EUR/USD 1.071   |   USD/JPY 158.190   |   GBP/USD 1.252   |   AUD/USD 0.655   |   Gold 2,337.93/oz   |   Silver 27.49/oz   |   Wall Street 38,239.66   |   Nasdaq 15,927.90   |   IDX 7,155.78   |   Bitcoin 63,113.23   |   Ethereum 3,262.77   |   Litecoin 83.95   |   Data inflasi Eropa mulai menimbulkan pertanyaan mengenai pelonggaran ECB di bulan Juni, 45 menit lalu, #Forex Fundamental   |   EUR/USD perlu menembus level 1.0750 untuk lanjutkan pemulihan, 47 menit lalu, #Forex Teknikal   |   Wunsch, ECB: Penurunan suku bunga di Juli tidak pasti, 47 menit lalu, #Forex Fundamental   |   XAU/USD lanjutkan kenaikan efek berlanjutnya konflik timur tengah, 48 menit lalu, #Emas Fundamental   |   PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) akan menerbitkan laporan keuangan periode kuartal I/2024 pada hari ini. Pendapatan diprediksi Rp2.67 triliun dengan rugi bersih Rp799 miliar, 7 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp29.10 triliun per Maret 2024, 7 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) menyiapkan pelepasan sejumlah aset properti di kawasan Monas kepada investor asing sebagai salah satu persiapan pemindahan pemerintahan ke IKN Nusantara, 7 jam lalu, #Saham Indonesia   |   S&P 500 naik 0.1% menjadi 5,1137, sementara Nasdaq 100 naik 0.1% menjadi 17,862, pada pukul 19:09 ET (23:09 GMT). Dow Jones naik 0.1% menjadi 38,489, 7 jam lalu, #Saham AS

Harga Impor AS Bulan Agustus Turun, Rate Hike September Kian Meragukan

Penulis

Import Price atau harga impor produk di Amerika Serikat selama bulan Agustus tercatat turun sebesar -0.2 persen, lebih buruk dari prakiraan ekonom -0.1 persen. Pada periode bulan Juli, Import Price AS masih membukukan kenaikan 0.1 persen.

Berita fundamental yang rilis pada hari rabu (14/9) datang dari laporan Harga Impor AS untuk bulan Agustus yang tercatat mengalami penurunan lebih buruk dibandingkan ekspektasi. Greenback terpantau bergerak mixed tidak terlalu merespon laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS tersebut.

Harga Impor AS Bulan Agustus Turun, Rate Hike

Import Price atau harga impor produk di Amerika Serikat selama bulan Agustus tercatat turun sebesar -0.2 persen, lebih buruk dari prakiraan ekonom -0.1 persen. Pada periode bulan Juli, Import Price AS masih membukukan kenaikan 0.1 persen. Bila mengacu pada basis tahunan maka harga import AS telah turun sebanyak -2.2 persen hingga bulan Agustus lalu.

Tidak hanya itu saja, Biro Statistik Tenaga Kerja juga merilis harga Ekspor AS yang turun -0.8 persen pada periode Agustus yang disebabkan oleh turunnya biaya produksi tanaman pertanian dimana merupakan salah satu komoditas ekspor utama AS.

 

Rate Hike Bulan September Kian Meragukan

Masalah inflasi yang masih bertengger di bawah target Federal Reserve seolah masih menjadi problem utama yang dihadapi oleh negeri Paman Sam. Indikator rendahnya inflasi terlihat dari laporan data Import Price yang rilis malam ini dimana mencatatkan penurunan terbesar sejak bulan Februari silam.

Rendahnya harga minyak sehingga menghambat kenaikan harga barang dan jasa turut menjadi salah satu faktor mengapa import price tidak menunjukan progres positif pada bulan Agustus lalu. Selain itu harga ekspor dari AS juga menurun dikarenakan turunnya biaya produksi tanaman pertanian seolah kian membuktikan bahwa kondisi tingkat inflasi AS belum beranjak dari level rendah.

Tingkat inflasi yang rendah maka akan semakin menyulitkan bagi The Fed menaikan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Sepertinya pelaku pasar harus melupakan Peluang Rate Hike september mengingat sebelumnya Dewan Gubernur Fed, Lael Brainard berkomentar dovish tentang kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Saat berita ini diturunkan, dollar AS bergerak mixed versus berbagai major currency. Pair EUR/USD sepanjang hari ini menguat namun cenderung konsolidasi, sedangkan GBP/USD melemah sejak sesi Eropa tadi sore.

272493
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.