Advertisement

iklan

Greenback Beragam Pasca FOMC Yang Tak Mengejutkan

Penulis

+ -

Dolar AS terpantau beragam di sesi perdagangan Kamis (28/01) pagi ini setelah Bank Sentral AS, The Fed, tak meletuskan kejutan dari hasil rapat kebijakannya dini hari tadi. The Fed mempertahankan tingkat suku bunganya sesuai ekspektasi.

iklan

iklan

Dolar AS terpantau beragam di sesi perdagangan Kamis (28/01) pagi ini setelah Bank Sentral AS, The Fed, tak meletuskan kejutan dari hasil rapat kebijakannya dini hari tadi. Sebaliknya, Bank Sentral New Zealand (RBNZ) justru melemparkan sinyal bahwa pihaknya membuka pintu lebar-lebar untuk memotong suku bunga.

dolar_as

Dolar AS Tekan Kiwi

Tak pelak, Kiwi pun harus mengurangi perolehannya terhadap Dolar AS akibat kabar tersebut. NZD/USD berada di bawah tekanan, tepatnya di kisaran 0.6425 setelah kebijakan RBNZ diumumkan.

Indeks Dolar menjejaki level 98.940, setelah melonggar 0.4 persen di hari Rabu kemarin. Menguatnya Euro, yang sempat meraih level tinggi satu minggu di angka $1.0918, merupakan faktor utama yang menyeret turun indeks yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor lainnya tersebut.

Greenback Cenderung Menguat

Terhadap Yen, Greenback masih mempertahankan perolehannya bahkan sudah sempat menyundul posisi 119-an. Pagi ini, USD/JPY diperdagangkan di kisaran 118.75. Sedangkan Poundsterling, mundur dari level tingginya pekan ini terhadap Dolar AS ke angka 1.4240 dari 1.4367. GBP/USD masih berpotensi turun ke level rendah tujuh tahun di angka 1.4080 yang tercapai minggu lalu.

Dari hasil FOMC, The Fed mempertahankan tingkat suku bunganya sesuai ekspektasi dan mengatakan bahwa mereka akan mengawasi ketat perekonomian global dan perkembangan finansial. The Fed juga mengungkapkan bahwa perekonomian AS masih berada dalam jalur pertumbuhan yang moderat, dan penguatan dalam pasar tenaga kerja bisa beriringan dengan rencana kenaikan tingkat suku bunga secara bertahap.

"Secara umum, pernyataan (kebijakan The Fed) merefleksikan peringatan kehati-hatian terhadap kemungkinan bank sentral untuk memanfaatkan situasi yang volatil seperti saat ini. Akan tetapi, The Fed sendiri masih bergeming dengan pesan sebelumnya, dimana suku bunga akan diubah sesuai dengan data-data yang akan datang," tulis analis ANZ yang dikutip oleh Reuters.

259161
Penulis

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini