Euro Tetap Loyo, Prospek Dovish ECB Tak Terusik Perbaikan PMI Jasa

Euro menampilkan kinerja beragam dalam perdagangan hari ini, karena data-data ekonomi terbaru mengindikasikan laju GDP lesu dan ECB akan melonggarkan kebijakan.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Euro menunjukkan performa beragam pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (3/Juli), setelah laporan Purchasing Managers' Index (PMI) menunjukkan kenaikan data komposit dan sektor jasa. Analis menilai kalau perbaikan itu tak berpengaruh besar terhadap proyeksi laju GDP, dan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) tetap bakal melakukan pelonggaran moneter tambahan sebelum pergantian tahun yang akan datang. Saat berita ditulis, EUR/USD menggeliat tipis ke level 1.1292, EUR/GBP naik 0.2 persen ke kisaran 0.8980,  sementara EUR/JPY tertekan di sekitar 121.50-an. 

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via TradingView

Lembaga riset Markit melaporkan bahwa skor PMI untuk sektor Jasa Zona Euro mengalami kenaikan dari estimasi awal 53.4 menjadi 53.6 untuk periode Juni 2019. Kenaikan tersebut berkontribusi pada perbaikan indeks komposit dari 52.1 menjadi 52.2. Ini merupakan kabar menggembirakan setelah rilis data PMI Manufaktur Zona Euro yang cenderung mengecewakan pada awal pekan. Akan tetapi, indikator-indikator pertumbuhan ekonomi masih tetap lesu, sehingga mereka mengekspektasikan GDP Zona Euro hanya akan tumbuh 0.2 persen pada kuartal II/2019.

"Berlanjutnya stagnasi di Italia itu mengkhawatirkan, sementara rebound kecil pada sektor jasa Spanyol cukup menggembirakan. Meski demikian, kami terus memperkirakan ECB akan melonggarkan kebijakan moneter lagi pada bulan September dalam upayanya untuk menggairahkan kembali perekonomian kawasan," kata Nicola Nobile dari Oxford Economics.

Dalam sebuah survei Reuters terbaru, mayoritas ekonom memprediksi ECB akan memangkas suku bunga atau memberikan arahan kebijakan yang bersifat dovish (misalnya menjanjikan suku bunga rendah untuk periode yang lebih lama). Salah satu media paling terpercaya di dunia itu juga mengklaim bahwa nominasi pimpinan IMF Christine Lagarde untuk menggantikan Mario Draghi sebagai Presiden ECB, semakin memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar tersebut.

289076

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.