Dolar AS Melemah Abaikan Lonjakan Indeks Philly Fed Manufacturing

Isu yang menyebutkan bahwa Dolar AS sudah overvalued, melemahkan Dolar AS hari ini. Kenaikan Indeks Philly Fed manufacturing tak mampu menyumbangkan bullish.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Melalui rilis data yang disebut juga sebagai Indeks Philly Fed Manufacturing, Federal Reserve wilayah Philadelphia melaporkan bahwa aktivitas bisnis manufaktur di area mereka naik pesat. Data yang dirilis pada hari Kamis (18/Juli) malam ini menunjukkan kenaikan aktivitas bisnis mencapai level 21.8 pada bulan Juli. Hasil tersebut sukses memperbaiki kemerosotan drastis di level 0.3 pada bulan Juni, dan jauh mengungguli ekspektasi kenaikan ke level 0.5 saja.

philly-index

Lonjakan indeks Philly Fed Manufacturing tersebut terbentuk berkat kenaikan indeks sub sektor New Orders dan Shipments. New Orders naik 11 poin ke 18.9, sementara Indeks Shipments naik 8 poin ke 24.9.

"Bukti bahwa angka New Orders--yang saat ini menunjukkan empat hasil sangat mengesankan setelah melemah signifikan di bulan Februari dan Maret--merupakan sinyal yang meyakinkan, serta menunjukkan bahwa sektor pabrikan... jelas tidak sedang terjun bebas," kata Josh Saphiro, Kepala Ekonom MFR Inc. sebagaimana dikutip oleh MarketWatch.

 

 

Dolar AS Melemah Karena Beragam Faktor Lain

Kendati Indeks Philly Fed Manufacturing memuaskan, Indeks Dolar AS (DXY) dalam time frame harian masih memperpanjang penurunan. Pasalnya, selain data Philly manufaktur, ada dua data ekonomi lain yang dirilis di AS malam ini dan tidak bernada positif: Klaim Pengangguran mingguan dan CB Leading Index.

Jumlah warga AS yang mengajukan Klaim Pengangguran tercatat bertambah 8000 orang menjadi 216,000 dalam pekan yang berakhir pada tanggal 13 Juli. Sementara itu, CB Leading Index, yang mengukur perubahan Composite Index berdasarkan 10 indikator ekonomi, menampilkan penurunan dari 0.0 persen menjadi -0.1 persen.

Selain rangkaian rilis data ekonomi, pernyataan IMF bahwa Dolar AS sudah overvalued juga turut memengaruhi pelemahan Dolar AS hari ini. Komentar tersebut seolah mengonfirmasi pernyataan Presiden AS Donald Trump di awal bulan ini, yang menginginkan Dolar AS melemah.

Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang mayor lain turun tipis 0.05 persen ke 97.13. Penurunan dalam dua hari terakhir telah memangkas setengah dari penguatan pesat yang dicapai pada tanggal 16 Juli.

dxy

289305

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.