Advertisement

iklan

Ekspektasi Inflasi New Zealand Melemah, Kiwi Jeblok

Ekspektasi Inflasi New Zealand dilaporkan melemah, hanya sehari menjelang rapat kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dolar New Zealand merosot hampir 0.5 persen ke level 0.6329 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Asia (12/November). Data Ekspektasi Inflasi New Zealand dilaporkan melemah, hanya sehari menjelang rapat kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Ketidakpastian mengenai perkembangan negosiasi dagang AS-China juga turut membebani Kiwi.

NZDUSD DailyGrafik NZD/USD Daily via Tradingview.com

Laporan Ekspektasi Inflasi merupakan data kuartalan yang dirilis oleh RBNZ, merangkum persentase perubahan harga dan jasa tahunan yang diperkirakan oleh para manajer bisnis untuk periode dua tahun ke depan. Dalam laporan terbarunya, RBNZ menyebutkan bahwa ekspektasi inflasi jatuh dari 1.90 persen menjadi 1.80 persen.

Skor ini lebih rendah dibandingkan forecast 1.85 persen yang ditunjukkan oleh laporan Ekspektasi Inflasi pada kuartal ketiga. Akibatnya, probabilitas dilakukannya pemangkasan suku bunga oleh RBNZ dalam rapat esok hari pun semakin bertambah.

David Cottle dari DailyFX mencatat, "RBNZ akan memberikan keputusan kebijakan moneter November-nya pada hari Rabu. Pasar harus menelaah beragam pandangan mengenai apa yang akan terjadi pada Official Cash Rate (yang sudah berada pada) rekor terendah 1 persen. Westpac umpamanya, awalnya memperkirakan akan ada pemangkasan, tetapi kemudian berpikir takkan ada perubahan (sebelum publikasi data ini). Rilis (Ekspektasi Inflasi) ini dipandang sebagai salah satu petunjuk penting untuk aksi RBNZ terlepas dari apakah benar atau salah, dan hasilnya sepertinya menggarisbawahi ekspektasi bahwa suku bunga bisa menurun lagi."

Akhir pekan lalu, Dolar New Zealand dan rekan-rekan mata uang komoditasnya sempat ambruk karena berkurangnya optimisme sebagian pelaku pasar terhadap prospek kesepakatan dagang AS-China. Meskipun sejumlah analis masih optimis kesepakatan dagang bakal tercapai, tetapi aset-aset berbeta tinggi masih bergumul dengan kekhawatiran soal perlambatan ekonomi global dan potensi efek perang dagang berkepanjangan.

290921

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.