iklan

Brexit Deal Ditandatangani, Pound Akhiri 2020 Dengan Penguatan

Kesepakatan Brexit yang telah resmi diratifikasi oleh Uni Eropa dan Inggris mendorong Sterling naik di akhir tahun 2020.

iklan

iklan

Seputarforex - Pound menambah penguatan jelang akhir tahun (31/Desember), setelah naik hampir satu persen di sesi perdagangan kemarin. Pasalnya, kekhawatiran pasar mereda setelah seremoni penandatanganan kesepakatan perdagangan Inggris-Uni Eropa akhirnya diselenggarakan sehari jelang batas terakhir masa transisi Brexit.

Saat berita ini ditulis, EUR/GBP merosot 0.94 persen ke 0.894, menuju level rendah sejak tanggal 01 Desember. Sementara itu, GBP/USD memperpanjang reli tiga harinya dan mengunduh kenaikan sebesar 0.34 persen ke 1.3668.

gbpusd

Kendati kesepakatan Brexit yang telah disepakati di hari Natal lalu sudah mencakup aturan bagi sejumlah industri seperti perikanan dan pertanian, tetapi sektor paling krusial seperti finansial belum diperjelas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan timbulnya swap trading senilai $200 miliar pada pekan depan.

Untuk mengantisipasi hal itu, regulator Inggris telah mengonfirmasi bahwa para pelaku pasar Inggris boleh menggunakan platform Uni Eropa untuk menghindari swap perdagangan selama tiga bulan ke depan. Aturan sementara ini dibuat guna mencegah terjadinya gangguan di pasar.

Setelah pasang surut perundingan antara Inggris dan Uni Eropa menyusul hasil referendum Brexit sejak 2016 lalu, transisi keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada akhirnya mendapatkan resolusi yang melegakan.

"Ini merupakan jalan yang panjang. Kini saatnya menaruh Brexit di belakang. Masa depan kita diciptakan di Eropa," tutur Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, dalam seremoni penandatangan di Brussels.

 

Bullish Pound Dibayangi Penyebaran Virus Corona Jenis Baru

Perceraian Inggris dari Uni Eropa dengan kesepakatan telah meningkatkan minat pasar terhadap aset risiko tinggi seperti saham dan komoditas. Untuk saat ini, para investor sepertinya belum begitu fokus pada detail kesepakatan. Oleh sebab itulah kenaikan Pound masih didukung euforia pasar.

Setelah kesepakatan ini, Gavin Friend dari NAB memperkirakan bahwa GBP/USD masih bisa naik ke 1.3750 dalam beberapa hari ke depan, dan 1.40 di sepanjang tahun 2021. Namun, ada satu faktor yang kemungkinan akan membatasi penguatan Pound, yakni kecepatan penyebaran strain baru virus Corona yang berdampak pada perekonomian Inggris.

Rabu lalu, Inggris baru saja meneken perizinan vaksin keluaran AstraZeneca dan Oxford University. Vaksin tersebut dinilai lebih murah dan mudah disimpan daripada vaksin Pfizer karena tidak memerlukan suhu di bawah nol. Akan tetapi, efektivitas vaksin AstraZeneca dalam menekan penyebaran mutasi baru virus Corona belum bisa dipastikan, sehingga prospek ke depan terkait isu ini masih dibayangi risiko.

Download Seputarforex App

294898

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone