengan modal kecil saja, Anda sudah bisa mengakses saham-saham dunia untuk mendapatkan potensi untung dalam waktu singkat. Aset-aset kelas atas seperti index S&P500 (AS), DAX30 (Jerman), atau FTSE100 (Inggris) sampai saham individual blue chip global seperti FAANG (Facebook, Amazon, Apple dan Google) bisa ditradingkan dengan mudah lewat CFD.

Sayangnya, di Indonesia gaung CFD masih belum sepopuler Forex. Padahal potensi untuk mendapat profit sama-sama besar karena keduanya ditawarkan dengan margin dan leverage. Nah, inilah alasan kenapa artikel ini akan mengulas beberapa strategi trading CFD jangka pendek agar trader tertarik untuk mencoba di akun demo terlebih dulu.

strategi trading CFD jangka pendek

 

Strategi Trading CFD Jangka Pendek, Tahan Posisi Di Bawah 1 Hari

Strategi trading CFD jangka pendek menekankan pada gaya trading cepat dan praktis seperti intra-day trading dan scalping. Oleh karena itu, posisi biasanya hanya berlangsung kurang dari 1 x 24 jam atau hingga bursa terkait tutup. Dengan begitu, Anda dapat meraih profit tanpa harus menunggu lama.

Tidak berbeda jauh dengan trading Forex, strategi trading CFD jangka pendek mengandalkan analisa teknikal untuk membantu trader dalam menentukan titik entry (buka posisi). Ikuti dan pelajari langkah-langkah sederhana ini:


1. Gunakan tool sederhana tapi multifungsi, hindari kerumitan.

Maksudnya, cukup gunakan tool bawaan dari platform trading Anda untuk membantu analisa teknikal strategi trading CFD. Tidak perlu mencari-cari tool rumit dengan plugin eksternal. Umumnya, semakin kompleks suatu indikator maka tingkat fleksibilitasnya akan semakin rendah.

Tool sederhana lebih baik daripada tool rumit, karena bisa digunakan siapa saja dan dapat disesuaikan dengan segala macam kondisi pasar.

Tool strategi trading CFD sederhana tersebut antara lain adalah trendline. Hampir semua terminal trading modern memiliki perangkat untuk menggambar trendline. Garis-garisnya mudah diaplikasikan oleh segala kalangan trader. Contohnya seperti ini:

strategi trading CFD jangka pendek dengan trendline

Pada gambar di atas, pola triangle (segitiga) terlihat jelas dengan bantuan dua garis diagonal trendline. Dengan begitu, kita mengetahui bahwa indeks FTSE Inggris (timeframe H4) sedang mengalami konsolidasi pada range level 7370 dan kemungkinan besar akan mengalami breakout.

Pertanyaannya, ke arah mana arah breakout itu akan terjadi? Apakah akan merayap ke atas hingga menembus (uptrend) atau merosot ke bawah (downtrend)?


2. Perjelas sinyal trading dengan bantuan indikator lain

Agar sinyal trading lebih jelas, umumnya trader akan menggunakan indikator tambahan untuk mengonfirmasi level pembukaan posisi secara akurat. Indikator tambahan tadi pun sebaiknya juga digunakan sesederhana mungkin, karena semakin banyak tumpukan indikator maka akan memperumit proses pengambilan keputusan.

Indikator tambahan contohnya adalah Moving Average Convergence/Divergence (MACD). Kita dapat menggunakan indikator MACD untuk mendapat sinyal trading dengan menunggu sampai terjadinya perpotongan (crossover) garis MACD dengan garis sinyal tersebut.

strategi trading MACD

Perpotongan garis MACD (biru) ke arah bawah menembus garis sinyal (coklat) mengindikasikan bahwa downtrend sedang berlangsung. Oleh karena itu, posisi short (sell) akan berpeluang lebih tinggi untuk mendapat profit. Dari sinyal trading tersebut, kita dapat mengambil posisi short (sell) FTSE1000 pada kisaran level 7370.

Setelah mulai buka posisi berdasarkan sinyal trading tersebut, muncul pertanyaan berikutnya; kapan harus tutup posisi?


3. Tentukan batas pergerakan harga dengan bantuan support dan resistance

Sinyal trading hanya memberitahukan titik entry untuk OP. Sedangkan untuk penutupan posisi, kita harus menggunakan petunjuk lain, misalnya dengan bantuan support dan resistance. Kedua garis tersebut akan menginformasikan batas-batas pergerakan harga, di mana jika harga sudah mulai menyentuh batas tersebut, maka kemungkinan besar harga akan bergerak berbalik arah (reversal).

Nah, sebelum terjadi pembalikan arah harga tersebut, kita sudah harus siap-siap menutup posisi trading.

strategi trading CFD jangka pendek dengan support dan resistance

Gambar di atas menunjukkan kedua garis trendline yang membentuk kanal (channel). Batas atas trendline channel menunjukkan resistance, sedangkan batas bawah menunjukkan support. Dari sinyal trading MACD, terbukti bahwa indeks FTSE mengalami breakout ke arah bawah. Dengan begitu kita harus siap-siap menutup posisi sebelum harga bergerak mendekati batas bawah (support). Misalnya, kita dapat menutup posisi ketika bar menyentuh level 7320.


4. Proteksi posisi dengan Stop Loss dan Take Profit

Tidak ada strategi trading CFD yang akan menjamin 100% kemenangan. Oleh karena itu, lindungi posisi Anda dari kerugian lebih besar dengan Stop Loss dan kunci perolehan profit sebelum harga berbalik arah dengan Take Profit.

Peraturan dasarnya, tentukan dulu rasio risk vs. reward yang siap Anda tanggung. Misalnya, jika Anda menggunakan rasio risk reward 2:1, maka posisi Take Profit memiliki jarak dua kali lebih jauh daripada Stop Loss.

Dengan contoh strategi trading CFD FTSE tadi, letakkan TP sebelum harga mendekati batas support (di sekitar level 7320). Dengan begitu, posisi short Anda akan ditutup secara otomatis oleh Take Profit sebelum harga berbalik arah. Dari contoh di atas, kita telah berhasil menutup posisi dengan raihan keuntungan sebesar 500 pips (dari FTSE level 7370.0 sampai 7320.0).

Begitu pula jika semisal ternyata harga bergerak melawan prediksi awal, setidaknya kerugian bisa kita batasi dengan pemosisian Stop Loss yang tepat. Dengan rasio risk:reward 2:1, maka kita bisa meletakkan Stop Loss dengan jarak hanya setengah dari Take Profitnya, yaitu pada level FTSE 7395.0


5. Pelajari detail strategi trading CFD secara mendalam

Selayaknya trading Forex, Anda juga akan membutuhkan referensi CFD trading secara mendetil dan lengkap untuk mengetahui seluk beluknya, seperti; jenis aset, strategi trading CFD, syarat dan kondisi trading serta kelebihan dan kekurangannya dibanding jenis instrumen lain.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.