Advertisement

iklan

Belanja Konsumen Jepang Melemah Tajam Di Akhir 2019

Data Household Spending Jepang yang mewakili pengeluaran konsumen mengalami penurunan tajam pada kuartal IV 2019, terutama setelah kenaikan pajak penjualan pada bulan Oktober.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Pada hari Jumat (07/Februari), Biro Statistik Jepang mempublikasikan data belanja konsumen atau Household Spending yang merosot dari -2.0 persen ke -4.8 persen secara tahunan pada bulan Desember 2019. Penurunan ini jauh lebih buruk ketimbang proyeksi ekonom yang memprediksi penurunan sampai di -1.7 persen saja.

Pengeluaran Konsumen Jepang Melemah

Secara keseluruhan, pengeluaran konsumen Jepang sudah mencatat penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Tidak dapat dipungkiri lagi, kenaikan pajak penjualan dari 8 persen menjadi 10 persen yang mulai berlaku pada bulan Oktober 2019 telah memukul belanja konsumen. Langkah pemerintah Jepang dalam menaikkan pajak demi menggenjot tingkat inflasi, secara langsung melukai minat belanja konsumen Jepang yang selama ini sangat sensitif terhadap kenaikan harga.

Selain karena harga barang yang semakin mahal akibat kenaikan pajak penjualan, faktor lain seperti cuaca ikut berkontribusi terhadap kemerosotan belanja konsumen Jepang akhir tahun lalu. Perlu diketahui, negara-negara yang berada di belahan bumi utara seperti Jepang dan Rusia menghadapi fenomena musim dingin yang lebih hangat pada bulan Desember 2019. Hal inilah yang berpengaruh terhadap penjualan barang-barang musiman.

Seorang pejabat pemerintah juga mengatakan cuaca dingin yang lebih hangat telah berdampak negatif terhadap penjualan banyak barang, seperti sayur-sayuran musim dingin. Lebih jauh, pembelian kompor dan pemanas juga mengalami penurunan cukup signifikan.

"Musim dingin yang hangat memiliki dampak besar karena barang musiman tidak laku," kata Takeshi Minami, kepala ekonom di Norinchukin Research Institute.

Minami juga memperkirakan jika dampak kemerosotan pengeluaran rumah tangga Jepang akan bertambah buruk pada kuartal pertama tahun ini, di tengah lemahnya kepercayaan konsumen dan wabah virus Corona yang semakin merebak.

Trend upah yang merosot dan harga barang yang semakin mahal akibat kenaikan pajak benar-benar berdampak langsung terhadap pengeluaran konsumen Jepang akhir tahun lalu. Mengingat belanja konsumen berkontribusi besar terhadap perekonomian Jepang, rilis data GDP kuartal IV tahun 2019 diproyeksikan semakin melemah.

 

USD/JPY Berada Di Level Tinggi

Rilis data Household Spending di atas semakin membebani pergerakan mata uang Yen terhadap Dolar AS. Pair USD/JPY hari ini berada pada kisaran 109.90, dekat level tertinggi 3 pekan. Secara garis besar, Yen berada di jalur pelemahan secara mingguan melawan Dolar AS, dengan total penurunan sejak awal pekan mencapai 1.45 persen.

Pengeluaran Konsumen Jepang Melemah

291923

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.