Advertisement

iklan

AUD/USD bullish menguji garis SMA 200, NFP AS masih ditunggu, 2 hari, #Forex Teknikal   |   IHSG dibuka menghijau pada level 7,144 pada perdagangan hari ini. Hingga akhir sesi I, penguatannya meningkat ke 7,165.54, 2 hari, #Saham Indonesia   |   Michelle Gass akan gantikan Chip Bergh sebagai CEO Levi Strauss & Co. pada 29 Januari 2024 mendatang, 2 hari, #Saham AS   |   Blackstone Inc. (NYSE: BX) gandeng Digital Realty (NYSE: DLR) untuk bangun empat pusat data hyperscale baru, 2 hari, #Saham AS   |   Posisi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebagai emiten terbesar BEI tersalip oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang berhasil catat kapitalisasi pasar sampai Rp1,083 triliun, 2 hari, #Saham Indonesia   |   Yen Jepang tetap kuat di tengah harapan Pivot BoJ, meski angka PDB lebih lemah, 2 hari, #Forex Fundamental   |   GBP/USD bertahan di bawah level 1.2600 jelang Data NFP AS, 2 hari, #Forex Teknikal   |   NZD/USD kehilangan momentum di bawah level 0.6170, mata tertuju pada Data NFP AS, 2 hari, #Forex Teknikal
Selengkapnya

Ekspor China Lanjutkan Trend Positif, Impor Semakin Turun

Penulis

Ekspor China kembali naik pada bulan April berkat pengiriman barang manufaktur dan komponen otomotif. Di sisi lain, penurunan impor semakin dalam.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Pada hari Selasa (09/Mei), Biro Statistik Nasional China merilis data perdagangan yang mencatatkan kenaikan ekspor sebesar 8.5 persen secara tahunan pada bulan April. Angka ini berhasil melampaui proyeksi 8.0 persen dan melanjutkan trend positif dari periode sebelumnya.

Ekspor China Lanjutkan Trend Positif, Impor Turun Semakin Dalam

Secara volume, ekspor bulan lalu mencapai US$295.42 miliar. Sebagian besar ekspor berasal dari pengiriman barang-barang manufaktur dan komponen otomotif. Salah satunya adalah pengiriman baterai mobil listrik (EV) yang melonjak 54.8 persen pada kuartal I/2023.

Lonjakan pesat pengiriman baterai EV China sejalan dengan semakin populernya penggunakan mobil listrik di banyak negara. Hanya saja, analis memperkirakan jika China masih perlu lebih banyak waktu untuk dapat menguasai pasar mobil listrik dunia.

Di sisi downside, outlook ekspor China berpotensi mengalami perlambatan karena trend perpindahan industri pakaian dan furnitur ke Meksiko dan sebagian Asia Tenggara.

Analis juga memperingatkan jika kondisi perekonomian global yang tengah dibayangi risiko perlambatan dapat memukul sektor ekspor China. Melambatnya laju pemulihan ekonomi China di awal kuartal kedua tahun ini pun bisa membebani prospek permintaan domestik pada bulan-bulan mendatang.

Sementara itu, impor China bulan lalu merosot 7.9 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini lebih buruk ketimbang ekspektasi penurunan 5.0 persen dan terjun bebas dari penurunan 1.4 persen di periode sebelumnya. Perlu diketahui, sektor impor China sudah berada dalam teritori negatif selama beberapa bulan terakhir. Bahkan, impor China jeblok hingga 21.4 persen pada bulan Januari lalu. Ini merupakan penurunan terbesar sejak Maret 2020 (awal pandemi COVID).

Kenaikan ekspor yang tidak diikuti oleh peningkatan impor membuat surplus neraca perdagangan China meningkat dari US$88.19 miliar menjadi US$90.21 miliar pada bulan April. Angka ini lebih baik dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan surplus sebesar US$71.6 miliar saja.

Download Seputarforex App

299368
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.