Advertisement

iklan

EUR/USD Melonjak Di Tengah Jebloknya Harga Minyak Dan Isu Corona

Melonjaknya Euro terhadap Dolar AS malam ini disebabkan oleh jebloknya harga minyak dunia dan dampak virus Corona terhadap ekonomi.

Xm

iklan

Xm

iklan

Seputarforex.com - Jatuhnya harga minyak dunia dan pasar saham Amerika Serikat telah menyebabkan Dolar AS anjlok sementara Euro meroket. Selain itu, spread EUR/USD dengan swap bertenor tiga bulan tiba-tiba melebar ke level tertinggi sejak April 2017, tanpa sebab yang jelas.

Di sesi perdagangan Senin (09/Maret) malam ini, para investor terus mencampakkan Dolar AS gegara runtuhnya Yield Obligasi US Treasury. Akibatnya, Indeks Dolar AS (DXY) makin terkapar hingga menyentuh level rendah 95.07. Sebaliknya, EUR/USD melesat lebih dari 1 persen ke 1.1418, level tinggi sejak Januari 2019.

eurusd

 

Kombinasi Jebloknya Harga Minyak Dan Wabah Corona

Para investor kabur dari aset-aset berisiko menyusul penurunan harga minyak yang mencapai 30 persen. Hal ini terjadi akibat pernyataan Arab Saudi yang akan memangkas harga dan meningkatkan produksi guna merespon gagalnya kesepakatan suplai OPEC. Padahal, pasar masih dilanda kecemasan akibat sulitnya melakukan assesment terhadap kerusakan ekonomi yang disebabkan dampak virus Corona.

"Pasar finansial sedang mengalami pergerakan terjal di tengah pemikiran bahwa volatilitas merupakan sesuatu yang sudah lewat. Saat ini kita sedang menyaksikan suatu dislokasi pasar yang belum pernah muncul lagi sejak krisis finansial 2008-2009," papar tim analis ING, sembari menggambarkan kondisi pasar keuangan saat ini bagaikan "sebuah badai yang sempurna".

Para analis ING tersebut menambahkan bahwa kondisi saat ini menyebabkan para pelaku pasar buru-buru meninggalkan Dolar AS dan aset-aset berprofil risiko tinggi lainnya. Secara ekstrem, mereka mengalihkan investasi ke aset yang lebih aman seperti Yen dan Franc Swiss. Yen telah menguat pesat terhadap Dolar AS sejak tadi pagi, dan berlanjut hingga lebih dari 2.7 persen ke level 102.588.

Analis lain, Edward Moya dari OANDA New York menyimpulkan bahwa kondisi pasar saat ini adalah kombinasi dari permasalahan di pasar minyak dan wabah virus Corona. Jelas terlihat bahwa dalam beberapa waktu ke depan, pasar akan menyaksikan harga minyak yang murah. Moya memperingatkan bahwa ini adalah sebuah event berisiko besar yang bisa menyebabkan penghindaran risiko lebih banyak lagi, dan akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan.

292263

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.