Advertisement

iklan

Dolar AS Naik Pesat Pasca Jatuhnya Yen Dan Notulen FOMC

Dolar AS mendominasi pasar mata uang di sesi Kamis siang ini. Yen melemah secara tiba-tiba, sementara notulen FOMC siratkan optimisme.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS menguat khususnya setelah Yen mengalami penurunan tajam. Padahal sebelumnya, mata uang Jepang tersebut menjadi safe haven favorit di tengah kekhawatiran akan dampak wabah virus Corona. Saat berita ini ditulis, USD/JPY diperdagangkan di 111.61, level tertinggi sejak April 2019.

usdjpy

Meski demikian, secara umum Yen bukanlah satu-satunya mata uang yang jatuh siang ini. Hampir sebagian besar mata uang mayor kalah unggul terhadap Dolar AS. Bahkan, Dolar Australia pun melemah meski Employment Change Australia membaik. Ada dua isu yang ditengarai melambungkan Dolar AS siang ini:

 

Infeksi Baru Virus Corona Berkurang

China melaporkan bahwa hari ini, kasus infeksi virus mengalami penurunan. Dua orang lansia yang di karantina di sebuah kapal di Tokyo, menjadi kasus kematian terakhir akibat Corona sejauh ini. Walaupun begitu, para pakar kesehatan tetap mewanti-wanti bahwa virus masih mungkin menyebar dengan mudah.

 

FOMC Optimis Mampu Pertahankan Rate

Notulen rapat Federal Reserve AS yang dirilis dini hari tadi menunjukkan optimisme. Sejumlah pejabat The Fed yakin bahwa suku bunga saat ini dapat dipertahankan selama beberapa waktu ke depan. Pernyataan itu muncul di tengah ekspektasi pasar akan satu atau dua kali pemotongan suku bunga lagi tahun ini.

Dalam rapat yang telah digelar pada tanggal 28-29 Januari, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 1.5 persen - 1.75 persen. Menyertai keputusan tersebut, komite FOMC mengatakan bahwa Outlook ekonomi telah menguat dibandingkan dengan perkiraan pada bulan Desember 2019.

Para pejabat bank sentral AS juga membuat sejumlah pernyataan soal potensi bahaya terhadap perekonomian, yang disebabkan oleh wabah virus Corona. Kendati demikian, isu Corona kemungkinan hanya akan dibahas dalam FOMC bulan lalu.

"Mereka mengekspektasikan pertumbuhan ekonomi akan lanjut dalam laju yang moderat, terdukung oleh kebijakan moneter akomodatif dan kondisi finansial," tulis notulen FOMC.

"Selain itu, sejumlah ketidakpastian perdagangan telah berkurang dalam beberapa waktu terakhir, dan ada pula sinyal-sinyal stabilisasi dalam pertumbuhan global. Meski begitu, masih ada ketidakpastian dalam Outlook, termasuk akibat wabah virus Corona."

292066

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.