Advertisement

iklan

Dihantam Isu Resesi, Pound Ambruk Seusai Kenaikan Suku Bunga

Penulis

+ -

Bank of England memperkirakan kenaikan inflasi akan mengakibatkan Inggris mengalami resesi panjang mulai akhir tahun ini sampai akhir 2024.

iklan

iklan

Seputarforex - Kenaikan suku bunga lazimnya diikuti dengan penguatan nilai tukar mata uang terkait. Namun, pound sterling justru melemah seusai pengumuman kenaikan suku bunga Inggris dalam perdagangan hari Kamis (4/Agustus). GBP/USD mengalami fluktuasi hebat dalam rentang 1.2065-1.2218, sementara EUR/GBP melonjak sekitar 0.7 persen dan GBP/JPY merosot lebih dari 0.5 persen.

GBPUSD Daily Grafik GBP/USD Daily via TradingView

Bank of England (BoE) mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin dari 1.25 persen menjadi 1.75 persen, selaras dengan ekspektasi konsensus. Namun, pengumuman itu disertai dengan peringatan bahwa kenaikan inflasi akan mengakibatkan Inggris mengalami resesi panjang mulai akhir tahun ini sampai akhir 2024.

Pernyataan BoE mengungkapkan kesiapan untuk "bertindak tegas" dalam menanggapi kenaikan inflasi yang mengakar "jika diperlukan". Namun, peringatan resesi yang disampaikannya menimbulkan spekulasi BoE bakal bertindak lebih hati-hati dalam menaikkan suku bunga lagi jika laju inflasi Inggris mulai menurun. Spekulasi itu selaras dengan ekspektasi sebagian analis bahwa BoE akan menempuh laju "rate hike" yang lebih lambat dibandingkan Federal Reserve sebagai akibat dari pelemahan ekonomi Inggris.

Pound sterling termasuk mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketika perekonomian moncer, sterling cenderung menguat. Sebaliknya, mata uang ini cenderung melemah ketika perekonomian mengalami perlambatan. Tak pelak, pengumuman BoE hari ini memicu gejolak dalam nilai pound sterling di pasar forex.

"Tak ada kejutan dalam ukuran kenaikan suku bunga, juga (tak ada kejutan) dalam pola voting (anggota rapat MPC BoE terkait suku bunga), tetapi narasi BoE tentang pengetatan lebih lanjut bahkan ketika ekonomi menjelang resesi adalah hal yang rumit untuk sterling yang sensitif terhadap pertumbuhan," kata Chris Turner dari ING Bank.

"BoE telah memilih untuk menempuh jalur kenaikan suku bunga agresif. Namun, itu juga berarti bahwa suku bunga akan merosot dengan cepat setelah inflasi menurun. Bertaruh pada penurunan suku bunga BoE yang tajam adalah skenario yang tidak diperhitungkan pasar (saat ini)," kata Viraj Patel, Ahli Strategi Makro di Vanda Research, "(padahal) apa yang sudah naik pasti akan turun."

Download Seputarforex App

298044
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.