Kepercayaan Konsumen Australia Capai Rekor Terendah 1.5 Tahun

Penurunan GDP kuartal IV-2018 dan suramnya sektor perumahan menurunkan optimisme konsumen Australia pada bulan Maret. AUD/USD pun langsung melemah.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada hari Rabu (13/3) pagi ini, Westpac Banking Corporation merilis data Kepercayaan Konsumen Australia yang turun 4.8 persen di bulan Maret, melemah cukup signfikan apabila dibandingkan dengan rilis bulan Februari yang masih mencatatkan kenaikan 4.3 persen.

Mengacu pada penurunan sebesar 4.8 persen tersebut, kepercayaan konsumen Negeri Kangguru kini berada pada level paling buruk sejak September 2017 dengan Indeks berada di level 98.8 atau menurun cukup jauh dari pembacaan bulan Februari pada level 103.8.

Sentimen Konsumen Australia

Penurunan signifikan pada laporan Kepercayaan Konsumen Australia selama bulan Maret disebabkan oleh rumah tangga yang terguncang oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan berkepanjangan di sektor perumahan.

 

Kemerosotan Pasar Perumahan Jadi Faktor Kunci

Tingkat kepercayaan konsumen Australia yang menurun, disinyalir dipicu oleh penurunan pasar perumahan dalam beberapa waktu terakhir. Kemerosotan pasar properti itu juga yang berkontribusi negatif terhadap laporan GDP kuartal IV-2018.

"Penurunan pasar perumahan Australia menjadi faktor kunci kemerosotan GDP kuartal keempat yang mengecewakan, dan memiliki dampak langsung terhadap sentimen konsumen. Konsumen di Sydney telah melihat penurunan harga rumah terbesar dalam 18 bulan terakhir, dan sentimen konsumen Sydney juga mencatatkan penurunan 10 persen," kata Matthew Hassan, ekonom senior di Westpac.

"Semua komponen indeks tercatat jatuh di bulan Maret, terutama pada indeks optimisme jangka pendek yang mengalami penurunan terbesar. Prospek ekonomi untuk 12 bulan ke depan turun 6.9 persen di bulan Maret, setelah kenaikan 7 persen di bulan Februari, dan penurunan 7.8 persen pada bulan Januari. Sedangkan sub Indeks prospek ekonomi untuk 5 tahun ke depan tercatat turun 5.5 persen," tambah Hassan.

Perlu diketahui bahwa ekonomi Australia terbebani oleh kejatuhan harga properti sejak beberapa bulan terakhir. Penyebabnya tidak lain karena peningkatan pasokan rumah yang diikuti oleh tekanan kredit. Kemerosotan paling signifikan terjadi di Sydney, dengan penurunan harga rumah sebesar 13.2 persen dari level puncak pada pertengahan 2017.

 

AUD/USD Kembali Melemah

Rilis negatif sentimen konsumen Australia bulan Maret seolah menjadi pelengkap dari rentetan buruk data fundamental Negeri Kangguru dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut langsung menekan pergerakan Dolar Australia terhadap USD. Pair AUD/USD merosot dan diperdagangkan pada kisaran 0.7057, setelah sempat reli selama tiga sesi terakhir dan menyentuh kisaran 0.7092 pada perdagangan New York kemarin malam.

Ekonomi Melambat, Kepercayaan Konsumen

287726

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.