OctaFx

iklan

Cina Akibat Terlalu Memuja GDP: Kuantitas Maksimal, Kualitas Minimal

Selama beberapa tahun ini, pemerintah Cina telah memasang target GDP tahunan dan tak jarang, target tersebut tercapai bahkan melebihi. Namun, dua tahun belakangan ini, kita belum mendengar lagi pernyataan khusus dari pemerintah Cina terkait kualitas pertumbuhan pembangunan sehingga para investor masih bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi sebenarnya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Selama beberapa tahun ini, pemerintah Cina telah memasang target GDP tahunan dan tak jarang, target tersebut tercapai bahkan melebihi. Namun, dua tahun belakangan ini, kita belum mendengar lagi pernyataan khusus dari pemerintah Cina terkait kualitas pertumbuhan pembangunan sehingga para investor masih bertanya-tanya apakah hal tersebut akan menjadi pertanda bahwa pertumbuhan Cina sedang mengarah lebih jauh ke arah selatan.

china_economy.
Angka GDP Cina tercatat pada persentase 7.8% di kuartal ketiga pada tahun 2013, atau naik dari kuartal kedua pada tahun 2013 yaitu sebanyak 7.5%. Padahal, pertumbuhan ekonomi Cina secara keseluruhan tumbuh tak lebih dari 7%, padahal target mereka adalah 7.5%.

Sebelum para investor memutuskan untuk memborong Yuan, terlebih dahulu harus diketahui bahwa pertumbuhan 7.5% tersebut masih mensinyalkan bahwa pertumbuhan masih sangat lamban sejak tahun 1999. Hal ini bukan berita baik bagi Cina, mengingat momentum pertumbuhan melamban sejak tahun 2010.

Bagaimana sebenarnya asal muasal tingkat pertumbuhan Cina? Begini, pada tahun lalu, pemerintah sempat mengkritik "pemujaan terhadap GDP"-nya alias praktik menjadikan angka GDP sebagai target utama yang harus dikejar, ketimbang memenuhi target kualitas pertumbuhan itu sendiri. Walhasil, para pejabat setempat memang sukses mengarahkan tingkat pertumbuhan ke angka yang lebih tinggi, namun hal tersebut seolah seperti tong kosong yang nyaring bunyinya. Dari luar tingkat pertumbuhan seolah-olah terus tercapai, namun di dalamnya sebenarnya tak membuat Cina membaik.

Tak mengejutkan, jika pada akhirnya terjadilah ketidakseimbangan ekonomi yang terbilang tak sedikit. Jangan lupa, bahwa salah satu cara termudah untuk mendongkrak GDP adalah melalui anggaran pemerintah. Mungkin hal itulah yang menyebabkan mengapa utang pemerintah lokal Cina mencapai $3 T pada akhir Juni 2013, atau naik berlipat-lipat hingga 63% sejak akhir tahun 2010. Padahal perekonomian Cina hanya tumbuh sebanyak 40% pada periode yang sama.

Xu Saoshi, Menteri Pengembangan Nasional dan Komisi Pembaruan, mengutarakan sebuah pernyataan bahwa risiko finansial juga dihasilkan dari aktivitas pemerintah. Perlu diketahui bahwam proyek-proyek infrastruktur publik, yang mana menjadi kontributor kunci pertumbuhan GDP Cina baru-baru ini, biasanya hanya menghasilkan return yang minim.

Fokus investasi tersebut juga menimbulkan kelebihan kapasitas. Industri-industri seperti semen, baja, alumunium, dan perkapalan mengalami over kapasitas sementara industri-industri jasa masih belum dapat dibilang terpenuhi. Celakanya, angka PMI untuk sektor jasa, terus menurun hingga ke level rendah empat bulan pada ngka 54.6 pada bulan Desember, akibat sebagian besar industri gagal untuk menemukan mesin pertumbuhan yang baru di tengah melambannya ekspor.

Pemerintah sebenarnya tak lantas menutup mata dan telinga mereka untuk mengkritisi hal tersebut. Dari plenum mereka pada tahun 2013 lalu, para pejabat telah memberikan petunjuk bahwa investasi properti akan dikurangi dan akan meningkatkan minat konsumsi. Dengan demikian, pemerintah akan menganggarkan sedikit dana untuk infrastruktur dan bisnis, dan akan memberikan porsi lebih bagi layanan sosial sperti pendidikan, keamanan sosial, serta lembaga kesehatan untuk mencapai tujuan tersebut.
 

153538

SFN merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk mengulas berita-berita terkini di bidang forex maupun saham.


24 Sep 2019