Advertisement

iklan

Berita Antipodean Jadi Sorotan, AUD/USD Dan NZD/USD Tumbang

Penulis

+ -

Dua berita baru dari Australia dan New Zealand mungkin tak berdampak dalam jangka panjang, tetapi menjadi sorotan dalam jangka pendek.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) mengalami pelemahan lebih lanjut dalam sesi Asia hari Kamis (19/Januari). Akan tetapi, AUD/USD dan NZD/USD malah terjungkal dari rekor tertinggi sebelumnya. AUD/USD telah jatuh sekitar 0.6 persen sampai 0.6900-an saat berita ditulis, sedangkan NZD/USD tergelincir sekitar 0.5 persen sampai 0.6400-an.

AUDUSD Daily Grafik AUD/USD Daily via TradingView

Beberapa faktor membebani duo mata uang antipodean hari ini. Pertama, sentimen pasar memburuk lantaran rilis data penjualan ritel AS tadi malam meningkatkan kekhawatiran terhadap resesi global. Dolar Australia dan dolar New Zealand termasuk mata uang yang sangat peka terhadap perubahan sentimen seperti itu, sehingga ikut melemah pada paruh kedua sesi New York.

Sentimen pasar selanjutnya kian memburuk menyusul dua kabar berikutnya, yakni rilis data tenaga kerja Australia dan pengunduran diri PM New Zealand. Keduanya kemungkinan tak berdampak dalam jangka panjang, tetapi menjadi perhatian sebagian pelaku pasar dalam jangka pendek.

 

PHK Meningkat

Data ketenagakerjaan Australia menunjukkan penurunan jumlah orang bekerja sebanyak 14.6k pada periode Desember. Padahal, konsensus mengharapkan peningkatan sebanyak 22.5k. Tingkat pengangguran Australia pun stagnan pada 3.5 persen, atau lebih buruk daripada estimasi konsensus yang dipatok pada 3.4 persen.

Perkembangan dalam data-data itu tergolong moderat, sehingga belum tentu akan mempengaruhi pengambilan kebijakan bank sentral Australia (RBA). Badan Statistik Australia (ABS) juga menegaskan bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih ketat, karena arus imigrasi telah mendorong pertumbuhan populasi usia produktif hingga melampaui masa pra-pandemi.

 

Perdana Menteri Mengundurkan Diri

Di New Zealand, PM Jacinda Ardern mendadak mengumumkan "tidak punya energi lagi" untuk terus memimpin negeri. Oleh karena itu, Ardern memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya paling lambat per tanggal 7 Februari 2023 dan tidak akan mencalonkan diri lagi.

Partai Buruh New Zealand akan mengadakan pemilihan pemimpin baru pada hari Minggu mendatang. Pemimpin Partai Buruh yang baru akan menggantikan Ardern sebagai Perdana Menteri New Zealand hingga diadakannya pemilu pada 14 Oktober 2023.

Suksesi kepemimpinan yang berlangsung lancar biasanya tidak memicu gejolak pada nilai tukar mata uang. Para analis berikutnya akan mencermati para kandidat pengganti Ardern untuk mengukur imbas pergantian Perdana Menteri terhadap kebijakan ekonomi New Zealand.

Download Seputarforex App

298859
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.