Advertisement

iklan

Gaji Karyawan Jepang Melonjak, USD/JPY Longsor

Gaji para pekerja di Jepang melonjak, sehingga memperkuat perkiraan Bank of Japan akan mulai melakukan reduksi stimulus moneter dalam tahun 2018 ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS diperdagangkan menguat sejak Senin kemarin hingga hari Selasa ini, setidaknya hingga Yen mendadak menguat setelah rilis data pendapatan karyawan Jepang pada awal sesi Asia (9/Januari). Rerata Pendapatan Tunai dan Gaji Lembur para pekerja di negeri Sakura melonjak, sehingga memperkuat perkiraan Bank of Japan akan mulai melakukan reduksi pembelian obligasi (stimulus moneter) dalam tahun 2018 ini.

bank-of-japan

 

Kementrian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang melaporkan bahwa Rerata Pendapatan Tunai (Average Cash Earnings) naik sebesar 0.9% YoY. Angka tersebut jauh di atas perkiraan 0.6% maupun pertumbuhan 0.2% yang dicapai pada periode sebelumnya.

Sementara itu, Gaji Lembur (Overtime Pay) bulan November mengalami kenaikan 2.60%, jauh lebih tinggi dibanding ekspektasi 0.60% maupun pencapaian sebesar 0.20% pada bulan Oktober. Ini merupakan laju kenaikan tertinggi sejak Maret 2015.

Kedua data tersebut merupakan kabar baik bagi Bank of Japan (BoJ) yang sudah lama mengeluhkan keengganan perusahaan-perusahaan menaikkan gaji karyawan, padahal komponen ini akan mendukung pencapaian target inflasi dua persen. Dengan kenaikan gaji karyawan pada penghujung tahun 2017 sebagaimana tercantum dalam kedua laporan tersebut, maka BoJ kemungkinan akan bisa membuka kembali diskusi mengenai reduksi program pembelian obligasi ataupun kenaikan suku bunga.

Turut memperkuat kemungkinan tersebut adalah langkah BoJ menyusutkan besaran pembelian obligasinya pagi ini. Pembelian Obligasi JGB dengan tenor 10-25 tahun hanya dilakukan sebesar 190 Milyar, turun dari 200 Milyar pada periode sebelumnya. Sedangkan pembelian JGB bertenor di atas 25 tahun juga menyusut ke 80 Milyar, dari 90 Milyar pada periode sebelumnya.

Seusai beredarnya kabar-kabar tersebut, pelaku pasar spontan mengacuhkan komentar-komentar para pejabat bank sentral AS mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali dalam tahun ini. USD/JPY yang sebelumnya merangkak naik, spontan merosot sebesar 0.4% hingga mencapai low 112.59, sehingga membuka peluang untuk penurunan lebih jauh ke 112.10. Pasangan EUR/JPY juga longsor sekitar 0.4% sampai mencatat low 134.76. GBP/JPY juga tumbang nyaris 0.4% hingga 152.77 saat berita dirilis, dengan indikasi bergerak menurun lebih lanjut.

281851

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex

Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone