Advertisement

iklan

Dolar AS Turun, Investor Beralih Ke Saham Sambil Tunggu Rilis Data

Jelang rilis data CPI dan Penjualan Ritel AS pekan ini, Dolar AS melemah karena minat para investor kembali tertuju ke aset risiko tinggi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Dolar AS turun di sesi perdagangan Senin (13/Juli) malam. Indeks Dolar AS (DXY) merosot 0.37 persen ke 96.3 saat berita ini ditulis. Sementara itu, EUR/USD naik pesat 0.65 persen ke 1.1370, mempertahankan trend kenaikan sejak akhir bulan lalu. Pair tersebut ditopang oleh ekspektasi kucuran dana hibah untuk menunjang pemulihan ekonomi pasca pandemi. Kepastiannya akan dibahas dalam pertemuan European Comission yang akan digelar akhir pekan ini.

eurusd

 

Safe Haven Ditekan Optimisme Pemulihan Ekonomi

Pasang surut ekspektasi investor terhadap pemulihan ekonomi global berdampak pada fluktuasi Dolar AS. Kendati sempat menguat akhir pekan lalu, mata uang tersebut berubah loyo awal pekan ini. Para investor kembali membeli aset-aset high-risk dengan spekulasi bahwa dampak terburuk pandemi sudah berakhir. Mereka tidak begitu menggubris lonjakan kenaikan konfirmasi positif virus Corona di Florida minggu lalu. Padahal, infeksi baru mencapai 15,000 kasus dalam 24 jam, melampaui puncak kasus di New York pada bulan April.

Saham-saham AS tetap bangkit, dengan indeks S&P 500 yang melonjak 0.90 persen di pembukaan pasar. Kendati data Refinitv menunjukkan bahwa pendapatan perusahaan selama kuartal kedua lalu akan terjun ke level terendah kedua sejak 1968, para investor tetap mempertahankan optimisme mereka pada konsumen AS. Ini terlihat dari indeks Dow Jones yang melambung 1.15 persen, merespon laporan pendapatan PepsiCo yang tercatat lebih tinggi daripada perkiraan. Alhasil, Dolar AS yang berfungsi sebagai safe haven harus mengalah hari ini.

Selain karena fokus investor di pasar saham, pelemahan Dolar AS juga disebabkan oleh antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data penting pekan ini. Data Inflasi Konsumen AS yang akan dirilis besok malam dinantikan guna memastikan outlook ekonomi AS.

"(Data) Konsumen yang mengendalikan ekonomi AS akan menjadi sorotan. Selain itu, ada pula acara-acara penting lainnya seperti rapat kebijakan moneter BoC dan pertemuan Uni Eropa. Sudah seberapa jauh pemulihan ekonomi negara-negara maju berjalan hingga saat ini, akan dipastikan melalui data-data berdampak tinggi. Fokus utama pekan ini adalah indikator-indikator ekonomi AS, dimana data Retail Sales akan dirilis Kamis besok, serta data Klaim Pengangguran Mingguan," jelas Joe Manimbo, analis dari Western Union Business Solutions.

Download Seputarforex App

293230

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone