Advertisement

iklan

PMI Manufaktur Dan Inflasi Zona Euro Maret 2019 Kompak Melemah

Inflasi Zona Euro terus menjauh dari target bank sentral, sementara perusahaan-perusahaan Jerman dan Prancis menderita kemunduran.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Rilis serangkaian data ekonomi Zona Euro pada pertengahan sesi Eropa hari ini (1/April) menggarisbawahi parahnya kemunduran ekonomi kawasan. Bukan hanya industri manufaktur Jerman melemah, inflasi Zona Euro juga makin jauh dari target bank sentralnya. Sekitar satu jam seusai rilis, pasangan mata uang EUR/USD masih mencatat bullish candle pada time frame Daily, tetapi belum mampu keluar dari bawah level 1.1250 tempatnya terpuruk sejak akhir pekan lalu.

EURUSD Daily

 

Inflasi Inti Terburuk Dalam Nyaris Setahun

Eurostat melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) direvisi turun dari 1.5 persen menjadi 1.4 persen (Year-on-Year) untuk bulan Maret 2019. Core CPI juga melorot dari 1.0 persen menjadi 0.8 persen, terendah dalam sebelas bulan terakhir. Kedua indikator inflasi Zona Euro tersebut tetap lemah, meskipun sektor ketenagakerjaan membaik.

Inflasi Zona Euro

Data terakhir mengenai tingkat pengangguran Zona Euro bulan Februari 2019 berada pada level 7.8 persen, terendah dalam lebih dari satu dekade terakhir. Namun, pengetatan sektor ketenagakerjaan gagal mendongkrak kenaikan gaji karyawan maupun laju inflasi, dikarenakan memburuknya permintaan global dan iklim sektor manufaktur yang menyita perhatian korporasi.

 

Sektor Manufaktur Jerman Dan Prancis Ambruk

Sementara itu, IHS Markit melaporkan bahwa PMI untuk sektor manufaktur Jerman merosot ke 44.1 dalam bulan Maret 2019, lebih buruk dibandingkan estimasi awal yang dipatok pada 44.7. Sektor manufaktur Prancis juga direvisi turun ke level 49.7. Dengan dua negara ekonomi terbesarnya mengalami kemunduran, PMI Manufaktur Zona Euro tergelincir dari 47.6 menjadi 47.5.

Penyebabnya bukan hanya masalah internal Zona Euro, melainkan juga efek samping kebuntuan brexit dan perlambatan ekonomi global. Sebagaimana diungkapkan oleh Phil Smith dari IHS Markit mengenai sektor manufaktur Jerman, "Semakin banyak perusahaan yang melaporkan penurunan permintaan sehubungan dengan brexit dan ketidakpastian perdagangan, masalah dalam industri otomotif, dan permintaan global yang secara umum lebih lemah."

287976

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.