Advertisement

iklan

Strategi Trading Dengan Kurva Middle Bollinger Band

239241

Kurva tengah (middle) indikator Bollinger Band adalah simple moving average periode 20 (default) yang sering digunakan sebagai acuan entry.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kurva tengah (middle) indikator Bollinger Band adalah simple moving average (sma) periode 20 (default) yang sering digunakan sebagai acuan untuk entry. Dengan strategi middle Bollinger Band kita akan entry ketika bar candlestick menyentuh atau memotong kurva tengah dan penutupan harga sesuai dengan arah trend. Ketika pasar sedang uptrend maka ke 3 kurva indikator Bollinger Band akan membentuk sudut positif. Sebaliknya ketika pasar sedang downtrend maka ke 3 kurva indikator Bollinger Band akan membentuk sudut negatif. Ke 3 kurva tersebut adalah upper band, middle band dan lower band.

Strategi ini bisa diterapkan pada semua time frame, tetapi hanya akurat untuk kondisi pasar yang trending dan tidak direkomendasikan untuk kondisi sideways (ranging) yaitu ketika ke 3 kurva indikator BB menyempit karena biasanya akan banyak noise atau kesalahan terutama untuk time frame rendah. Setting parameter indikator Bollinger Band adalah default, yaitu periode simple moving average (sma) = 20, deviasi = 2 dan shift = 0.

Berikut ini dicontohkan 2 kondisi pasar masing-masing untuk uptrend dan downtrend.

Strategi Trading Dengan Kurva Middle Bollinger

Kondisi uptrend:

  • Ke 3 kurva Bollinger Band membentuk sudut positif  atau arah pergerakan indikator adalah uptrend
  • Ketika trend sedang kuat maka harga akan bergerak pada upper band. Tunggu hingga pergerakan harga mengalami koreksi dan menyentuh atau memotong kurva middle band. Penutupan harga harus diatas kurva middle band.
  • Segera entry buy pada bar berikutnya.
  • Stop loss bisa ditentukan pada level kurva lower band pada entry candle. Jika jaraknya terlalu lebar maka stop loss bisa ditentukan beberapa pip dibawah level rendah yang terdekat.
  • Target atau take profit adalah ketika harga kembali menyentuh atau memotong kurva upper band, atau bisa juga menggunakan fasilitas trailing stop.

    Strategi Trading Dengan Kurva Middle Bollinger

Kondisi downtrend:

  • Ke 3 kurva Bollinger Band membentuk sudut negatif (kearah bawah) atau arah pergerakan indikator adalah downtrend
  • Ketika trend sedang kuat maka harga akan bergerak pada lower band. Tunggu hingga pergerakan harga mengalami koreksi dan menyentuh atau memotong kurva middle band. Penutupan harga harus dibawah kurva middle band.
  • Segera entry sell pada bar berikutnya.
  • Stop loss bisa ditentukan pada level kurva upper band pada entry candle. Jika jaraknya terlalu lebar maka stop loss bisa ditentukan beberapa pip diatas level high yang terdekat.
  • Target atau take profit adalah ketika harga kembali menyentuh atau memotong kurva lower band, atau bisa juga menggunakan fasilitas trailing stop.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Rais
kenapa disaat sideways indikator BB selalu menyempit? apa volatilitas harga yang tinggi selalu menciptakan tren harga?
Martin S
@ Rais:
Karena disaat sideways biasanya volatilitasnya rendah, harga bolak-balik dengan volume yang relatif tetap.
Kalau volatilitas tinggi maka deviasinya makin lebar sehingga jarak middle band dan upper band serta lower band akan makin lebar juga, sesuai dengan rumus perhitungan Bollinger bands:

upper band = sma (n) + k. standard deviation (n)
lower band = sma (n) - k. standard deviation (n)
dimana n = periode pengukuran (default = 20) Untuk keterangan bisa baca: Menggunakan Indikator Bollinger Bands
Volatilitas tinggi biasanya terjadi ketika kondisi trending, tetapi tidak selalu.
Haini Yes
Master garis bbnya terlalu tipis di gambar yang uptrend warna hitam. kurang jelas nampaknya.
Sf
Untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas Anda bisa perbesar dengan cara:
-klik kanan pada gambar
-pilih "view image"

Semoga membantu
Martin S
@ Haini Yes:
Kalau warnanya di-invert mungkin lebih jelas, seperti berikut ini:
Ageng Cahyo
Oh inisih fungsinya middel bollinger band sama kayak trend line. Menunggu pantulan dari garis nya untuk entry, benar g ?
Tapi masih rada bingung dgn stop lossnya. Ambil contoh dari uptrend bollinger band, apa maksud entri candle pada kurva lower band ? Apa ini candle yg sama dengan candle yg ditunggu untuk tertutup sebelum entry ?
Martin S
@ Ageng Cahyo:
Maksudnya kalau jarak antara entry candle dan level lower band dianggap terlalu jauh sehingga stop loss-nya terlalu besar, maka stop loss bisa ditentukan dari level terendah candle terdekat (atau beberapa pip dibawahnya).
Berikut contohnya:


Kalau level A dianggap terlalu jauh, maka stop loss bisa ditentukan dari level terendah candle terdekat (B).
Bryson
Kalo posisi kurvanya seperti itu, bagaimana kita menentukan posisi buy / sell di entry tersebut ? Saya liat posisi grafiknya kacau sekali. Terus knapa tidak di entry pada candlestick yang warna hitam itu yang ada tanda panah (stop loss) ? Kan candlestick nya sudah menyentuh atau memotong garis middle bandnya.

Pada saat candlesticknya memotong garis middle bandnya tetap aja garis upper band dan lower bandnya bergerak menyempit.Untuk memprediksi grafik bergerak ke atas atau ke bawah masih sangat sulit. Pada saat saya ukur dengan Fibo dari bawah ke atas garis tengah tetap nilainya 50%. Lebih pas lagi kalo menggunakan teknik Support dan Resisten
Martin S
1. Grafik atau chartnya sama sekali tidak kacau.
Disitu tampak jelas setelah harga bullish dengan kuat yang ditandai dengan bullish engulfing candle dan three white soldiers (3 candle bullish berturut-turut), pergerakan harga mengalami koreksi dan menembus kurva middle band hingga level 1.1086, kemudian naik lagi dan kembali menembus kurva middle band (dan juga menembus kurva sma 200 day) yaitu pada candle A.

Perhatikan harga penutupan candle A. Candle A ditutup diatas kurva middle band.
Sesuai dengan peraturan cara ini untuk kondisi uptrend, bahwa syarat untuk entry penutupan harga harus diatas kurva middle band, dan entry buy pada bar berikutnya, maka kita bisa entry pada candle setelah candle A.


Dengan stop loss pada level 1.1086 Anda masih profit jika exit ketika harga menyentuh kurva upper band seperti peraturan trading dengan cara ini.

2. Kurva BB menyempit karena volatilitasnya turun (bar candlesticknya lebih pendek dari sebelumnya), tetapi aturan trading dengan cara ini tetap berlaku.

3. Untuk memprediksi harga akan tetap bergerak keatas (uptrend) atau kebawah (reversal atau koreksi) tidak sulit. Anda bisa gunakan indikator RSI dan ADX, sekaligus untuk konfirmasi entry. Pada contoh diatas RSI berada diatas center line (level 50.0) yang menunjukkan sentimen bullish, dan garis histogram ADX berwarna hijau yang menunjukkan dominan bullish.

4. Entry dengan Fibo atau dengan level support dan resistance memang bisa dan sering digunakan, tetapi topik bahasan dalam contoh diatas adalah sesuai dengan judul artikel ini yaitu strategi trading dengan kurva middle Bollinger Band. Jadi jangan dicampur adukkan, nanti malah bisa bingung sendiri...
Ianza
selaen dgn trailing stop apakah target profit nya diputuskan se cara manual ? kalau  tdak, dgn take profit otomatis apa mungkin langsung ditetapkan dgn melihat upper bollinger band sj?
Martin S
@ Ianza:
Ya, dalam hal ini take profit secara manual ditunggu hingga harga menyentuh upper band (untuk uptrend) dan akan retrace, atau menyentuh lower band (untuk downtrend) dan akan retrace (lihat contoh pada gambar terakhir).
Usman H
Mantap. Diluar volatilitas bollinger bands ternyata masih ada cara analisa lain. Ynag menarik tentang bolinger band, kapan hari sy pernah baca tentang trading bolinger band justru dari upper/lower band. Tapi sepertinya itu untuk arah harga ranging. Jadi apa bisa sy artikan begini. Saat trending kita analisa dgn middle band, tapi saat ranging analisanya dengan upper/lower band?
Martin S
@ Usman H:
Analisa dengan Bollinger bands harus menyeluruh. Saat kondisi sideways (ranging) harga bergerak diantara upper band dan lower band, dan pada saat trending harga bergerak pada upper band (untuk uptrend) dan diatas middle band, atau pada lower band (untuk downtrend) dan dibawah middle band.
Taufik Hidayat
MENCARI TITIK BALIK DENGAN TABEL NORMAL dan BOLLINGRER BAND

Indikator Bollinger Band terdiri dari tiga komponen yaitu Midle, Upper dan Lower Band. Midle Band adalah moving average dan Upper/lower band adalah moving average +/- standard deviasi. Keunggulan Indikator ini menunjukan tren dan range harga sekaligus bersamaan selain itu bisa memperkirakan titik balik.

Karena average dan Standard adalah parameter statistik maka sebtulnya untuk memakai Bollinger Band disyaratkan lingkungan yang random. Ya Untuk trading forex harus dipastikan dahulu harga bergerak secara random. Cara statistik untuk menguji kerandoman memang ada. Kalau kita ngga ingin repot ya sudah asumsikan saja harga bergerak random. Kelebihan apabila kita bisa melakukan pengujian sendiri kita bisa tahu akurasinya.

Apabila kita bekerja dengan time series data seperti trading maka unsur2 dalam Bollinger band tidak terlepas dari Perioda (rentang waktu). Pemilihan perioda menjadi vital. Pertama kali tentukan berapa lama kita akan bertahan dalam posisi. Dilanjutkan dengan rilis news yang akan keluar selama kita buka posisi.

Selain itu Mode Aplikasi harga (Open, High, Low, close, median dsb). Misalkan rencana kita buka posisi maksimal 2 hari. Dan rilis news yang akan keluar adalah bulanan. Maka minimal perida yang diambil memuat 3 rilis news bulanan tersebut. Lebih panjang akan lebih bagus tapi jangan memuat data yang ekstrem misalakan pada saat referendum brexit diumumkan.

Apabila kita telah memilih perioda maka bisa disebut bagian tersulit telah lewat. Langkah selanjutnya terapkan pada chart. Timeframe berapapun boleh tinggal dihitung saja. Mkisalkan kita memilih rentang waktu 4 bulan maka kita pada Tfdayly bisa dipilih perida 100 (hari bursa). Apabila TF4hourly maka pilih 600 yaitu 100 hari x 6Bar H4/hari., atau perioda 2400 pada Tfhourly dst.

Sampai sini kita sudah bisa membaca trend dengan melihat dua titik terakir MA Apabila NA terakhir diatas MA sebelumnya maka bisa dipastikan harga saat ini diatas harga diawal perida waktu artinya trend sedang naik. Demikian juga sebaliknya. Dalam rata2 rilis news selama dalam perioda waktu menyebabkan harga naik.

Yang ketiga higest dan lowest dalam perioda waktu yang kita pilih. Akan lebih baik kalau Highest dan lowest membentuk swing baik turun ataupun naik. Indikator Boillinger band kita atur supaya bar higest, lowest atau dua2nya diluar bollinger band terakhir dengan mengatur selisih (parameter input) bollinger band. Setelah kita hitung jumlah harga (Open, High, Low, close, median dsb) sesuai pilihan diluar band.

Dengan bantuan tabel normal kita bisa perkirakan berapa bar lagi yang bisa keluar dari band. Apabila sudah tidak mungkin lagi (dalam perkiraan) bar diluar band. Maka upper /lower band adalah titik ekstrim yang bisa dicapai. Apabila 1-2 bar masih mungkin diluar band maka Upper band + ATR atau Lower band -ATR menjadi titik tertinggi /terendah.

Bacalah parameter selisih pada Z table normal. Angka yang ditumjukkan tabel normal kalikan dengan dua dan kalikan lagi dengan peride TF chart. Maka itulah jumlah bar maksimal yang mungkin diluar band. Apabila jumlah tersebut dikurangi dengan yang telah terjadi sisanya adalah yang mungkin akan terjadi. IINGAT GUNAKAN BAND Yang TERAKHIR.
Evan
meskipun bisa dengan kurva middle, tapi jika harga bounce dari kurva atas dan bawah bb tetap lebih meyakinkan daripada middle nya. apa itu benar dan knp bisa seperti itu?
Martin S
@Evan:
Dari pergerakan yang biasanya terjadi, harga akan bereaksi disekitar middle band, bisa bouncing atau break (menembus) middle band-nya.